HTTP Fragmentation, Strategi BOT Membekukan Server Web Anda

Development & Security

Jika Anda pernah mengalami kesulitan saat mengakses situs web, maka kemungkinan penyebab salah satunya bisa jadi karena serangan HTTP Fragmentation (Fragmentasi IP). Peretas ini mempunyai segudang alat untuk mencegat dan mengganggu komunikasi. Mereka mengganggu cara IP mentransfer informasi kepada para pengguna terakhir.

Penyedia layanan internet telah berupaya menemukan cara untuk mencegahnya. Namun demikian, banyak peretas yang masih memakai cara tersebut untuk mengganggu pengalaman menjelajah yang aman. Untuk memahami mengenai serangan Fragmentasi IP, maka simak artikel berikut ini. Tujuannya supaya Anda tidak menjadi korban kejahatan siber nantinya.

Apa Itu Serangan HTTP Fragmentation?

Serangan ini merupakan Denial of Service (DoS) yang memakai fragmentasi IP untuk mengganggu fragmentasi datagram. Tujuan utamanya yakni untuk membekukan jalannya layanan web seseorang. Selain itu, ini juga dapat menonaktifkan situs web dan membebani jaringan secara berlebihan sehingga tidak bisa diakses oleh pengunjung dan penggunanya.

Tujuan akhirnya tentu saja mampu menghentikan server. Supaya nantinya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan mencegah lalu lintas mencapai situs web. Ada banyak bentuk serangannya, namun biasanya melibatkan gangguan aliran datagram. Dengan begitu, sangat mustahil untuk disusun kembali untuk penggunaan sebenarnya.

Bisa dikatakan, HTTP Fragmentation adalah teknik pembagian permintaan HTTP menjadi beberapa bagian kecil yang dikirim secara berurutan namun tidak lengkap atau tidak teratur. Pada dasarnya, server harus menunggu seluruh bagian permintaan terkumpul agar dapat memprosesnya.

BOT yang menggunakan teknik ini mengirim permintaan-fragmentasi dalam jumlah besar dan berulang-ulang. Sehingga server semakin banyak menahan ruang memori dan sumber daya untuk menunggu paket yang belum lengkap. Fragmentasi HTTP mengandalkan protokol TCP yang memungkinkan pengiriman data dalam segmen-segmen kecil. BOT berusaha memanfaatkan kelemahan ini untuk menguras sumber daya server dan menimbulkan kondisi overload atau Denial of Service (DoS).

Baca juga: Session Attack, Serangan Ribuan Koneksi Kosong Server

8 Jenis Serangan HTTP Fragmentation

Serangan HTTP Fragmentation

Pada dasarnya, serangan HTTP Fragmentation adalah menonaktifkan dan membekukan kinerja server dan layanan. Serangan ini bisa dilakukan dengan mengubah, menambah, merusak, bahkan menata ulang datagram untuk menghambat rekonstruksi semestinya. Ini berarti bahwa pengguna setelah menerima, maka tidak akan bisa menyusun datagram tersebut. Berikut 8 jenis serangan yang harus diketahui:

Serangan Fragmen Kecil

Masing-masing paket IP mempunyai payload dan header—payload membawa data menuju header. Kemudian, header mengarahkan paket ke tujuannya. Jika melihat dari namanya, serangan ini terdiri dari fragmen paket kecil yang nantinya memasuki server.

Mengingat ukurannya sangat kecil, maka hal ini dapat menyebabkan masalah dalam penyusunan ulang. Pasalnya, ukuranya tidak sesuai dengan header lainnya. Dengan demikian, dapat menyebabkan server tidak tersedia.

Serangan Fragmentasi UDP dan ICMP

Serangan HTTP Fragmentation ini adalah paket UDP atau ICMP palsu atau rusak ditransfer. Ukurannya jauh lebih besar daripada MCU jaringan. Paket palsu tersebut, nantinya akan menyebabkan masalah dalam hal perakitan ulang. Sehingga jaringan dan server tidak akan tersedia bahkan mati.

Serangan Fragmentasi TCP 

Serangan ini fokus pada proses reassembly TCP/IP dengan cara mencegahnya menyusun kembali paket data terfragmentasi yang telah diterima. Nantinya, akan menyebabkan paket-paket IP tersebut saling tumpang tindih. Dengan demikian, berdampak pada server yang kelebihan beban dan akhirnya mati. Jenis serangan ini terkenal sebagai Teardrop dan sangat populer pada sistem operasi OS Windows.

Serangan Bonk

Serangan HTTP Fragmentation ini melibatkan pengiriman paket IP cacat ke sistem target. Ini memanfaatkan kelemahan sistem operasi yang menghandle paket terfragmentasi. Berkat kiriman paket cacat ini, maka penyerang bisa menyebabkan sistem target hang, sehingga dapat mengganggu jalannya operasi secara normal.

Alat Fragrouter

Fragrouter bukanlah serangan, akan tetapi sebuah alat untuk memanipulasi fragmentasi paket IP. Alat tersebut memungkinkan adanya modifikasi dan manipulasi paket. Dengan demikian, penjahat siber mampu menghindari langkah-langkah keamanan atau lolos deteksi dengan mengubah karakteristik paketnya.

Manipulasi Waktu Hidup (TTL)

Dalam serangan manipulasi TTL, penjahat akan memodifikasi kolom Time-to-Live pada header paket IP. Mereka akan mengubah nilai-nilai ini untuk mengontrol masa pakai paket dalam jaringan. Tujuannya untuk menerobos keamanan atau mengganggu sistem operasi pada jaringan web.

