Panduan Mengenal Payment Gateway Sebagai Alat Pembayaran di Indonesia

Serba Serbi, Technology / 0 | | 1

Pembayaran adalah konsep umum untuk menukar barang atau jasa berharga dengan uang, di mana metode pembayaran yang umum ditemukan termasuk kartu debit, transfer bank, e-banking, kartu prabayar, dan bentuk lainnya. Seiring berkembangnya teknologi, digitalisasi telah membawa dampak besar pada transaksi pembayaran dan lanskap transaksi yang dilakukan antara orang dan perusahaan, mengembangkan fungsi konvensional di berbagai sektor dan khususnya di sektor keuangan. Perekonomian Indonesia memiliki potensi besar dalam revolusi digital ini, mengingat kekuatan ekonomi konsumen di Indonesia.

Industri keuangan yang terintegrasi dengan teknologi ibarat lautan luas dimana orang-orang yang bertransaksi dapat tersesat jika tidak mengetahui posisi dan arah tujuan bisnisnya. Di antara kumpulan solusi teknologi, payment gateway muncul sebagai salah satu ceruk bisnis yang menemukan landasan kokoh di tengah lautan luas dan berkontribusi sebagai salah satu pendorong tren bisnis online di Indonesia. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai payment gateway sebagai alat pembayaran di Indonesia.

 

Baca Juga :  Payment Gateway : Cara Kerja dan Tipe/Jenis Pembayaran Terbaik Bagi Bisnis Online

 

Mengenal Apa Itu Payment Gateway

Panduan Mengenal Payment Gateway Sebagai Alat Pembayaran di Indonesia
 

Payment gateway adalah teknologi yang digunakan oleh pedagang untuk menerima pembelian kartu debit atau kredit dari pelanggan. Istilah ini tidak hanya mencakup perangkat pembaca kartu fisik yang ditemukan di toko ritel fisik tetapi juga portal pemrosesan pembayaran yang ditemukan di toko online. Namun, payment gateway dalam beberapa tahun terakhir telah mulai menerima pembayaran berbasis telepon menggunakan kode QR atau teknologi Near Field Communication (NFC).

Selain itu, payment gateway adalah komponen kunci dari sistem pemrosesan pembayaran elektronik, dan pedagang menggunakannya untuk memproses pembayaran tanpa uang tunai yang dilakukan oleh pembeli. Pembayaran yang diproses tidak termasuk pembayaran melalui kartu fisik seperti kartu debit dan kredit, tetapi juga melalui rekening virtual dan transfer antar bank yang terdapat dalam layanan e-commerce.

Prinsip kerja payment gateway sederhana. Ini akan bertindak sebagai perangkat lunak pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi pelanggan ke bank pedagang, di mana transaksi kemudian diproses. Dalam prosesnya, perangkat lunak akan membuat jalur yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi sensitif pelanggan, bank, dan pedagang. Teknologi yang digunakan oleh layanan payment gateway juga terus berkembang seiring dengan perubahan preferensi konsumen dan kemampuan teknis. Di masa lalu, terminal akan menerima pembayaran menggunakan kartu kredit/debit yang menggunakan pita magnetik dan memerlukan tanda tangan pelanggan.

Namun, teknologi ini telah berubah menjadi kartu yang memiliki chip dan mengharuskan pelanggan memasukkan PIN ke perangkat keras untuk identifikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, gateway pembayaran brick and mortar juga telah berkembang dan dapat menerima pembayaran menggunakan kode QR seperti QRIS atau teknologi Near Field Communication (NFC). Arsitektur gateway pembayaran juga akan berbeda tergantung pada platform yang digunakan oleh pedagang. Jika pedagang menggunakan layanan online, antarmuka pemrograman aplikasi (API) diperlukan agar situs web masing-masing dapat berkomunikasi dengan jaringan pemrosesan pembayaran yang mendasarinya. Sedangkan untuk layanan offline, seperti in-store, payment gateway akan menggunakan terminal Point of Sales (POS) yang terhubung ke jaringan pemrosesan pembayaran secara elektronik menggunakan saluran telepon atau koneksi internet.

Baca Juga :  Rekomendasi Payment Gateway untuk UMKM Terbaik dan Murah di Indonesia

Sistem keamanan payment gateway juga harus tegas karena harus melindungi informasi sensitif yang dikirimkan. Setidaknya ada tiga standar keamanan yang harus ada dalam sebuah layanan payment gateway, yaitu :

  1. Sistem verifikasi alamat

    Ini digunakan untuk memverifikasi tagihan pelanggan secara otomatis sesuai dengan data yang dimasukkan, seperti nomor telepon, email, kartu kredit, atau alamat penagihan lainnya. Detail tagihan akan dicek dan disesuaikan dengan data resmi yang terdaftar di sistem ini

  2. Kode keamanan kartu

    Ini adalah sistem yang membuat transaksi hanya diproses jika memiliki tiga digit terakhir dari nomor kartu kredit/debit.

