Perbedaan Kata Baku Dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 10 | | 0

Dalam penulisan dalam Bahasa Indonesia yang benar berupa laporan, surat, dan lain-lain. Tidak hanya dalam penulisan surat atau laporan, perbedaan penggunaan kata juga dapat ditemui di kehidupan sehari-hari yaitu pada saat berbicara. Kata dalam Bahasa Indonesia ada dua yaitu kata baku dan tidak baku. Penggunaan kata ini dibedakan berdasarkan jenis surat atau laporan yang dibuat selain itu perbedaanya juga dapat dilihat pada saat berkomunikasi kepada atasan atau berada dalam sebuah forum resmi yang menggunakan kata baku agar terlihat lebih sopan.
Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah berkomunikasi yaitu menggunakan kata tidak baku.
Kata baku biasanya dipakai pada lingkungan formal seperti sekolah, tempat kerja, instansi pemerintahan. Berbeda dengan kata tidak baku yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti berbicara dengan teman, chatting di sosial media, dan lain-lain. Namun masih terdapat kesalahan saat menggunakan kata baku maupun tidak baku. Kesalahan yang terjadi bukan hanya dalam hal berkomunikasi saja melainkan menuliskan sebuah kalimat pada surat atau laporan.
Jika terdapat kesalahan saat menggunakannya pada waktu berbicara mungkin tidak terlalu terlihat, namun berbeda halnya pada waktu menuliskan sebuah surat resmi atau laporan. Hal tersebut dapat mengakibatkan hal yang buruk seperti merusak citra seseorang dan terlihat sangat tidak sopan. Agar terhindar dari kesalahan penggunaan kata tersebut, maka simaklah penjelasan di bawah ini.

Pengertian Kata Baku

Arti kata baku adalah kata yang penggunaanya sudah sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Pengertian lain dari kata baku adalah sebagai kata yang sudah benar dari segi aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah Bahasa Indonesia ini dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau tata bahasa baku. Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata. Biasanya, kata baku digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi baik dalam suatu tulisan atau dalam pengungkapan kata. Penggunaan kata baku ini menandakan bahwa Anda menghargai dan menghormati seseorang yang kedudukannya diatas Anda.

Ciri-Ciri Kata Baku

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kata baku, maka Anda juga harus mengetahui bagaimana ciri-ciri kata baku. Ciri dari kata baku sangat berbeda bahkan dapat ditebak jika suatu kata merupakan kata baku. Berikut beberapa ciri-ciri kata baku :

  • Kata baku tidak dapat berubah setiap saat
  • Bukan merupakan bahasa percakapan sehari-hari
  • Tidak terpengaruh bahasa asing
  • Tidak terpengaruh bahasa daerah
  • Memiliki minimal subjek dan predikat.
  • Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
  • Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
  • Kata baku mempunyai arti yang pasti tidak rancu

Pengertian Kata Tidak Baku

Perbedaan Kata Baku Dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya
Perbedaan Kata Baku Dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya

Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Untuk jenis kata yang satu ini ternyata bisa muncul karena penggunaan bahasa yang salah dan terus diulang.Beberapa orang tidak dapat membedakan yang mana kata baku atau tidak. Bahkan, beberapa orang keliru menganggap kata yang sering dipakai olehnya merupakan kata baku yang sesuai kaidah bahasa Indonesia. Hal ini dapat menjadi kebiasaan yang buruk jika menggunakan kata-kata secara tidak tepat. Terdapat faktor lain yang dapat memunculkan kata-kata tidak baku yaitu :

  • Menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
  • Menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
  • Terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata tidak baku
  • Terbiasa menggunakan kata tidak baku

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Disini akan dijelaskan bagaimana ciri-ciri kata tidak baku agar dapat membedakan dengan kata baku tadi. Perbedaan dari kedua kata tersebut dapat dilihat pada ciri-cirinya juga. Berikut merupakan ciri-ciri dari kata tidak baku :

  • Tidak memiliki subjek atau predikat atau keduanya.
  • Menggunakan kata-kata, frasa atau bentuk lain yang tidak perlu.
  • Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
  • Terpengaruh oleh perkembangan zaman
  • Digunakan dalam pembicaraan santai sehari-hari
  • Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
  • Ejaan yang digunakan tidak tepat atau tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
  • Bersifat ambigu sehingga kerap terjadi salah penafsiran.
  • Preposisi tidak digunakan dengan tepat.

Contoh Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Apabila masih bingung membedakan antara kata baku dan kata tidak baku maka disini akan ditampilkan contoh dari kedua kata tersebut. Dapat dilihat juga bagaimana penulisan kata baku yang benar agar tidak terjadi kesalahan saat penggunaanya. Dibawah ini terdapat contoh dari kata baku dan tidak baku.

