Jenis-jenis serangan DDoS yang masih banyak masyarakat belum ketahui. Padahal DDoS menjadi hal penting yang harus dapat dikendalikan agar tidak mengganggu server atau website. Mungkin masih jarang yang mendengar dengan istilah DDoS. Dimana DDoS kepanjangan dari Distributed Denial of Service. Salah satu yang masih menjadi ancaman utama dalam dunia digital. Bahkan serangan ini bertujuan untuk membanjiri server, jaringan, atau aplikasi dengan lalu lintas palsu yang masif.
Sehingga membuatnya tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah. Memahami berbagai jenis serangan DDoS dan cara kerjanya adalah langkah pertama yang krusial untuk melindungi aset digital Anda. Sebab di era serba digital seperti saat ini sudah banyak serangan yang mengganggu dunia internet bahkan berdampak cukup buruk bagi penggunanya. Agar lebih jelas tentang apa itu DDoS kini akan dijelaskan dalam artikel ini. Mulai dari pengertian, jenis-jenis serangan DDoS hingga cara kerjanya.
Pengertian Serangan DDoS
DDoS itu sendiri adalah serangan cyber yang akan mengganggu banyak hal berkaitan dengan dunia digital. Bahkan jaringan, website, aplikasi sehingga server asli tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Caranya yaitu dengan membanjiri sebuah traffic palsu dalam jumlah besar. Berbeda dengan DoS biasa yang bisa dilakukan dari berbagai perangkat secara bersamaan. DDoS sebagai upaya penyerang untuk menggunakan ribuan bahkan jutaan perangkat yang sudah terinfeksi malware untuk mengirim permintaan ke server. Sehingga server tidak dapat menanggapi permintaan pengguna aslinya.
Secara sederhana, serangan DDoS adalah versi serangan penolakan layanan (DoS) yang lebih canggih. Jika serangan DoS menggunakan satu sumber untuk membanjiri target, DDoS menggunakan banyak sumber terdistribus. Biasanya jaringan komputer yang diretas atau botnet bertugas untuk melancarkan serangan secara serentak. Hal ini membuat serangan lebih sulit untuk diblokir dan dilacak karena lalu lintas palsu berasal dari ribuan, bahkan jutaan, alamat IP yang berbeda.
Hingga saat ini DDoS masih menjadi ancaman yang terus saja muncul bagi perusahaan maupun individu terutama dengan meningkatnya kebutuhan pada layanan internet. Sering dilakukan melalui banyak komputer atau perangkat yang telah bekerjasama kemudian disebut sebagai bonet. Serangan ini mengendali kan bonet yang menjadi sarana untuk bisa menjangkau server target. Dengan cara ini mengakibatkan kinerja server menjadi menurun atau bahkan bisa lumpuh.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anti-DDoS Adalah Investasi Keamanan Digital
Jenis-Jenis Serangan DDoS

Setelah mengetahui penjelasannya kini perlu juga mengetahui jenis serangan DDoS. Ada banyak jenis DDoS yang dapat digunakan untuk menyerang. Penyerang cyber bisa saja menggunakan satu atau beberapa jenis serangan sekaligus pada jaringan. Apalagi beberapa macam serangan cyber dapat dikategorikan dalam beberapa jenis. Jumlah ancaman baru yang mengalami serangan menimbulkan malapetaka pada sistem.
Apalagi jumlah ancaman yang meningkat juga terus mempengaruhi mengingat penjahat cyber terus melakukan kinerja yang semakin canggih. Karena itu, ada baiknya waspada agar tidak mendapat serangan. Berikut ini data beberapa jenis -jenis serangan DDoS antara lain:
Serangan Lapisan Aplikasi (Application Layer Attacks)
Serangan yang pertama ini jauh lebih canggih dan sulit dideteksi karena meniru perilaku pengguna yang sah. Serangan ini menargetkan lapisan aplikasi, seperti HTTP (Hypertext Transfer Protocol) merupakan lapisan teratas dari model OSI. Tujuannya adalah menguras sumber daya server pada tingkat aplikasi, seperti CPU dan RAM.
HTTP Flood dimana penyerang mengirimkan banyak permintaan HTTP (misalnya, GET atau POST) ke server web target. Permintaan ini terlihat seperti lalu lintas normal, namun dengan jumlah yang masif. Sehingga server akan kewalahan memprosesnya. Serangan ini sangat efektif karena setiap permintaan membutuhkan sumber daya server yang signifikan untuk diproses.
