Tutorial Cara Export dan Import Database MySQL di Website

Development & Security, Web & Development / 1 | | 0

Tahukah anda, bahwa kumpulan data yang ada didalam aplikasi berada dalam sebuah database? misalnya data anda melakukan registrasi pembelian belanja online di sebuah website. Nah, website yang telah di input nama anda tersebut selanjutnya menyimpan data anda didalam databasenya.

Salah satu database yang paling banyak dipakai di sebuah website adalah MySQL. Bagi anda seorang pemula, ketika anda ingin membuat website, anda pasti nanti akan membuat database yang terhubung dengan website anda. Didalam MySQL ini berisi level user, data pelanggan, maupun data produk anda.

MySQL memang mudah digunakan, karena tools ini membuat anda tidak perlu melakukan coding. Namun, ada cara lain seperti input didalam database ini. Mau tau bagaimana cara melakukan import maupun export database pada MySQL ini? Yuk, simak artikel berikut ini.

 

Mengenal Apa Itu MySQL

 

MySQL adalah sistem manajemen database relasional open source (RDBMS) dengan client-server model. Sedangkan RDBMS merupakan software untuk membuat dan mengelola database berdasarkan pada model relasional.

Sebelum dibahas lebih lanjut, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui sejarah singkat MySQL. MySQL dibaca MY-ES-KYOO-EL Beberapa orang bahkan membaca MySQL seperti sedang menyebutkan “my sequel”. MySQL AB, sebuah perusahaan asal Swedia, menjadi yang pertama dalam mengembangkan MySQL di tahun 1994.

Hak kepemilikan MySQL kemudian diambil secara menyeluruh oleh perusahaan teknologi Amerika Serikat, Sun Microsystems, ketika mereka membeli MySQL AB pada tahun 2008. Di tahun 2010, Oracle yang adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat mengakuisisi Sun Microsystems. Semenjak itulah, MySQL sepenuhnya dimiliki oleh Oracle.

 

Bagaimana Cara Kerja MySQL

 

Gambar di atas menjelaskan struktur dasar dari client-server. Satu atau banyak perangkat terhubung ke server melalui network atau jaringan khusus. Setiap client dapat membuat permintaan (request) dari antarmuka pengguna grafis atau graphical user interface (GUI) di layar, dan server akan membuat output yang diinginkan, sepanjang server dan juga client memahami instruksi dengan benar. Idealnya, proses utama yang terjadi di ruang lingkup MySQL sama, yaitu:

MySQL membuat database untuk menyimpan dan memanipulasi data, serta menentukan keterkaitan antara masing-masing tabel. Client membuat permintaan (request) dengan mengetikkan pernyataan SQL yang spesifik di MySQL. Aplikasi server akan merespons dengan memberikan informasi yang diminta. Informasi ini nantinya muncul di sisi klien.

Dari sisi client, biasanya akan diberitahukan MySQL GUI mana yang harus digunakan. Semakin ringan dan user friendly suatu GUI, maka semakin cepat dan mudah aktivitas manajemen data yang dimilikinya. Sebagian MySQL GUI yang terkenal adalah MySQL WorkBench, SequelPro, DBVisualizer, dan Navicat DB Admin Tool.

Beberapa MySQL GUI terpopuler ada yang gratis dan ada juga yang berbayar, ada yang dijalankan secara eksklusif di macOS dan ada juga yang kompatibel dengan sistem operasi lainnya. Client memilih GUI berdasarkan pada kebutuhannya. Untuk manajemen database, termasuk situs WordPress, GUI yang paling sesuai adalah phpMyAdmin.

Baca Juga : Cara Memilih Versi PHP dan Konfigurasi PHP di Plesk Hosting

 

Kelebihan MySQL

 

Dapat diintegrasikan dengan beberapa bahasa Pemrograman seperti .Net, Java, Python, Perl yang merupakan bahasa pemrograman yang paling dominan di kalangan programmer.

Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows sehingga bisa digunakan aplikasi yang berjalan diwindows.
Bisa dijalankan pada spesifikasi hardware yang rendah karena lebih hemat resource memory (dibandingkan database lain) sehingga mudah digunakan untuk bahan pembelajaran.

MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari 20 bahasa meskipun bahasa indonesia belum termasuk didalamnya. MySQL dapat diintegrasikan dengan Hosting.

 

Tutorial melakukan Eksport dan Import Database 

Sebagai developer pemula sebuah website, pastinya anda akan berhubungan dengan sebuah pengolahan database untuk aplikasi atau website anda. Nah, yuk simak cara melakukan Eksport maupun import database ini :

 

1. Adapun link yang biasa digunakan adalah http://localhost/phpmyadmin/.

 

Tutorial Import dan Eksport Database Localhost ke Hosting
 

2. Setelah selesai, pada bagian kiri terdapat database yang anda miliki. Kemudian, klik database yang akan di-dump atau di export menjad file SQL agar dapat di-upload ke hosting.

 

Tutorial Import dan Eksport Database Localhost ke Hosting
 

3. Pada halaman tersebut, terdapat banyak menu dibagian atas. Pilih menu Export.

 

Tutorial Import dan Eksport Database Localhost ke Hosting
 

Disana, terdapat dua metode eksport yang dapat digunakan, yaitu :

  • Quick– setelan akan diatur secara otomatis.
  • Custom – setelan dapat diatur secara manual.

 

Kami menyarankan untuk menggunakan metode Costum karena terdapat banyak opsi yang dapat anda atur sesuai dengan keinginan. Pada opsi Format pilih SQL sebagai format database anda.

Setelah selesai, pada layar paling bawah terdapat Go button. Klik button tersebut untuk menyimpan database tersebut dengan format sql.

Begitu pula jika anda ingin melakukan import database anda, anda bisa melakukan import dengan cara klik tombol import yang ada di bagian atas menu MySQL.

 

Tutorial Import dan Eksport Database Localhost ke Hosting

 

Kemudian, inputkan kedalam menu import tersebut. dan anda telah berhasil melakukan import pada MySQL. Mudah bukan? anda dapat memasukkan database anda baik dalam bentuk Microsot excel maupun sudah dalam format MySQL.

Baca Juga : Cara Mengubah Versi PHP di Cpanel

 

Kesimpulan dan Penutup

Database MySQL merupakan sistem manajemen database relasional open source (RDBMS) dengan client-server model. Sedangkan RDBMS merupakan software untuk membuat dan mengelola database berdasarkan pada model relasional.

Setiap aplikasi maupun website pasti memiliki sebuah database sendiri dalam mengelola data yang sudah ada dalam situs tersebut. Bahkan, aplikasi atau website ini tidak dapat berjalan sempurna tanpa adanya database. MySQL memang menjadi favorit bagi para developer dalam mengembangkan aplikasi atau website.

Dengan tools yang hanya di input saja tanpa perlu melakukan banyak coding, anda sudah dapat melakukan pengolahan data. Lalu, anda juga dapat dengan mudah membuat banyak database yang berisi field – field data pada aplikasi atau website yang berbeda – beda. Nah, yuk bagi anda para developer maupun para pemula bisa menerapkan tutorial ini. Selamat Mencoba!

Related Post :