Tips Memilih Framework dan Mengenal Klasifikasi Arsitekturnya

Development & Security, Web & Development / 1 | | 2

Jika Anda seorang pengembang web, tentu tidak asing dengan istilah framework yang sering dibicarakan dan digunakan oleh para pengembang lain. Tapi, apa itu framework? Framework adalah kerangka kerja yang membantu seseorang dalam melakukan sesuatu. Dalam pengembangan web maupun pemrograman komputer adalah kerangka kerja yang berisi beragam fungsi dan variable sehingga pengembang tidak perlu membuat kode sebuah web dari awal.

Pengembang hanya perlu menyusun komponen-komponen yang ada. Adanya framework tentu memberikan kemudahan bagi pengembang. Framework menyediakan berbagai fungsionalitas umum namun pengembang tetap dapat mengubah atau menambahkan kode Sehingga secara garis besar, framework merupakan template untuk fungsi-fungsi generik tertentu yang berguna bagi pengembang dalam membuat web.

Tanpa framework, pengembang harus membuat kode yang sangat banyak dan mencakup hal yang luas, tetapi dengan framework, pengembang hanya perlu menyusun komponen, melakukan debugging dan sebagainya. Namun, jumlah framework yang ada tidak sedikit, sebuah framework memiliki tujuan dan kegunaannya masing-masing. Apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih framework? Serta bagaimana klasifikasi arsitektur dari framework? Simak artikel singkat berikut ini.

 

Tips Memilih Framework Terbaik

Tips Memilih Framework dan Mengenal Klasifikasi Arsitekturnya
 

 

Ketika seorang pengembang memilih framework, ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan. Ini penting untuk dilakukan karena bisa saja pengembangan yang dikerjakan memerlukan framework tertentu, atau bahkan tidak memerlukan framework. Di bawah ini adalah hal-hal yang bisa menjadi pertimbangn dalam memilih framework.

  • Tujuan penggunaan framework

    Sebagai seorang pengembang, Anda perlu membuat daftar hal-hal yang diperlukan dalam pembuatan web. Anda membutuhkan framework jika aplikasi yang Anda kembangkan berbasis operasi CRUD, ada sistem yang memisahkan UI dan logika namun tidak banyak waktu untuk mengimplementasikan sistem yang sesuai, serta Anda memiliki library yang menyimpan berbagai aspek operasi tentang pengembangan web.
    Sebaliknya, Anda tidak memerlukan framework jika Anda memiliki waktu yang sempit dan perlu mempelajarinya dari awal, atau Anda hanya memerlukan bagian spesifik tertentu seperti ORM (Object–relational Mapping).

  • Lisensi

    Kebanyakan framework memiliki lisensi yang bebas untuk digunakan dalam aplikasi komersial. Namun, tidak semua framework memberikan izin untuk penggunaan komersial. Karenanya, Anda perlu mencari tahu apakah framework bisa dipakai untuk aplikasi komersial, sebelum Anda membuat aplikasi atau web dengan framework yang ternyata tidak memberikan izin tersebut.
    Baca Juga  :    Mengenal Apa Itu Framework dan Manfaat Menggunakannya

  • Keamanan

    Keamanan sebuah framework perlu menjadi pertimbangan dalam memilih. Anda harus memastikan framework yang Anda pilih memiliki kemampuan dalam memastikan fungsi keamanan (contohnya XXS Management).

  • Kemudahan instalasi

    Framework yang menawarkan berbagai fitur dan kemudahan akan menimbulkan masalah jika sulit untuk diinstall. Framework cepat dan simpel untuk di set up perlu menjadi pertimbangan Anda dalam memilih. Pilihlah framework yang dapat digunakan secepat mungkin.

  • Popularitas

    Framework yang popular memiliki komunitas yang juga besar. Framework dengan komunitas besar menyediakan pembaharuan, ide-ide, plug-ins dan inovasi baru yang dapat digunakan dalam pengembang web atau aplikasi Anda.
    Baca Juga  :   Perbedaan Laravel Framework dan Django Framework

  • Pola dari perangkat lunak

    Hampir semua framework yang ada menggunakan pola yang sama yaitu MVC, tapi apa itu MVC? MVC adalah akronim dari Model View Controller. MVC dapat membantu Anda dalam menyimpan data-data Anda seperti model, logika dan sebagainya secara terpisah. Ini memberikan Anda kemudahan untuk membuat kode yang lebih baik untuk hasil maksimal.
    Walau demikian, ada varian lain dari pola perangkat lunak, seperto MVP atau Model View Presenter, MVA atau Model View Adapter dan AVC atau Application View Controller. A

  • Hosting

    Perlu dipertimbangkan framework yang mudah digunakan dengan shared hosting, karena terkadang pengembangan web atau aplikasi mungkin tidak memiliki biaya yang cukup untuk dedicated hosting. Terdapat beberapa framework yang cocok dengan shared hosting seperti Codeigniter, CakePHP, Kohana dan sebagainya. Tetapi ada juga beberapa framework yang mungkin membutuhkan set up berbeda seperti Ruby on Rails, Djanggo, Pylons dan kebanyakan framework non PHP lainnya.

