Non-Spoofed UDP Flood, Jenis Serangan UDP Sulit Dideteksi

Development & Security

Non-Spoofed UDP Flood memiliki skema penyerangan yang mirip dengan UDP Flood. Hal inilah yang membuat tak sedikit pengguna kesulitan membedakan keduanya. Namun jika menelitinya secara lebih detail, keduanya rupanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Hal ini karena serangan tersebut terbilang sulit dideteksi. Jenis serangan UDP ini juga mampu memberikan dampak kerusakan yang berat. Maka dari itu, pengguna perlu mengetahui sekaligus mengantisipasinya sebaik mungkin.

Pengertian Non-Spoofed UDP Flood

Untuk mengenalnya, pengguna perlu memahami definisinya terlebih dulu. Dalam hal ini, Non-Spoofed UDP Flood adalah jenis serangan UDP yang dihasilkan dari alamat IP asli. Paket UDP tersebut dihasilkan oleh bot. Ketika perangkat terkena ancaman ini, pengguna bukan hanya kesulitan untuk mendeteksinya saja, melainkan juga mengatasinya. Semakin sulit melawan serangannya apabila bot menghasilkan lalu lintas yang berasal dari balik NAT. Dimana di belakangnya sudah ada pengguna yang sah.

Berkaitan dengan hal itu, serangan ini sebenarnya termasuk teknik ancaman DDoS yang menargetkan ketersediaan sistem. Hal tersebut dilakukan dengan membebani infrastruktur sehingga terlalu berlebihan. Tak kalah penting untuk diketahui pula, jenis serangan ini memiliki tujuan untuk menguras sumber daya sistem. Bukan hanya itu saja, jenis serangan ini juga berupaya untuk mengisi kanal menggunakan lalu lintas sampah.

Saat serangan Non-Spoofed UDP Flood ini terjadi, lalu lintas UDP sulit untuk disaring. Hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila serangannya sudah usai. Sayangnya, serangannya bisa berlangsung lama. Bahkan tidak akan berhenti jika pengguna belum menanganinya. Karena hal itu, sebagian besar operator seringkali hanya menawarkan satu solusi saja. Solusi tersebut ialah dengan memblokir server korban. Cara ini ampuh untuk menyelamatkan sisa jaringan yang ada.

Baca juga: Kenali RST dan FIN Flood, Serangan TCP Melumpuhkan Server

Dampak dari Non-Spoofed UDP Flood

Non-Spoofed UDP Flood

Dari pengertian, kini kita beralih ke dampak negatif atau bahaya dari serangan jenis UDP ini. Apabila pengguna tahu dampak negatifnya, tentunya lebih antusias untuk melakukan pencegahan. Begitu pula saat sudah mengalami serangan ini, pastinya berupaya untuk menghentikannya.

Adapun dampak negatifnya cukup beragam. Mulai dari menurunkan kecepatan dalam menunjang komunikasi data, banjir paket data palsu, bandwidth habis sampai dengan kesulitan mengakses layanan. Bukan hanya itu saja, pengguna juga bisa mengalami kerugian finansial. Hal ini karena serangan tersebut bisa menghilangkan pendapatan. Bagaimana tidak, serangan ini bisa menyebabkan layanan jadi tidak tersedia.

Semakin mengganggu kondisi finansial karena pengguna perlu mengeluarkan biaya untuk pemulihan. Bahkan juga ada potensi denda dari pihak regulator apabila layanannya berkaitan dengan informasi atau data pribadi.

Keuangan juga bisa semakin gonjang-ganjing karena serangan ini seringkali meningkatkan biaya operasional. Biaya tersebut dikeluarkan untuk melacak sumber serangan sampai dengan memperkuat keamanan jaringan. Hal ini sebagai pencegahan supaya serangannya tak terjadi lagi di kemudian hari.

Lebih dari itu, serangan Non-Spoofed UDP Flood ini juga berdampak buruk terhadap kerusakan reputasi. Reputasi organisasi ataupun perusahaan bisa tercemar apabila layanannya terganggu karena serangan tersebut. Pengguna bisa kehilangan kepercayaan. Keamanan maupun stabilitas organisasi juga dipertanyakan. Hal ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek saja, melainkan mempengaruhi hubungan jangka panjang bersama pelanggan.

Bagaimana Cara Kerja Non-Spoofed UDP Flood?

Penyerang mengirim paket UDP secara terus menerus dari alamat IP asli. Paket biasanya dikirim ke port acak atau port yang diketahui akan diproses oleh server target, untuk menghabiskan sumber daya. Server harus mengalokasikan bandwidth dan CPU untuk memproses paket-paket tersebut, meskipun tidak membawa data valid. Karena paket berasal dari IP asli, sulit untuk membedakan antara trafik normal dan trafik serangan. Dampak utama adalah overload jaringan dan server yang menyebabkan penurunan ketersediaan layanan.

Mengapa Non-Spoofed UDP Flood Sulit Dideteksi?

  • Paket UDP adalah connectionless sehingga tidak ada handshake yang bisa dimonitor untuk perilaku anomali.
  • Alamat IP paket adalah asli, sehingga filtering berdasarkan sumber IP yang mencurigakan tidak efektif.
  • Trafik bisa terlihat seperti trafik biasa yang legal, membuat deteksi berbasis signature menjadi sulit.
  • Serangan biasanya menyebar dari banyak node (botnet) dengan trafik yang relatif rendah per node sehingga sulit dikenali sebagai serangan.

