Apa itu LSI Keywords / Latent Semantic Indexing Keyword ?

Business, Search Engine Optimization / 1 | | 0

LSI Keywords LSI adalah singkatan dari Latent Semantic Indexing yang dikonfirmasi oleh algoritma Google sebagai faktor penting dari sistem ranking di SERP. Sementara LSI Keywords adalah keyword yang berhubungan dengan keyword utama. Kerap disebut sebagai sinonim dari keyword utama, LSI keywords juga mencakup hal-hal lain, baik yang berhubungan langsung maupun tidak dari keyword utama.

LSI memetakan sekaligus menemukan hubungan antar keyword berdasarkan pola pencarian dan tabiat para pengguna.

Sebagai contoh, untuk artikel tentang Black star, maka Anda dapat membuat kemungkinan dari 5 topik sebagai berikut:

  • V Blackstar Amplification -Perusahaan pembuat ampli dan perlengkapan gitar cukup terkenal dari Inggris.
  • Black Star – Penyanyi Rap Duo dari Amerika Serikat
  • Blackstar Nama album ke-25 dari legenda musik mendiang David Bowie.
  • Black star – Alternatif teoritik dari black hole alias lubang hitam yang dikenal memiliki gaya gravitasi luar biasa besar.
  • Black Star – Judul lagu milik Radiohead yang diambil dari album The Bends yang rilis pada 1995.

Lalu bagaimana algoritma Google dapat menentukan topik tentang Black Star apa yang kita tulis? Jawabannya adalah dengan melihat LSI keywords yang terkandung dalam sebuah artikel. Supaya jelas, berikut LSI keywords yang berhubungan dengan masing-masing “Black Star” diatas:

  • Blackstar Amplification- UK, amps, ampli, guitar amp.
  • Black star penyanyi Rap Duo- duo, rap duo, mos def talib kweli.
  • Blackstar album David Bowie- david bowie, album, bowie. nomy.
  • Black star teori astronomi-what is a, meaning, astro black hole
  • Black Star lagu Radiohead – radiohead, radiohead lyrics, the bends

Dengan logika tersebut, Google berfokus kepada arti dari setiap kata dan hubungannya dengan kata-kata yang lain, yang disebut sebagai ilmu semasiologi atau semantik. Sistem ini secara konsisten mampu mengh alau konten-konten berkualitas rendah yang hanya dipenuhi dengan keyword disana-sini tetapi tidak memiliki isi yang relevan (sering distilahkan ‘nembak keyword atau’pencurian keyword).

Baca juga : Cara Melakukan Riset Kata Kunci untuk SEO

Maka berbicara tentang LSI, mau tidak mau kita jugaakan menyeret persoalan Keyword Density yang diartikan secara hartiah sebagai kedalaman keywords ,

Keyword Density menjelaskan berapa kali sebuah keyword disebutkan dalam sebuah artikel yang prosentasi. Misalnya kita memiliki artikel 5000 kata dengan keyword ” ice cream ” yang disebutkan sebanyak 10x, maka besaran keyword density untuk “ice cream” adalah 2%. Jika dituliskan 20 % maka keyword densitynya adalah 4 % dan seterusnya .

Dan beginilah cara kita menghubungkan semua hal diatas menjadi sebuah rancangan artikel yang baik untuk SEO:

  • Tentukan keyword utama yang ingin di optimasi
  • Carilah LSI keywords dari keyword utama berdasarkan search queries atau related keywords yang akan kita bahas dalam artikel. Anda bisa menemukannya secara manual maupun menggunakan bantuan tools LSI yang tersedia.  Google it.
  • Buatlah artikel yang berkualitas tinggi, enak dibaca dan (kalau bisa) panjang. Jika perlu dan memungkinkan, v kombinasikan artikel dengan gambar, tabel, video dan jenis-jenis konten lainnya
  • Optimalisasikan penyebutan keyword dan LSI keywords dalam artikel agar Google mengetahui keyword apa yang paling relevan dengan artikel tersebut, tetapi pastikan berkisar antara 2-3 % saja untuk menghindari density penalti.

Related Post :

popup image