Apa Itu Flutter? Cara Kerja dan Keunggulannya

Web & Development / 0 | | 0

Para developer sering menggunakan framework untuk mempermudah pekerjaan mereka membuat dan mengembangkan aplikasi. Flutter adalah salah satu framework yang mulai populer beberapa tahun belakangan, terutama bagi developer yang ingin membuat aplikasi mobile.

Membuat aplikasi yang menarik saat ini semakin mudah dilakukan. Seperti yang Anda ketahui, saat ini kebanyakan orang menggunakan aplikasi dan mengakses internet melalui smartphone. Karena itulah, pembuatan mobile application menjadi sangat penting bagi perusahaan.

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari atau mencoba menggunakan Flutter? Dalam artikel ini Anda akan mengenal framework yang satu ini lebih dalam, mulai dari cara kerja, keunggulan dan kekurangannya. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Baca Juga: Mengenal Bahasa Pemrograman Dart : Pengertian Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Itu Flutter?

flutter adalah

Flutter adalah platform pengembangan aplikasi yang sangat fleksibel, karena menggunakan satu basis coding saja. Dengan menggunakan platform ini, developer dapat membuat aplikasi yang mampu diakses lewat smartphone, web, atau desktop. 

Flutter pertama kali diluncukran oleh Google pada Desember 2018 dan dapat digunakan secara open-source. Framework satu ini memiliki Software Development Kit yang memuat berbagai fitur untuk memudahkan developer membuat dan mengembangkan aplikasi multi-device. Selain itu, Flutter juga dilengkapi dengan Framework UI yang membantu Anda mengembangkan berbagai komponen UI agar tampilan aplikasi bisa lebih menarik. 

Framework ini banyak digunakan untuk pemrograman pada sisi front-end. Untuk menggunakannya, Anda harus menguasai bahasa pemrograman Dart. Jika Anda belum pernah mempelajari Dart sebelumnya, tidak perlu khawatir karena bahasa pemrograman satu ini cukup sederhana. 

Cara Kerja Flutter

apa itu flutter

Flutter sebenarnya memiliki cara kerja yang sederhana. Ketika menggunakan framework ini, developer mengembangkan aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart dan widget yang ada pada framework ini. Kompilasi kode itu sendiri akan sangat tergantung dari platform dimana aplikasi tersebut akan dijalankan nantinya. 

Untuk aplikasi Android, Flutter akan mengkompilasinya dengan Android Native Development Kit yang memiliki mesin C++. Sementara itu, pada aplikasi iOS, framework ini akan mengkompilasi kodenya dengan Low Leevel Virtual Machine. Setelah itu, Dart compiler akan mengkomplasikan kode native untuk android. 

Setelah proses kompilasi selesai dan kode tersebut disesuaikan untuk berbagai perangkat, baru aplikasi tersebut dapat berjalan di berbagai platform. 

Baca Juga: Mengenal Manfaat Belajar Bahasa Pemrograman Dart

Keunggulan Flutter

keunggulan flutter

Setelah memahami pengertian dan cara kerjanya, Anda mungkin tertarik untuk membuat aplikasi mobile menggunakan Flutter. Namun, sebelumnya Anda perlu tahu apa saja keunggulan framework yang satu ini. 

  1. Dapat Membuat UI yang Menarik

Dengan berbagai widget yang dimilikinya, framework satu ini membantu Anda untuk membuat tampilan aplikasi yang menarik. Anda bisa mengatur layout, font, animasi, navigasi, menu, dan lain-lain dengan leluasa dan mudah. Menggunakan Flutter, tampilan aplikasi tampak lebih halus dan memiliki nilai estetika yang apik. 

  1. Fitur yang Mempermudah Pengembangan Aplikasi

Salah satu fitur yang menarik di Flutter adalah Hot Reload, yang membuat Anda bisa melihat hasil coding Anda secara real-time. Sebenarnya, ada banyak fitur Flutter lainnya yang bisa memudahkan pekerjaan developer. 

Flutter juga dimiliki oleh Google, perusahaan yang merilis Android. Hal ini tentunya membuat Flutter memiliki berbagai fitur yang dirancang khusus oleh Google untuk membuat aplikasi di sistem operasi milik mereka itu dengan mudah dan cepat. Kemudahan yang ditawarkan Flutter tak kalah dari aplikasi native yang sudah ada lebih dahulu. 

  1. Hemat Biaya

Karena mampu membuat aplikasi untuk berbagai platform dengan proses yang lebih efisien, menggunakan Flutter mampu membuat Anda menghemat biaya pengembangan software di perusahaan Anda. Jika sebelumnya Anda harus membuat aplikasi beberapa kali sesuai platform, di Flutter Anda hanya perlu melakukannya sekali saja.

Hemat tenaga, waktu, dan biaya dengan segala kemudahannya adalah keunggulan Flutter. Karena itulah belakangan banyak developer yang beralih menggunakan framework ini dan membuat jumlah penggunanya terus meningkat setiap tahunnya. 

  1. Mampu Membuat Aplikasi Multiplatform

Flutter sangat fleksibel karena bisa menghasilkan aplikasi yang dapat berjalan di banyak platform. Mulai dari smartphone, web, hingga PC. Semua itu dapat dilakukan hanya dengan membuat aplikasi sekali saja.

Dengan banyaknya ragam perangkat yang digunakan untuk menggunakan aplikasi saat ini, sangat penting untuk membuat aplikasi tersebut dapat diakses di berbagai perangkat agar Anda bisa menjangkau lebih banyak user.