Serangan Slowloris unik karena tidak memerlukan banyak bandwidth. Sebaliknya, Slowloris mengirimkan permintaan HTTP parsial ke server dan terus mengirimkan header HTTP secara perlahan. Ini membuat koneksi tetap terbuka, tetapi tidak pernah diselesaikan.
Karena sebagian besar server web memiliki batasan jumlah koneksi yang dapat dibuka pada satu waktu. Serangan ini akan dengan cepat mengisi semua slot koneksi yang tersedia, membuat server tidak dapat menerima koneksi baru.
Protocol Attacks
Serangan jenis ini menargetkan sumber daya server, seperti firewall dan load balancer, dengan mengeksploitasi kelemahan dalam protokol jaringan. Tujuan utamanya adalah menguras sumber daya komputasi server, bukan hanya bandwidth.
SYN Flood ini adalah salah satu serangan DDoS paling klasik. Serangan ini mengeksploitasi proses “jabat tangan tiga arah” (three-way handshake) dari protokol TCP (Transmission Control Protocol). Penyerang mengirimkan banyak permintaan koneksi (paket SYN) ke server target, tetapi tidak pernah menyelesaikan koneksi (paket ACK). Akibatnya, server tetap menunggu respons yang tidak akan pernah datang, mengisi tabel koneksi hingga penuh dan menolak koneksi baru dari pengguna yang sah. Salah satu serangan yang terjadi yaitu Smurf Attack.
Meskipun sudah jarang ditemukan, serangan ini bekerja dengan mengirimkan paket ICMP “echo request” dengan alamat IP sumber palsu (spoofed) yang mengarah ke target. Paket ini dikirim ke jaringan broadcast yang kemudian akan mengirimkan balasan ke alamat IP palsu tersebut, membanjiri target dengan lalu lintas ICMP.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Serangan regreSSion dan Cara Mencegahnya
Volumetric Attacks
Jenis-jenis serangan DDoS yang paling umum dan mudah dikenali yaitu volumetric attacks atau serangan berbasis volume. Tujuannya adalah membanjiri bandwidth jaringan target hingga habis. Serangan ini memanfaatkan volume lalu lintas yang sangat besar untuk menyumbat koneksi internet server, sehingga lalu lintas yang sah tidak dapat lewat.
Serangan UDP Flood ini membanjiri server dengan paket UDP (User Datagram Protocol) dalam jumlah besar. Karena UDP adalah protokol tanpa koneksi, server korban harus memproses setiap paket yang diterima, menguras sumber daya jaringan hingga tidak ada lagi kapasitas untuk lalu lintas normal.
Sedangkan serangan ICMP Flood, mirip dengan UDP Flood, menggunakan paket ICMP (Internet Control Message Protocol) atau lebih dikenal sebagai ping flood. Meskipun sederhana, jika dilancarkan dengan volume yang sangat besar, serangan ini dapat menguras bandwidth target secara efektif.
Cara Kerja Serangan DDoS
Ada banyak jenis-jenis serangan DDoS yang wajib diketahui. Sebab kini semakin banyak serangan cyber dan bisa dilakukan pada beberapa perangkat dalam jaringan internet. Adapun cara kerja serangan DDoS yaitu dimana seri data bot atau botnet membanjiri situs web atau layanan dengan permintaan http atau lalu lintas. Beberapa komputer melakukan serangan pada satu komputer sehingga akan mengusir pengguna resmi. Hal ini akan mengakibatkan layanan tertunda dan terganggu selama jangka waktu tertentu.
Peretas akun menyusup ke database Anda selama serangan. Bahkan mengakses informasi sensitif yang dapat mengeksploitasi kerentanan keamanan dan menargetkan titik akhir apa saja yang dapat dijangkau. Bahkan secara publik maupun melalui internet. Serangan DDoS dapat berlangsung lama bahkan hitungan jam atau hari. Serangan cyber juga dapat menyebabkan beberapa gangguan selma serangan tunggal. Perangkat pribadi bahkan bisnis sangat rentan terhadap serangan itu.
Penutup
Memahami jenis-jenis serangan DDoS menjadi pondasi untuk membangun pertahanan yang kuat. Bahkan dapat meminimalkan risiko dan memastikan aset digital Anda tetap tersedia bagi pengguna yang sah. Seperti volumetric attack yang membanjiri bandwidth, protocol attack yang menargetkan layer jaringan, hingga application layer attack yang menyasar aplikasi adalah langkah awal untuk membangun pertahanan yang efektif. Untuk perlindungan menyeluruh, Anti-DDoS Protection IDCloudHost hadir sebagai solusi lokal dengan mitigasi real-time, kapasitas besar, dan integrasi keamanan berlapis yang menjaga layanan bisnis tetap aman dan selalu tersedia.