Mengenal Apa itu MySQL, Fungsi, dan Cara Kerjanya [Lengkap]

Development & Security, Web & Development / 1 | | 0

Biasanya saat kita dalam melakukan pengolahan data akan membutuhkan sebuah tools yang dapat menampilkan data yang kita minta. Salah satu tools tersebut ialah Mysql (Structured Query Language).  Dalam  melakukan pengolahan data Ada tiga jenis SQL (Structured Query Language) yang wajib untuk diketahui diantaranya, yaitu Data Manipulation Language (DML), Data Definition Language (DDL), dan Data Control Language (DCL).

Nah, sebelum menjadi data yang dapat digunakan, ada beberapa  coding dalam bahasa pemrograman khusus untuk sistem menejemn database. Hal ini berfungsi agar anda dapat menampilkan data sesuai dengan keinginan anda. Jika dulu biasanya orang menggunakan Microsoft Excel untuk melakukan sorting data dalam database.

Kini Mysql memiliki fungsi yang lebih lengkap untuk manajemen database anda. Bahkan, Mysql ini mampu mengolah ribuan data dengan cepat. Selain kamu dapat melakukan eksport data dari aplikasi mu hanya menggunakan mysql. Yuk, simak artikel berikut ini.

Baca Juga : Cara Konfigurasi Database MySQL pada cPanel

 

Apa Itu MySQL ?

 

Jika dilihat dari kepanjangannya SQL (Structured Query Language) dapat diartikan sebagai suatu bahasa pemograman khusus pada sistem manajemen di database yang menggunakan instruksi-instruksi khusus dalam memanipulasikan data guna menjalankan perintah-perintahnya.

Dalam hal ini, Query memegang peranan penting sebagai instruksi-intruksi yang berguna dalam pengelolaan database. Diketahui SQL (Structured Query Language) sudah diakui oleh ANSI secara de facto sebagai salah satu bahasa pemograman database yang memiliki standar khusus. SQL (Structured Query Language) adalah bahasa pemograman yang penting untuk dipahami karena bisa menjadi relasi bagi beberapa tabel dengan database maupun antar database itu sendiri.

 

Sejarah MySQL

 

Pada tahun 1979 merupakan awal pertama kali MySQL diciptakan, oleh Michael Monthy Widenius, seorang programmer komputer asal Swedia. Monty mengembangkan sebuah sistem database sederhana yang dinamakan UNIREG yang menggunakan koneksi low-level ISAM database engine dengan indexing. Ketika saat itu juga Monty bekerja pada perusahaan bernama TcX di Swedia.

Selanjutnya, pada tahun 1994 TcX pada tahun mulai mengembangkan aplikasi berbasis web, dan berencana menggunakan UNIREG sebagai sistem database. Namun sayangnya, UNIREG dianggagap tidak cocok untuk database yang dinamis seperti web. Hingga akhirnya TcX mencoba memperbaiki sistem database miliknya salah satunya ialah mSQL (miniSQL) . Namun mSQL versi 1 ini juga memiliki kekurangan, yaitu tidak mendukung indexing, sehingga performanya tidak terlalu bagus.

Dengan tujuan memperbaiki performa mSQL, Monty mencoba menghubungi David Hughes (programmer yang mengembangkan mSQL) untuk menanyakan apakah ia tertarik mengembangkan sebuah konektor di mSQL yang dapat dihubungkan dengan UNIREG ISAM sehingga mendukung indexing. Namun saat itu Hughes menolak, dengan alasan sedang mengembangkan teknologi indexing yang independen untuk mSQL versi 2.

Dikarenakan penolakan tersebut, David Hughes, TcX (dan juga Monty) akhirnya memutuskan untuk merancang dan mengembangkan sendiri konsep sistem database baru. Sistem ini merupakan gabungan dari UNIREG dan mSQL (yang source codenya dapat bebas digunakan).

Sehingga pada May 1995, sebuah RDBMS baru, yang dinamakan MySQL dirilis. David Axmark dari Detron HB, rekanan TcX mengusulkan agar MySQL di ‘jual’ dengan model bisnis baru. Ia mengusulkan agar MySQL dikembangkan dan dirilis dengan gratis. Pendapatan perusahaan selanjutnya di dapat dari menjual jasa “support” untuk perusahaan yang ingin mengimplementasikan MySQL. Konsep bisnis ini sekarang dikenal dengan istilah Open Source.