  3. 3D secure password

    Ini adalah sistem keamanan berlapis yang melindungi kartu kredit/debit pelanggan dari penggunaan yang tidak sah. Dalam prakteknya, akan muncul jendela dari penerbit kartu yang digunakan oleh pelanggan untuk memasukkan PIN atau kode khusus saat melakukan pembayaran online di web.

 

Baca Juga :  Daftar Payment Gateway Indonesia Terbaik dan Murah untuk Bisnis / Website

 

Payment Gateway di Indonesia

Panduan Mengenal Payment Gateway Sebagai Alat Pembayaran di Indonesia
 

Ketika e-commerce mulai berkembang di Indonesia, layanan payment gateway hampir tidak dapat ditemukan. Hanya satu atau dua perusahaan yang menjalankan lini bisnis ini dan membantu layanan e-commerce sebagai pihak yang mengotorisasi pembayaran kartu kredit dan transaksi online lainnya. Namun, pesatnya perkembangan internet dan industri e-commerce di Indonesia pada akhirnya mendorong tumbuhnya bisnis lain, termasuk payment gateway. Berbagai pebisnis dari berbagai pihak dengan skala berbeda yang berasal dari dalam dan luar negeri akhirnya muncul dan mengikuti persaingan di pasar ini.

Pesatnya pertumbuhan bisnis payment gateway bukan tanpa alasan. Kehadirannya di pasar Indonesia menjadi angin segar bagi pelanggan dan merchant karena menawarkan kemudahan dalam memproses pembayaran nontunai, baik menggunakan kartu maupun online. Setidaknya ada enam keuntungan bagi merchant ketika memutuskan untuk menggunakan payment gateway sebagai penunjang sistem pembayaran cashless, yaitu :

  • Menambahkan opsi metode pembayaran yang dapat digunakan.
  • Mempercepat proses transaksi.
  • Keamanan transaksi terjamin.
  • Perluas jangkauan pasar.
  • Tidak ada batasan transaksi.
  • Memungkinkan beberapa transaksi terjadi pada satu waktu.

Namun pertumbuhan yang pesat tersebut juga menimbulkan permasalahan kompleksitas dan fragmentasi layanan yang bertentangan dengan prinsip interkoneksi dan interoperabilitas yang ingin dicapai oleh Bank Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia dan industri sistem pembayaran menginisiasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada tahun 2018 untuk menciptakan ekosistem pembayaran ritel nasional yang terhubung secara optimal dengan prinsip interkoneksi dan interoperabilitas.

GPN dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme atau arrangement untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan saluran pembayaran secara nasional. GPN menjadi dasar pelaksanaan switching interkoneksi, interoperabilitas dan interkoneksi kanal pembayaran melalui kanal ATM, Electronic Data Capture (EDC), agen, Payment Gateway (PG), dan kanal pembayaran lainnya, serta interoperabilitas instrumen pembayaran di berupa kartu ATM dan/atau kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, dan alat pembayaran lainnya.

Penyelenggara GPN dibagi menjadi tiga agensi, Standard Agencies, Switching Agencies, dan Services Agencies. The Standards Institute memiliki fungsi menyusun, mengembangkan, dan mengelola standar untuk memastikan interkoneksi dan interoperabilitas instrumen pembayaran, saluran pembayaran, dan switching, serta keamanan. Lembaga Switching berfungsi untuk mengolah data transaksi pembayaran di dalam negeri dalam rangka interkoneksi dan interoperabilitas. Services Agencies mempunyai tugas menjaga keamanan transaksi pembayaran dan kerahasiaan data nasabah, melakukan rekonsiliasi, kliring, penyelesaian, dan mengembangkan sistem pencegahan fraud, manajemen risiko, dan mitigasi risiko.

 

Baca Juga :  Midtrans Payment Gateway: Panduan Dasar, Cara Kerjanya

 

Kesimpulan dan Penutup

Payment gateway adalah fitur penting dari ekonomi digital. Dengan memungkinkan pelanggan untuk berbagi informasi kartu kredit mereka dengan aman dan aman, sistem ini mengurangi beberapa hambatan untuk perdagangan online. Sementara payment gateway pertama terdiri dari perangkat pembaca kartu sederhana, mereka sekarang menjadi sistem yang canggih untuk mengumpulkan dan mengotentikasi nomor PIN, tanda tangan, dan data lainnya untuk transaksi pedagang.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda menjawab beberapa pertanyaan terkait payment gateway yang diterapkan di Indonesia sebagai alat pembayaran terkini. Sebagai pebisnis, sudah saatnya Anda untuk selalu mempertimbangkan cara pembayaran yang sedang berkembang saat ini agar dapat memberi pilihan atau kemudahan bagi pelanggan dalam bertransaksi dengan perusahaan yang Anda miliki.

Related Post :