Cara Mengatasi Non-Spoofed UDP Flood

Melihat dampak negatifnya sangat merugikan pengguna, tentu perlu segera mengatasinya. Untuk mengatasi serangan ini cukup beragam. Berikut beberapa diantaranya.

Mengkonfigurasi Firewall dengan Tepat

Salah satu cara untuk mengatasi serangan ini ialah dengan melakukan konfigurasi firewall secara tepat. Cara ini ampuh untuk memblokir lalu lintas yang terlihat mencurigakan. Lebih dari itu, cara ini juga bisa melindungi jaringan yang berasal dari berbagai tipe ancaman.

Pada dasarnya, konfigurasi firewall yang tepat bisa menyaring sekaligus menolak paket data dari alamat IP tertentu. Alhasil, firewall bisa menghentikan lalu lintas yang berasal dari sumber tak terpercaya. Karena hal itu, potensi ancaman keamanan bisa dihentikan saat itu juga.

Memanfaatkan Layanan Anti DDOS

Cara lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan memanfaatkan layanan anti DDOS. Saat ini sudah ada banyak layanan tersebut yang tersedia di pasar. Pilih saja layanan yang sesuai kebutuhan dan keinginan.

Misalnya saja AWS Shield, Akamai dan masih banyak lagi. Layanan ini mampu memberikan perlindungan secara terintegrasi. Saat memanfaatkan layanan tersebut, pengguna jadi lebih mudah untuk mendeteksi sekaligus menghalangi lalu lintas serangan DDoS secara real time.

Pemantauan Lalu Lintas Jaringan

Untuk mengatasi serangan Non-Spoofed UDP Flood ini, sebenarnya pengguna juga bisa melakukan pemantauan lalu lintas jaringan secara real time. Hal ini ampuh untuk identifikasi dini sehingga bisa langsung mengatasi dan menghalau serangannya. Untuk melakukannya, pengguna bisa memanfaatkan alat pemantauan mutakhir.

Misalnya saja Nagios, WireShark dan lain sebagainya. Alat pemantauan ini bisa menganalisis pola lalu lintas. Anomali yang kemungkinan besar memicu serangan DDoS ini pun bisa ditemukan secara mudah.

Baca juga: DNS Flood, Serangan DDoS yang Menargetkan Server DNS

Cara Mencegah Non-Spoofed UDP Flood

Serangan ini bisa dicegah sehingga pengguna tidak akan merasakan dampak negatifnya. Mengenai bagaimana cara mencegahnya, bisa mencermati uraian di bawah ini.

Menyusun Protokol Tanggap Darurat

Salah satu cara untuk mencegah serangan ini ialah dengan menyusun protokol tanggap darurat. Hal ini bisa dilakukan untuk membantu organisasi supaya bertindak secara cepat. Serangannya pun tak akan berani menghampiri.

Memanfaatkan Load Balancer

Serangan ini juga bisa dicegah dengan memanfaatkan load balancer. Dalam hal ini, load balancer bisa mendistribusikan lalu lintas ke sejumlah server. Beban yang ada di satu titik pun bisa diminimalisir sebaik mungkin.

Berkaitan dengan hal itu, load balancer yang dikonfigurasikan sebaik mungkin bisa membantu jaga ketersediaan layanan saat serangan terjadi. Layanan pun tidak akan down. Hal ini tentu tidak akan merugikan pengguna maupun pelanggan.

Menerapkan Filter Jaringan

Pengguna juga bisa menerapkan filter jaringan supaya tidak mengalami serangan Non-Spoofed UDP Flood. Filter jaringan bisa diatur sedemikian rupa untuk memblokir lalu lintas atau aktivitas yang mencurigakan. Hal ini tak terkecuali paket UDP yang sudah tidak relevan sekalipun.

Saat menerapkan filter jaringan, maka bisa membantu meminimalisir beban pada server. Hal ini karena filter tersebut berperan penting dalam menyaring paket palsu. Semakin menguntungkan pengguna karena proses penyaringan tersebut dilakukan sejak awal.

Sembunyikan Alamat IP Server

Serangan ini juga bisa dicegah sebaik mungkin dengan menyembunyikan alamat IP server. Untuk menyembunyikannya, pengguna bisa memanfaatkan CDN (Content Delivery Network) atau Proxy Reverse. Saat pengguna menyembunyikan alamat IP server tersebut, maka penyerang jadi kesulitan untuk menemukannya.

Penyerang juga tidak akan mudah menargetkan servernya secara langsung. Server pun jadi lebih aman dari ancamannya. Hal ini sama saja telah berupaya untuk melindungi perangkat.

Penutup

Dari uraian di atas, pengguna bisa tahu apa pengertian Non-Spoofed UDP Flood. Jenis serangan UDP yang sulit dideteksi ini memiliki berbagai dampak negatif. Maka dari itu, ketahui pula cara mengatasi dan mencegahnya. Jika Anda butuh proteksi, IDCloudHost menyediakan layanan Anti-DDoS Server siap membantu dengan mitigasi real-time, deteksi anomali trafik (termasuk serangan UDP sulit terdeteksi).