Setelah mengembangkan MySQL, pada tahun 1995 maka MySQL resmi dirilis. Bahkan hingga kini MySQL dibawah naungan Oracle perusahaan yaitu kerjasama antara pengembang UNIREG (Michael Monty Widenius), mSQL (David Hughes), dan TcX.

 

Kelebihan MySQL

 

Dapat diintegrasikan dengan beberapa bahasa Pemrograman seperti .Net, Java, Python, Perl yang merupakan bahasa pemrograman yang paling dominan di kalangan programmer.

Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows sehingga bisa digunakan aplikasi yang berjalan diwindows.
Bisa dijalankan pada spesifikasi hardware yang rendah karena lebih hemat resource memory (dibandingkan database lain) sehingga mudah digunakan untuk bahan pembelajaran.

MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari 20 bahasa meskipun bahasa indonesia belum termasuk didalamnya. MySQL dapat diintegrasikan dengan Hosting.

 

Kekurangan MySQL

 

Banyak mengklaim kurang support terhadap pemrograman Visual/Desktop, sehingga sedikit yang menggunakan untuk aplikasi visual. Karena berlisensi GPL sehingga sulit mendapatkan update untuk problem yang urgent, sehingga perusahaan skala menengah keatas lebih memilih RDBMS berlisensi dan disupport seperti Oracle dan MS SQL Server.

Sangat diragukan dalam menangani data skala besar, karena ada beberapa opini yang pro dan kontra terhadap kemampuan MySQL terhadap pengolahan data yang besar.

Baca Juga : Tutorial Import dan Eksport Database Localhost ke Hosting

 

Diakuisisi Oleh Oracle

Pada tanggal 16 Januari 2008 Sun Microsystems, Inc mengumumkan aksi korporasi – akuisisi terhadap MySQL AB sehingga menjadikan Sun sebagai salah satu perusahaan dengan produk platform open source terbesar seperti Java, OpenSolaris dan akhirnya MySQL.

Berselang setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 2009 giliran Oracle melakukan akusisi terhadap Sun Microsystems. Sejak saat itu berkembang isu Oracle – yang memiliki produk database yang berkompetisi dengan MySQL – akan mematikan MySQL. Namun sampai sejauh ini hal tersebut belum terbukti.

 

Cara Kerja MySQL

 

Pada dasarnya MySQL merupakan dasar dari model client-server. Server MySQL akan menangani segala instruksi yang ada pada database. Servernya pun tersedia sebagai progam terpisah yang akan digunakan dalam jangkauan client dan server serta berfungsi sebagai perpustakaan yang akan disematkan pada aplikasi secara terpisah.

Dalam hal ini SQL (Structured Query Language) beroperasi dengan beberapa dari program utilitas yang nantinya mendukung segala administrasi pada database. Perintah yang dikirimkan kepada server melalui client yang sudah dinstalkan pada komputer.

Pada awalnya SQL dikembangkan guna agar dapat menangani segala database besar dengan waktu yang cepat. Meskipun hanya dinstall dalam satu mesin saja, namun SQL dapat mengirim database pada beberapa lokasi. Hal demikian karena para pengguna dapat mengaksesnya lewat interface pada client SQL yang berbeda.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian dari SQL (Structured Query Language), apa fungsi sebenarnya dan bagaimana cara kerjanya. Semoga dapat menambah pengetahuan bagi anda yang ingin mempelajari lebih dalam menganai dunia komputer terlebih dunia pemograman.

 

Macam – Macam Perintah MySQL

 

Dalam Melaksanakan beberapa perintah dalam sistem manajemen database berikut ini berbagai macam perintah sql.

 

1. Data Definition Language (DDL)

DDL adalah sub perintah dari bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka sebuah database, dalam hal ini database dan table. Terdapat tiga perintah penting dalam DDL, yaitu CREATE, ALTER, DROP.

