Kenali RST dan FIN Flood, Serangan TCP Melumpuhkan Server

Development & Security

RST dan Fin Flood merupakan dua jenis serangan TCP yang perlu diketahui oleh banyak pengelola jaringan dan administrator pada server. Teknik ini memanfaatkan protokol TCP atau Transmission Control Protocol. Sungguh perlu disadari bahwa jenis serangan-serangan terus-menerus berkembang dan canggih.

Sebagai pengaman jaringan perlu diketahui lebih mendalam mengenai RST serta FIN Flood. Hal ini dilakukan agar tidak menghabiskan sumber daya sistem server sehingga menimbulkan dampak lebih besar. Artikel di bawah ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian RST dan FIN Flood, cara kerjanya, dampak dari serangan ini, cara mendeteksi dan mencegahnya.

Mengenal RST & FIN Flood

RST (Reset) merupakan jenis serangan dimana penyerang mengirimkan paket paket TCP RST (Reset) palsu ke host. Serangan ini bertujuan untuk menutup situs web tidak berfungsi.

Sementara FIN Flood merupakan jenis serangan penolakan layanan terdistribusi dan tujuannya untuk mengganggu kinerja suatu target. Hal ini mencakup keseluruhan server, baik satu atau ratusan, host jaringan, sistem DNS, FTP dan lain-lain. Serangan ini membanjiri sejumlah paket besar pada reset TCP.  Jadi, RST dan FIN Flood merupakan serangan DDoS yang memanfaatkan flag RST dan FIN secara berlebihan. Tujuannya untuk mengganggu semua proses komunikasi TCP.

Cara Kerja Serangan RST & FIN Flood

Proses kerja kedua serangan ini adalah sebagai berikut:

Serangan RST 

Penyerang mengirimkan banyak paket TCP dengan flag RST ke server tujuan. Flag RST ini fungsinya untuk mereset atau memutuskan koneksi RST. Server ini menghentikan koneksi secara tiba-tiba. Jika tujuan menerima banyak paket RST, pada server akan mengalami kebingungan dan kelebihan beban. Hal ini dikarenakan memproses permintaan reset tidak valid secara terus menerus.

Serangan FIN Flood

Cara kerjanya yaitu seorang penyerang mengirimkan paket TCP dengan tanda FIN aktif. Biasanya secara normal berfungsi untuk mengakhiri sesi. Jika seorang penyerang dapat menebak kombinasi port, alamat sumber dari aliran dan nomor urut, maka serangan tersebut dapat mengakhiri sesi data valid.

Namun hal ini dapat dilakukan dengan kecil kemungkinan. Kemungkinan besarnya penyerang menggunakan FIN Flood untuk menerobos sistem keamanan yang memblokir. Fungsinya adalah untuk membanjiri jaringan atau host akhir dengan berlebihan untuk menolak layanan. Serangan RST dan Fin Flood sama-sama memanfaatkan cara kerja dari TCP pengelola sistem koneksi.

Baca juga: Mengenal Serangan SYN Flood & Cara Anti DDoS Melindunginya

Dampak Serangan RST & FIN Flood pada Server

Serangan RST & FIN Flood

Serangan RST dan FIN Flood dapat dikategorikan sebagai serangan DDoS protokol. Serangan ini akan menyebabkan gangguan dan masalah pada layanan jaringan suatu sistem.

Pertama, kedua serangan ini dapat memicu gangguan layanan suatu sistem. Hal ini terjadi karena server telah kehabisan sumber daya dan tidak mampu menangani permintaan dari pengguna resmi.

Kedua, serangan ini akan langsung berdampak pada biaya operasional. Mau tidak mau suatu perusahaan atau organisasi harus mengalokasikan sumber daya untuk memperbaiki sistem bermasalah tadi, melakukan monitoring serta mitigasi. Hal buruknya jika serangan ini berlangsung dalam waktu lama, maka akan merusak reputasi suatu perusahaan atau organisasi. Ini terjadi karena sudah tidak ada kepercayaan di antara mereka.

Ketiga, serangan ini akan berdampak pada kelelahan sumber daya. Hal ini terjadi karena penyerang dapat mengirimkan ribuan hingga jutaan paket FIN atau RST kepada server yang dituju. Penyerang ini dapat dengan mudah menguras memori, bandwidth bahkan CPU dan server dipaksa untuk memproses koneksi palsu.

