Apa Itu Materai: Pengertian, Fungsi Dan Perbedaan Materai

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Disadari ataupun tidak bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dengan yang namanya materai. Sebuah lembaran kecil yang memiliki kekuatan hukum ini sangat mudah ditemukan di beberapa toko terdekat. Keberadaannya yang sangat mudah didapatkan menjadikan barang ini kerap kali digunakan dalam berbagai hal demi meningkatkan keabsahan suatu pernyataan. Kaitannya dengan peran penting sebuah materai, menjadikan semua orang sangat familiar dengan barang yang satu ini.

Ketika Anda membutuhkan sebuah materai dan berkunjung ke salah satu toko terdekat, nantinya Anda akan diberikan berbagai pilihan materai, apakah yang bernilai 3000 ataupun 6000. Kebanyakan jenis materai yang digunakan oleh masyarakat adalah materai 6000 yang dibandrol dengan nominal sebesar Rp 7000. Masih berkaitan dengan peran penting sebuah materai, bagi Anda yang membeli materai di kantor pos, untuk harganya pun cenderung sesuai dengan nominal yang dimiliki materai.

Merujuk pada peran penting sebuah materai yang sangat penting ini, disebutkan bahwa untuk setiap jenis materai dengan nominal berbeda tersebut ternyata memiliki berbagai fungsi tersendiri dan sebagai masyarakat awam, sudah sepatutnya Anda mengetahui hal tersebut. Ketika Anda memahami hal tersebut, nantinya apapun yang Anda bubuhkan materai, apakah itu surat perjanjian, kwitansi ataupun surat pernyataan, akan memiliki kekuatan hukum yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Mengenal Pengertian Materai

Apa Itu Materai: Pengertian, Fungsi Dan Perbedaan Materai
 

Terlepas dari peran penting sebuah materai, mungkin tidak banyak orang yang bisa mendefinisikan kata materai. Kebanyakan orang hanya memahami tampilan fisik dari materai tersebut. Dalam hal ini, materai atau yang bisa dikenal dengan sebutan bea materai merupakan sebuah bukti pembayaran suatu pajak kepada negara atas pembuatan suatu dokumen ataupun berkas tertentu. Keberadaan materai pada sebuah dokumen tidak hanya sebatas ditempel saja, melainkan juga ditandatangani untuk meningkatkan kekuatan hukum.

Selanjutnya, tanpa mengesampingkan peran penting sebuah materai yang sesungguhnya, dikatakan bahwa pemakaian materai itu sendiri ternyata juga telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 1985 bahwa materai akan digunakan sebagai pajak sebuah dokumen yang sifatnya perdata seperti salinan akta notaris hingga dokumen yang diajukan pada pengadilan.

Namun demikian, penggunaan sebuah materai kini telah meluas sehingga sebuah lamaran pekerjaan pun jika diperlukan akan dibubuhi materai demi memperkuat keabsahan informasi yang tertulis di dalamnya. Sebelumnya, pengenaan bea materai yang berlaku sesuai dengan aturan UU No. 13 tahun 1985 sebesar Rp 500 hingga Rp 1000. Akan tetapi, karena perkembangan zaman yang semakin modern mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang semakin baik, pemerintah kemudian meluncurkan aturan baru yang tercantum dalam PP No. 24 tahun 2000 yang disetujui pada 20 April 2000 bahwa secara garis besar, untuk harga materai tersebut adalah Rp 3.000 serta Rp 6.000. Perubahan ini dilakukan tanpa mengabaikan peran penting sebuah materai.

 

Baca Juga :      Cara Membuat Kuesioner Online Dengan Survey Monkey

 

Fungsi Penting Sebuah Materai

Jika secara umum setiap orang diberikan suatu pertanyaan terkait fungsi atau peran penting sebuah materai, maka sebagian besar akan mengatakan jika materai akan digunakan untuk meningkatkan kekuatan hukum suatu dokumen. Akan tetapi, siapa sangka jika ada beberapa fungsi lain yang bisa jadi belum diketahui oleh banyak orang. Merujuk pada Undang-Undang No. 13 tahun 1985 pasal 2 ayat 1 sampai 4 bahwasannya fungsi materai 6000 diantaranya adalah sebagai berikut.

 

  • Digunakan untuk alat bukti terkait dengan kenyataan ataupun perbuatan yang sifatnya perdata
  • Ditempelkan pada sebuah surat transaksi yang nominalnya berjumlah lebih dari Rp 1.000.000 seperti pembukuan atas penerimaan uang dan lain sebagainya
  • Surat berharga seperti halnya aksep, promes, cek dan wesel
  • Berbagai jenis dokumen lainnya yang sifatnya penting dan memiliki kekuatan hukum
  • Sekumpulan efek yang memiliki nama serta tercantum pada surat kolektif dengan nominal lebih dari Rp 1.000.000

 

Baca Juga :      Cara Membuat Proposal Usaha Untuk Lomba Dan Presentasi Ke Investor

 

Tanpa mengabaikan peran penting sebuah materai, materai 3000 juga memiliki fungsi tertentu yang sudah sepatutnya dipahami. Berikut ini beberapa fungsi dari materai 3000 yang jarang diketahui orang mengingat materai dengan nominal tersebut jarang digunakan untuk kepentingan umum.