CREATE: perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di dalamnya membuat database baru, tabel baru view baru, dan kolom baru.
Contoh: CREATE DATABASE nama_database

ALTER: perintah ALTER berfungsi untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Mencakup di dalamnya mengubah nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, dan memberikan atribut pada kolom.
Contoh: ALTER TABLE nama_tabel ADD nama_kolom datatype

DROP: perintah DROP berfungsi untuk menghapus database atau tabel.
Contoh: DROP DATABASE nama_database

 

2. Data Manipulation Language (DML)

DML adalah sub perintah dari bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database yang telah dibuat. Terdapat empat perintah penting dalam DML, yaitu INSERT, SELECT, UPDATE, dan DELETE.

INSERT: perintah ini digunakan untuk memasukkan data baru ke dalam sebuah tabel. Perintah ini tentu saja bisa dijalankan ketika database dan tabel sudah dibuat.
Contoh: INSERT INTO nama_tabel VALUES (data1, data2, dst…);

SELECT: perintah ini digunakan untuk mengambil dan menampilkan data dari tabel atau bahkan dari beberapa tabel dengan penggunaan relasi.
Contoh: SELECT nama_kolom1, nama_kolom2 FROM nama_tabel;

UPDATE: perintah update digunakan untuk memperbaharui data pada sebuah tabel.
Contoh: UPDATE nama_tabel SET kolom1=data1, kolom2=data2,… WHERE kolom=data;

DELETE: perintah delete digunakan untuk menghapus data dari sebuah tabel.
Contoh: DELETE FROM nama_tabel WHERE kolom=data;

 

3. Data Control Language (DCL)

DCL adalah sub bahasa SQL yang berfungsi untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya, seperti manipulasi user dan hak akses (priviledges). Yang termasuk perintah dalam DCL ada dua, yaitu GRANT dan REVOKE.

GRANT: perintah ini digunakan untuk memberikan hak akses oleh admin ke salah satu user atau pengguna. Hak akses tersebut bisa berupa hak membuat (CREATE), mengambil data (SELECT), menghapus data (DELETE), mengubah data (UPDATE), dan hak khusus lainnya yang berhubungan dengan sistem database.

REVOKE: perintah ini digunakan untuk mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user. Dalam ini merupakan kebalikan dari perintah GRANT.

Selanjutya  ialah berbagai macam perintah yang biasa digunakan dalam MySQL beserta contohnya.

1. Perintah SELECT

Perintah SELECT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk memilih data dari database. Data yang di kembalikan di simpan dalam tabel yang di sebut result-set.

SELECT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel;
SELECT * FROM nama_tabel;

 

2. Perintah SELECT DISTINCT

Perintah SELECT DISTINCT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mengembalikan hanya nilai yang berbeda dari dalam sebuah tabel, dengan kata lain semua record duplikat (record dengan nilai yang sama) yang terdapat pada tabel akan di anggap sebagai satu record/nilai.

SELECT DISTINCT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel;

 

3. Perintah WHERE

Perintah WHERE merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mem-filter hasil SELECT dengan mengekstrak record yang memenuhi persyaratan tertentu.

SELECT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

4. Perintah (operator) AND, OR dan NOT

Operator AND, OR dan NOT merupakan perintah dasar SQL yang biasanya di kombinasikan dengan perintah WHERE. Ketiganya di gunakan untuk mem-filter record berdasarkan suatu kondisi, operator AND akan menampilkan record apabila semua kondisi bernilai TRUE, operator OR akan menampilkan record apabila salah satu kondisi bernilai TRUE, sedangkan operator NOT akan menampilkan record apabila semua kondisi bernilai FALSE.

SELECT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND kondisi2 AND kondisi3;
SELECT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR kondisi2 OR kondisi3 …;

5. Perintah ORDER BY

Perintah ORDER BY merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mengurutkan result-set dalam pengurutan ‘ascending’ atau ‘descending’. Secara default perintah ORDER BY menampilkan record dalam pengurutan ‘ascending’ (‘ASC’). Untuk mengurutkan ‘descending’, gunakan kata kunci ‘DESC’.