Keempat, serangan ini juga akan merugikan ekonom. Misalnya saja kedua serangan ini ditujukan untuk infrastruktur kritis misalnya pada sistem keuangan maka akan berdampak luas pada ekonomi negara. Hal ini akan mengganggu perdagangan dan investasi dan mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, volume besar akibat penerimaan paket dari penyerang akan menimbulkan kemacetan pada jaringan. Tidak hanya itu, ini juga akan berpengaruh terhadap kecepatan dalam transfer data. Oleh karena itu, layanan akan menjadi lambat bahkan kemungkinan tidak tersedia sama sekali.

Terakhir, serangan FIN Flood dan RSR sangat sulit dideteksi. Hal ini karena tampak seperti lalu lintas normal pada umumnya dan memungkinkan penyerang tersebut telah mengeksploitasi jaringan pada sistem target sebelum terdeteksi.

Baca juga: Jenis-Jenis Serangan DDoS Paling Umum dan Cara Kerjanya

Tips Mendeteksi Serangan RST & FIN Flood

Meski tidak ada suatu cara untuk mendeteksi serangan RST dan FIN Flood, ada beberapa tanda atau indikator untuk waspada bahwa jaringan Anda sedang di serang diantaranya:

Peningkatan Lalu Lintas TCP yang Tidak Wajar

Salah satu indikator untuk mendeteksi adanya serangan ini adalah terjadinya lonjakan lalu lintas secara tiba-tiba. Pemantauan lonjakan ini jika dilakukan dengan tepat waktu akan meminimalisir risiko dan deteksi sejak dini.

Penurunan Performa Jaringan

Koneksi TCP akibat serangan ini akan menjadi terganggu bahkan terputus tiba-tiba. Apabila pengguna mengalami pemutusan koneksi secara tidak jelas, bisa jadi ini menjadi indikasi adanya serangan. Anda akan mengalami kinerja yang tidak teratur.

Server Tidak Responsif 

Server target akan terjadi keterlambatan merespon dan bahkan tidak dapat memproses koneksi. Sehingga situs web, toko online atau layanan lainnya menjadi offline. Hal ini akan merugikan perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga: Serangan SYN-ACK Flood, Ancaman Tersembunyi pada Jaringan

Bagaimana Mencegah & Mengatasi Serangan RST &FIN Flood?

Sejumlah langkah dilakukan untuk menerapkan pendekatan berlapis. Hal ini untuk mencegah sekaligus mengurangi serangan RST dan FIN Flood tersebut.

  • Pelacakan koneksi: Melalui pelacakan koneksi pengguna dapat memantau dan melacak koneksi TCP yang sudah tersedia. Hal ini akan memudahkan identifikasi dan penghapusan paket RSC tidak sesuai dengan koneksi.
  • Pembatasan laju: Hal ini dilakukan untuk membatasi jumlah paket RST per detiknya dari satu alamat IP sumber. Akibatnya akan memblokir paket tidak sah dan tidak perlu.
  • Analisis risiko: Perusahaan atau organisasi secara berkala harus melakukan analisis risiko secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memahami area mana di organisasi yang memerlukan perlindungan dari ancaman.
  • Penyaringan: Penyaringan melibatkan aturan pada perangkat jaringan untuk memblokir alamat IP berbahaya. Dampaknya akan memberikan kekuatan pertahanan terhadap lalu lintas berbahaya untuk server.
  • Firewall dan ACL: Sistem ini dapat mengatur dan mengizinkan lalu lintas sah saja dan membuang dan membatasi paket RST mencurigakan.
  • Memperbaharui perangkat lunak serta teknologi perlindungan dan pastikan semua berfungsi.

Serangan RST dan FIN Flood merupakan jenis serangan DDoS untuk mengganggu kestabilan server dan jaringan dengan memanfaatkan protokol TCP. Penyerang dapat mengirimkan banyak paket TCP dengan flag RST dan FIN sehingga server kewalahan karena menerima permintaan secara berlebihan. Akibatnya koneksi yang sah akan terganggu dan lebih parahnya akan lumpuh.

Penutup

Mengetahui dan memahami bagaimana cara kerja RST dan FIN Flood sangat penting bagi pengelola jaringan maupun server agar selalu waspada sejak dini. Melalui perlindungan dengan tepat maka dampak buruk akan segera ditangani dan layanan akan berjalan dengan aman serta lancar.

Lindungi server dan aplikasi Anda dari RST/FIN flood dengan layanan Anti DDoS Server IDCloudHost, yang jadi solusi mitigasi DDoS. Dengan keunggulan Server Protection, Website Protection, Real-Time Mitigation, Network Traffic Analysis, dan dukungan Technical Support 24/7. Cocok untuk bisnis yang butuh jaminan keamanan tingkat tinggi!