 

  • Sebuah surat yang di dalamnya memuat jumlah antara Rp 250.000 hingga Rp 1.000.000
  • Berbagai surat berharga dengan nominal di dalamnya antara Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000
  • Bilyet, cek dan giro
  • Suatu efek dengan sebuah nama yang memiliki harga sebesar kurang dari Rp 1.000.000

 

Baca Juga :     Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian, Fungsi Dan Cara Menghitungnya

 

Berbagai Perbedaan Materai Yang Perlu Diketahui

Apa Itu Materai: Pengertian, Fungsi Dan Perbedaan Materai
 

Secara umum, mengingat peran penting sebuah materai yang tidak bisa dipungkiri lagi, dikatakan bahwa perbedaan materai pada dasarnya terletak pada penggunaannya. Dalam hal ini, untuk materai 6000 lebih sering digunakan pada suatu transaksi yang nominalnya di atas Rp 1.000.000. sedangkan materai 3000 digunakan untuk transaksi dengan kisaran nominal antara Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000.

Terlepas dari itu semua, kali ini perbedaan tersebut akan difokuskan untuk mengetahui materai yang asli dan palsu. Hal semacam ini penting untuk diketahui karena ketika materai yang dibubuhkan palsu dan Anda tidak menyadari hal tersebut, bisa dikatakan dokumen Anda tidak lagi memiliki kekuatan hukum. Merujuk pada peran penting sebuah materai, berikut ini beberapa perbedaan yang perlu diketahui demi mendapatkan materai asli.

 

  • Sebuah materai memiliki bentuk segi empat dengan ukuran 32mm x 24mm dengan berat kertas dasar sebesar 96 gr/m2. Untuk materai palsu memiliki gramasi kertas yang berbeda.
  • Untuk materai 6000 memiliki permukaan dengan cetakan “DJP” sekaligus angka 6000 dan juga logo kementerian keuangan yang berwarna hijau. Sedangkan pada materai palsu akan ditemukan perbedaan warna ketika dilihat detail.
  • Ketika Anda meraba materai, nantinya akan tampak warna ungu sekaligus perubahan warna magenta menjadi ungu. Untuk materai palsu tidak ditemukan shifting warna semacam ini.
  • Memiliki 17 digit nomor seri dengan warna hitam. Bisa jadi materai palsu memiliki jumlah digit yang kurang dan hal ini tidak banyak disadari oleh seseorang.
  • Pembuatan materai akan menggunakan kertas sekuriti UV Dull. Pada materai palsu lebih menggunakan jenis kertas lain yang seringkali terabaikan oleh pembeli.
  • Memiliki bentuk bintang pada sisi kiri bagian tengah serta oval pada kanan dan kiri. Peletakan bentuk bintang dan oval pada materai palsu bisa jadi berbeda dan hal ini jarang diketahui setiap orang.

 

Baca Juga :     Cara Cetak atau Print Kartu BPJS Kesehatan via BPJS Online

 

Kesimpulan dan Penutup

Itulah beberapa hal terkait dengan peran penting sebuah materai dalam meningkatkan keabsahan dan legalitas dari sebuah dokumen ataupun lainnya. Ketika sebuah dokumen tidak memiliki materai, maka dokumen tersebut sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum sehingga kemungkinan besar penyalahgunaan atas dokumen tersebut bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, pastikan Anda tidak lupa membubuhkan materai pada dokumen penting. Untuk penggunaan materai itu sendiri juga harus disesuaikan dengan nominal yang tercantum dalam materai tersebut.

Pasalnya, jenis materai yang beredar saat ini ada yang bernilai 6000 dan juga 3000. Kedua jenis materai tersebut memiliki perbedaan untuk diketahui dengan baik sehingga Anda bisa memaksimalkan peran penting sebuah materai itu sendiri ketika digunakan untuk urusan tertentu. Kesalahan dalam penempelan bisa berakibat fatal. Akan tetapi, akibat tersebut tidak serta merta karena kesalahan menempel jenis materai saja, namun lebih kepada pemilihan materai yang ternyata palsu. Jangan sampai Anda mengalami hal tersebut mengingat peran penting sebuah materai yang memiliki kekuatan hukum. Pastikan Anda jeli dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk membedakan materai asli dan palsu. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir lagi atas kekuatan hukum dokumen yang Anda miliki.

Related Post :

popup image