No Kata Baku Kata Tidak Baku
1 Abjad Abjat
2 Advokat Adpokat
3 Afdal Afdol
4 Aktif Aktip
5 Aktivitas Aktifitas
6 Ambeien Ambeyen
7 Al Quran Alquran
8 Andal Handal
9 Apotek Apotik
10 Asas Azas
11 Astronaut Astronot
12 Atlet Atlit
13 Atmosfer Atmosfir
14 Baut Baud
15 Baterai Baterei
16 Berpikir Berfikir
17 Besok Esok
18 Biosfer Biosfir
19 Bujet Budjet
20 Bus Bis
21 Cabai Cabe
22 Cedera Cidera
23 Cendekiawan Cendikiawan
24 Cengkeram Cengkram
25 Cenderamata Cinderamata
26 Daftar Daptar
27 Debitur Debitor
28 Dekret Dekrit
29 Definisi Difinisi
30 Depot Depo
31 Detail Detil
32 Diagnosis Diagnosa
33 Diesel Disel
34 Dipersilakan Dipersilahkan
35 Diskotek Diskotik
36 Drainase Drainage
37 Dolar Dollar
38 Durian Duren
39 Ekspor Eksport
40 Ekstrem Ekstrim
41 Ekuivalen Ekwivalen
42 Embus Hembus
43 Esai Esei
44 Faksimile Faksimil
45 Februari Pebruari
46 Film Filem
47 Fisik Phisik
48 Fondasi Pondasi
49 Formal Formil
50 Foto Photo
51 Frekuensi Frekwensi
52 Gizi Gisi
53 Gladi Geladi
54 Griya Gria
55 Gubuk Gubug
56 Hafal Hapal
57 Hak Haq
58 Hakikat Hakekat
59 Hektare Hektar
60 Hierarki Hirarki
61 Hipotesis Hipotesat
62 Ijazah Ijasah
63 Ikhlas Ihlas
64 Imbau Himbau
65 Indera Indra
66 Insaf Insyaf
67 Isap Hisap
68 Islamiah Islamiyah
69 Istri Isteri
70 Izin Ijin
71 Jadwal Jadual
72 Jenazah Jenasah
73 Jenderal Jendral
74 Junior Yunior
75 Justru Justeru
76 Kaidah Kaedah
77 Karier Karir
78 Kategori Katagori
79 Kedelai Kedelei
80 Koboi Koboy
81 Komplet Komplit
82 Konferensi Konperensi
83 Kongres Konggres
84 Konkret Konkrit
85 Korsleting Konsleting
86 Kreatif Kreative
87 Kreativitas Kreatifitas
88 Kualifikasi Kwalifikasi
89 Kualitatif Kwalitatif
90 Kuantitatif Kwantitatif
91 Kualitas Kwalitas
92 Kuarsa Kwarsa
93 Kuitansi Kwitansi
94 Kiai Kyai
95 Lubang Lobang
96 Maaf Ma’af
97 Makhluk Mahluk
98 Manajemen Managemen
99 Manajer Manager
100 Mantra Mantera
101 Mencolok Menyolok
102 Menerjemahkan Menterjemahkan
103 Mengesampingkan Menyampingkan
104 Merek Merk
105 Meterai Meterei
106 Metode Metoda
107 Mesti Musti
108 Museum Musium
109 Motif Motip
110 Motivasi Motifasi
111 Nasihat Nasehat
112 November Nopember
113 Napas Nafas
114 Objek Obyek
115 Organisasi Organisir
116 Orisinal Orisinil
117 Paham Faham
118 Paspor Pasport
119 Pikir Fikir
120 Praktik Praktek
121 Produktivitas Produktifitas
122 Provinsi Propinsi
123 Risiko Resiko
124 Rezeki Rejeki
125 Sah Syah
126 Saksama Seksama
127 Saraf Syaraf
128 Sekadar Sekedar
129 Sekretaris Sekertaris
130 Semifinal Semi Final
131 Seprai Seprei
132 Silakan Silahkan
133 Sistem Sistim
134 Subjek Subyek
135 Sutera Sutra
136 Syukur Sukur
137 Tafsir Tapsir
138 Teladan Tauladan
139 Teknik Tehnik
140 Tenteram Tentram
141 Trofi Tropi
142 Teoretis Teoritis
143 Terampil Trampil
144 Urgen Urgent
145 Ustaz Ustad / Ustadz
146 Utang Hutang
147 Varietas Varitas
148 Vila Villa
149 Wali Kota Walikota
150 Wujud Ujud
151 Yudikatif Judikatip
152 Yurisdiksi Jurisdiksi
153 Zamzam Zam-Zam
154 Zaman Jaman
155 Zona Zone

Kesimpulan dan Saran

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri dan contoh dari kata baku dan tidak baku diharapkan agar tidak salah dalam penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa kata baku jarang sekali dipakai pada percakapan yang dilakukan secara non formal seperti berbicara dengan teman, chatting di sosial media ataupun menulis surat pribadi. Hal tersebut dikarenakan adanya kebiasan dalam penggunaan kata tidak baku di masyarakat. Seringkali bahkan masyarakat tidak menyadari bahwa kata tersebut tidak benar untuk diucapkan dan digunakan.

Oleh karena itu untuk melestarikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar haruslah dibudayakan penggunaan kata baku dan sesuai aturan dalam pedoman yang telah ditetapkan. Tidak hanya sebagai formalitas saja namun diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda sudah dapat menerapkannya dengan baik dan benar dalam kehidupan, bukan tidak mungkin orang-orang disekitar Anda juga sadar dalam penggunaan kata baku.

Banner

Related Post :

popup image