Serangan Nestea

Mirip dengan serangan Teardrop, Nestea juga akan mengirimkan fragmen IP yang nantinya tumpang tindih ke sistem target. Eksploitasi ini dengan memanfaatkan kerentanan dalam proses reassembly sistem. Akibatnya, akan menyebabkan sistem tidak responsif ketika merekonstruksi paket-paket yang telah terfragmentasi.

Pesann dengan SMS Khusus

Serangan HTTP Fragmentation ini fokus menarget perangkat seluler dengan mengirimkan pesan SMS khusus. Ketika telah diterima, pesan tersebut akan memicu kerentanan dalam sistem operasi perangkat. Akibatnya, sistem akan mengalami crash atau mendadak reboot. Dengan demikian, tentu saja akan mengganggu fungsi standar perangkat seluler target.

Cara Kerja Serangan HTTP Fragmentation

Pada intinya, serangan HTTP Fragmentation ini akan melibatkan pengiriman datagram dengan tujuan mengganggu proses perakitan ulang. Hal ini bisa dicapai dengan cara mengirimkan datagram terlalu kecil, besar, atau yang tumpang tindih dengan datagram yang ada sebelumnya. Dengan demikian, nantinya akan membebani server bersangkutan.

Serangan fragmentasi IP ini bertujuan utama untuk memblokir layanan, server, bahkan perangkat setelah menerima paket data. Paket-paket palsu ini dikirimkan ke korban. Kemudian, ketika korban mulai menyusun kembali ke sistem, maka akan kelebihan beban karena melebihi batas ukuran dan akhirnya pun mati.

Baca juga: Jenis-Jenis Serangan DDoS Paling Umum dan Cara Kerjanya

Tips Melindungi Diri dari HTTP Fragmentation

Walaupun HTTP Fragmentation adalah teknik serangan yang cerdik, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko dan melindungi server web Anda.

1. Atur Timeout yang Ketat

Memperpendek waktu timeout untuk menerima paket lengkap dapat membatasi durasi server menunggu fragmen yang tidak lengkap. Dengan begitu, server lebih cepat membebaskan sumber daya dari permintaan mencurigakan.

2. Gunakan Web Application Firewall (WAF)

WAF modern dapat mendeteksi pola serangan HTTP Fragmentation dan secara otomatis memblokir permintaan fragmentasi yang mencurigakan dari sebuah alamat IP atau range IP. WAF juga mampu menganalisis anomali permintaan HTTP yang tidak biasa.

3. Monitoring dan Analisa Traffic Real-Time

Menggunakan tool monitoring server dan analisa traffic bisa mendeteksi adanya lonjakan fragmen tidak lengkap. Dengan notifikasi cepat, admin bisa mengambil tindakan mitigasi lebih awal.

4. Batasi Jumlah Koneksi Simultan per IP

Dengan membatasi jumlah koneksi simultan dari satu IP, serangan yang memanfaatkan banyak fragmen dapat dihambat. Ini efektif terutama terhadap serangan dari botnet dengan sejumlah alamat IP terbatas.

5. Update dan Patch Server Secara Rutin

Serangan HTTP Fragmentation juga mengandalkan kelemahan sistem operasi dan software server yang belum diperbarui. Pastikan semua patch keamanan terbaru terpasang.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anti-DDoS Adalah Investasi Keamanan Digital

Cara Mendeteksi Serangan HTTP Fragmentation

Berikut ini ada beberapa metode yang untuk mendeteksi serangan HTTP Fragmentation antara lain:

Inspeksi Status

Inspeksi stateful merupakan teknologi firewall yang memantau status koneksi aktif dan memeriksa konteks paket melalui jaringan. Teknologi ini melibatkan pemeriksaan header paket dan pelacakan status paket terfragmentasi serta fragmen terkaitnya. Tujuannya untuk mendeteksi serangan tersebut.

Dengan menyimpan informasi terkait rangkaian paket dan fragmen, maka firewall bisa menandai anomali atau ketidakkonsistenan dalam rangkaian paket. Tentunya ini sangat membantu dalam mendeteksi potensi adanya serangan fragmentasi.

Ambang Batas Ukuran

Dengan menentukan rentang ukuran yang bisa diterima untuk paket, maka administrator mampu mendeteksi anomali saat paket melebihi ambang batas sesuai ketentuan. Metode ini bermanfaat mengidentifikasi paket terfragmentasi yang besar atau terlalu kecil yang mungkin menyebabkan serangan fragmentasi dan nantinya akan memblokir paket tersebut untuk memasuki jaringan.

Deteksi Offset yang Tumpang Tindih

Deteksi offset tumpang tindih ini adalah dengan melakukan pemeriksaan nilai offset dalam header paket yang terfragmentasi. Tujuannya untuk mengidentifikasi adanya inkonsistensi antar-fragmen paket. Fragmen yang benar seharusnya sejajar berurutan tanpa adanya tumpang tindih.

Penutup

Serangan HTTP Fragmentation adalah dasar dari cara kerja protokol IP. Ini sangat penting dan perlu memahami pro dan kontra protokol IP yang Anda gunakan. Akan tetapi, peretas telah menemukan berbagai cara untuk mencegah koneksi dan mengeksploitasi mekanisme ini untuk skema jahat. Oleh karena itu, untuk mencegah serangan semacam itu yang mampu membekukan koneksi Anda.

Anda bisa menggunakan layanan Anti- DDoS dari IDCloudHost, yang menawarkan Website Protection untuk mengurangi beban web server dan melakukan pemfilteran efisien, serta Network Protection dengan analisa traffic real-time dan proteksi DNS yang memblokir serangan berbahaya sebelum mencapai aplikasi Anda. Lindungi layanan Anda sekarang!