SELECT kolom1, kolom2, … FROM nama_tabel ORDER BY column DESC;

SELECT nis, nama FROM siswa ORDER BY tahun_lahir DESC;

 

6. Perintah INSERT INTO

Dalam SQL, perintah INSERT INTO merupakan perintah dasar SQL bagian dari perintah untuk DML (Data Manipulation Language) Saya asumsikan Anda telah faham perbedaan DDL, DCL, dan DML. Perintah INSERT INTO dapat di gunakan untuk menambahkan record baru ke dalam tabel.

INSERT INTO nama_tabel VALUES (nilai1, nilai2, nilai3, …);
INSERT INTO nama_tabel (kolom1, kolom2) VALUES (nilai1, nilai2);

 

7. Perintah UPDATE

Perintah UPDATE merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk memperbarui atau mengubah nilai suatu record berdasarkan kriteria tertentu.

UPDATE nama_tabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2, … WHERE kondisi;

 

8. Perintah DELETE

Hampir sama dengan perintah UPDATE, perintah DELETE juga merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menghapus nilai suatu record berdasarkan kriteria tertentu.

DELETE FROM table_name WHERE condition;

 

9. Perintah (fungsi) MIN()

Fungsi MIN() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan nilai terkecil dari suatu kolom, Anda dapat menerapkannya pada kolom ‘harga’, ‘nilai’, ‘qty’ atau kolom yang semisal dengan itu, berbeda dengan perintah ORDEY BY, fungsi MIN() hanya menampilkan satu record saja yang memenuhi kriteria yang Anda tentukan.

SELECT MIN(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

10. Perintah (fungsi) MAX()

Fungsi MAX() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan nilai terbesar dari suatu kolom, seperti halnya fungsi MIN() Anda dapat menerapkannya pada kolom ‘harga’, ‘nilai’, ‘qty’ atau kolom yang semisal dengan itu.

SELECT MAX(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

11. Perintah (fungsi) COUNT()

Fungsi COUNT() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan jumlah hitungan record yang memenuhi suatu kriteria.

SELECT COUNT(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

12. Perintah (fungsi) AVG()

Fungsi AVG() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan rata-rata record yang memenuhi suatu kriteria, tentunya nilai pada kolom harus numerik.

SELECT AVG(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

13. Perintah (fungsi) SUM()

Fungsi SUM() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan jumlah record yang memenuhi suatu kriteria, tentunya nilai pada kolom harus numerik.

SELECT SUM(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

14. Perintah INNER JOIN

INNER JOIN merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menggabungkan beberapa tabel dan mengambil nilai yang cocok (identik) di antara kedua tabel tersebut.

SELECT nama_kolom1, nama_kolom2, … FROM tabel1 INNER JOIN tabel2 ON tabel1.nama_kolom = tabel2.nama_kolom;

 

15. Perintah LEFT JOIN

LEFT JOIN merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menggabungkan beberapa tabel dan mengambil nilai yang cocok (identik) di antara kedua tabel tersebut dan nilai lain dari tabel pada ruas kiri meskipun tak ada nilai yang cocok dengan tabel pada ruas kanan.

SELECT nama_kolom1, nama_kolom2, … FROM tabel1 LEFT JOIN tabel2 ON tabel1.nama_kolom = tabel2.nama_kolom;

 

Kesimpulan dan Penutup

Dalam Perkembangannya SQL telah banyak mengalami perombakan, hingga pada tahun 1995 SQL berhasil diluncurkan dibawah naungan Oracle. SQL merupakan suatu bahasa pemograman khusus pada sistem manajemen di database yang menggunakan instruksi-instruksi khusus dalam memanipulasikan data guna menjalankan perintah-perintahnya.

Perintah – Perintah dalam SQL ada banyak jenisnya, yaitu Create, Read, Update, Delete yang berfungsi dalam mengelola sebuah data dengan data lainnya. SQL dapat membuat satu pekerjaan besar menjadi bentuk lebih sederhana hanya dengan menggunakan perintah SQL.

Terutama didalam sebuah aplikasi yang menangani banyak data didalamnya, sangat dibutuhkan sebuah tools database untuk mengelola data dalam aplikasi secara otomatis. Sehingga aplikasi dapat berjalan dengan cepat dan lancar.

Related Post :

popup image