  • Dokumentasi

    Dokumentasi yang rapi, bersih, dan detail dapat membantu Anda untuk memahami fungsi-fungsi dari framework. Karenanya Anda bisa mencari framework dengan dokumentasi yang memiliki banyak contoh, snippets, sample code dan tutorial.Memperbaiki bugs dan selalu update
    Sebagai pengembang Anda perlu memilih framework yang tidak stagnan. Pilihlah framework yang selalu update dan bug-nya diperbaiki. Selain itu perhatikan keamanan yang ada karena Anda tentu tidak ingin peretas mengetahui kelemahan keamanan yang terdapat dalam framework.

 

Baca Juga   :    Mengenal dan Mengetahui Tentang Kelebihan dan Kekurangan Dari Zend Framework

 

Klasifikasi Pola Arsitektur Framework

Tips Memilih Framework dan Mengenal Klasifikasi Arsitekturnya
 

 

Pola arsitektur secara garis besar adalah solusi yang dapat dipakai berulang kali untuk masalah-masalah umum yang terjadi dalam arsitektur perangkat lunak. Berikut adalah beberapa pola arsitektur perangkat lunak yang umum digunakan :

  • Pola structural menangani masalah yang berhubungan dengan struktur level tinggi dari aplikasi yangs sedang dikembangkan.
  • Pola komputasional menangani masalah yang berhubungan dengan identifikasi key computation.
  • Pola strategi algoritma menangani permasalahan tentang strategi level tinggi yang mendeskripsikan cara eksploitasi karakteristik di platform komputasional.
  • Pola strategi implementasi untuk membantu menangani masalah yang berhubungan dengan realisasi kode sumber untuk mendukung bagaimana program itu diatur.
  • Pola eksekusi menangani masalah terkait dukungan eksekusi dari sebuah aplikasi, termasuk bagaimana strategi mengeksekusi arus pekerjaan dan membangun block agar mampu membuat sinkronisasi antara pekerjaan.
  • Pola desain dapat mempercepat proses pengembangan dengan menyediakan paradigma pengembangan yang telah diuji dan dibuktikan. Penggunaan pola desain secara berulang membantu pengembang untuk menghindari isu-isu kecil yang menjadi penyebab dari masalah besar. Hal ini juga meningkatkan code readability bagi arsitek dan pengembang yang familiar dengan polanya.

 

Baca Juga  :    Cara Instalasi Laravel pada Layanan Server Private Cloud

 

Kesimpulan dan Penutup

Framework secara garis besar adalah rangka kerja atau template yang membantu pengembang dalam mengembangkan web atau aplikasi dan menyediakan berbagai fungsi dan variable sehingga pengembang tidak perlu membuat kode dari awal, memperbaiki bug, mengupdate sistem keamanan dan sebagainya. Pengembang hanya perlu menyusun komponen yang ada.

Dalam memilih framework, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Anda tidak ingin framework yang Anda pilih tidak memiliki sistem keamanan yang kuat, atau memiliki pola perangkat lunak yang tidak sesuai. Karenanya, Anda harus memilih framework dari berbagai aspek pengembangan yang ada. Salah satunya Anda perlu memahami penggunaan framework, memperhatikan sistem keamanan, kemudahan instalasi agar Anda bisa segera menggunakan framework tanpa tahap yang berlapis-lapis.

Anda juga perlu mengecek dokumentasi dari framework yang akan Anda gunakan. Dokumentasi yang baik adalah dokumentasi yang detail rapih memiliki snippet, contoh dan sebagainya. Ini akan mempermudah Anda dalam memahami penggunaan fungsi dan variabel dari sebuah framework. Kemudian, terdapat beberapa klasifikasi pola arsitektur dari framework dimana setiap pola memiliki penanganan untuk suatu masalah. Salah satunya pola structural yang mengurus masalah struktur level tinggi dalam pengembangan. Terdapat juga pola strategi algoritma untuk mendeskripsikan cara eksploitasi karakteristik di platform komputasional dan masih banyak lagi klasifikasi pola arsitektur framework yang bisa Anda pahami agar pengembangan web atau aplikasi Anda maksimal.

 

 

Related Post :