Baca Juga: Apa Itu Ruby? Framework, Kelebihan dan Kekurangannya

Kekurangan Flutter

Setiap platform pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, termasuk Flutter. Berikut adalah beberapa kekurangannya yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum mulai menggunakan framework ini. 

  1. Perlu Mempelajari Dart

Seperti yang sudah Anda pahami sebelumnya, Dart adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam Flutter. Karena itu, Anda yang belum menguasai Dart perlu mempelajari bahasa pemrograman yang satu ini terlebih dahulu. 

Mempelajari Dart memang tidak terlalu sulit, tapi jika Anda ingin membuat aplikasi saat ini juga, maka mempelajari bahasa pemrograman baru tentu menghabiskan banyak waktu bagi Anda. 

  1. Aplikasi yang Dihasilkan Berukuran Besar

Flutter terkenal karena keunggulannya dalam membuat tampilan aplikasi yang menarik. Framework ini menyediakan berbagai widget yang membuat Anda bisa mendesain tampilan aplikasi dengan mudah dan cepat. 

Namun, tampilan yang menarik dan lengkap itu akan berukuran besar nantinya. Ukuran yang besar ini seimbang dengan tampilan yang benar-benar halus dan berkualitas tinggi. Namun, hal ini juga bisa membuat aplikasi Anda cenderung lebih berat bagi pengguna dengan gadget berspesifikasi minim. 

  1. Library Masih Sedikit 

Selain memanfaatkan berbagai fitur dan widget, Anda juga dapat menggunakan library pihak ketiga untuk mendesain tampilan aplikasi. Karena Flutter masih tergolong baru, maka library atau source code yang dimilikinya masih sedikit. 

Jumlahnya masih kalah dibandingkan library milik React Native yang sudah ada lebih dahulu. Namun, jangan khawatir karena seiring perkembangan Flutter, library yang tersedia juga akan semakin berkembang. 

Flutter vs React Native

Selain Flutter, sudah ada React Native yang lebih dulu populer sebagai framework pembuatan aplikasi multiplatform. Namun, setelah Flutter dirilis oleh Google, banyak developer yang mulai beralih menggunakannya. 

Manakah yang lebih baik antara dua platform ini? Baik Flutter maupun React Native memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Berikut adalah beberapa perbandingan yang dapat Anda jadikan referensi dalam memilih. 

  1. Bahasa Pemrograman

Agar dapat menggunakan Flutter, Anda harus menguasai bahasa perograman Dart yang belum terlalu populer. Jika Anda belum menguasainya, butuh waktu bagi Anda untuk mempelajari bahasa pemrograman yang digunakan framework ini. 

Sementara itu, React Native menggunakan bahasa pemrograman yang lebih umum dan populer, yakni JavaScript. Sebagai developer, lebih banyak orang yang mempejari dan menguasainya dibandingkan Dart, mengingat JavaScript sangat multifungsi. Bahkan, bahasa pemrograman satu ini termasuk yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. 

  1. Mudah Digunakan

Flutter memungkinkan developer melihat hasil kode mereka secara langsung dengan fitur Hot Reload. Framework yang satu ini juga lebih sederhana karena didukung oleh mesin render yang canggih, sehingga pengguna tak perlu dipusingkan oleh kode native lagi.  

Sementara itu, React Native memiliki package installer yang membuatnya lebih mudah diinstal. Namun, pengguna harus memiliki kemampuan native untuk platform tertentu. Sehingga untuk membuat aplikasi multi-platform, penggunaannya lebih sulit dibandingkan Flutter. 

  1. Komunitas Pengguna

Baik Flutter maupun React Native sama-sama platform open-source, yang berarti semua orang bebas menggunakan dan mengembangkannya. Platform open-source biasanya memiliki komunitas pengguna yang besar. 

Namun, karena React Native sudah ada lebih dulu daripada Flutter, platform satu ini memiliki komunitas pengguna yang lebih luas. Flutter memang belum memiliki komunitas pengguna sebesar React Native, tapi dilihat dari perkembangannya, bukan tak mungkin beberapa tahun lagi Flutter memiliki komunitas developer yang lebih besar daripada React Native. 

  1. Pembuatan UI

Flutter memang berfokus pada front-end dan sangat memudahkan pekerjaan developer yang menggunakannya. Framework satu ini memiliki berbagai widget yang dapat Anda gunakan untuk mengkostumisasi tampilan aplikasi sesuai keinginan. 

Dengan widget yang tersedia di framework ini, Anda bisa menambahkan berbagai menu, button, transisi, animasi, dan lain-lain. React Native juga memiliki modul untuk membuat UI, tapi tampilan yang dihasilkan belum sebaik tampilan Flutter. 

Baca Juga: Mengenal YII Framework: Fitur, Kelebihan, dan Kekurangannya

Penutup

Itulah penjelasan tentang Flutter untuk Anda yang ingin mempelajari framework mobile app yang satu ini. Apakah Anda tertarik menggunakannya untuk membuat aplikasi setelah ini? 

Untuk Anda yang sedang membuat aplikasi dengan Flutter, tentunya butuh layanan hosting yang handal untuk mendeploy aplikasimu agar dapat diakses oleh pengguna. Yuk, gunakan Cloud VPS dari IDCloudHost yang cepat dengan performa optimal. Coba sekarang dan dapatkan free credit Rp 50.000,-!

 

Related Post :