Apa Itu Piutang: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Istilah piutang dalam perusahaan memang tidak asing lagi bagi setiap karyawan khususnya bagi mereka yang berada pada divisi keuangan perusahaan. Hal berbeda akan ditemukan pada masyarakat umum ketika diberikan istilah tersebut yang digandengkan dengan kata utang hingga membentuk istilah baru yaitu utang piutang. Tidak jauh berbeda dengan makna yang terdapat di dalam istilah tersebut, bahwa piutang itu sendiri kerap kali diidentifikasikan sebagai sebuah tanggungan yang harus dibayar.

Sekalipun diidentifikasikan sebagai hal serupa, namun baik itu hutang dan piutang memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Dalam hal ini, untuk piutang dalam perusahaan merupakan suatu hak dari perusahaan yang ternyata belum diterima mengingat ada pihak lain yang berhutang kepada perusahaan. Sedangkan hutang lebih kepada kewajiban perusahaan dalam membayar tunggakan atas sejumlah uang kepada pihak yang terkait.

Jika dikaitkan dengan dunia akuntansi, bisa dikatakan bahwa piutang dalam perusahaan merupakan bagian dari aktiva lancar. Piutang itu sendiri akan muncul ketika ada transaksi penjualan produk ataupun jasa kepada konsumen yang nantinya akan dibayarkan ketika sudah jatuh tempo. Sama halnya ketika perusahaan memberikan suatu kredit kepada pihak debitur, maka perusahaan akan mempunyai akun piutang yang memiliki tempo yaitu 30 hingga 90 hari lamanya.

 

Mengenal Berbagai Pengertian Piutang dari Pandangan Berbagai Ahli

Apa Itu Piutang: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya
 

Lebih lanjut mengenai pengertian piutang dalam perusahaan, merujuk pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), bahwasannya piutang itu sendiri bisa dianggap sebagai aset keuangan suatu perusahaan yang sifatnya nondervatif. Selanjutnya, piutang tersebut dalam pembayarannya bersifat tetap sehingga tidak memiliki kuotasi pada pasar aktif. Dari sinilah kemudian piutang akan memberikan suatu keuntungan tersendiri karena perusahaan mendapatkan pasokan dana dari pihak yang terutang dengan bunga yang telah ditetapkan.

Selain itu, pengertian piutang dalam perusahaan juga diungkapkan oleh Rudiantoro yang merupakan seorang akuntan sekaligus juga penulis buku. Menurutnya, piutang adalah klaim yang dimiliki perusahaan atas barang, jasa ataupun uang yang dipinjamkan kepada pihak lain di masa lampau. Jika sudah demikian, pihak perusahaan memiliki hak untuk menagih pihak terkait dengan merujuk pada ketentuan yang telah disepakati bersama.

Jadi, piutang dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai pinjaman yang diberikan oleh perusahaan baik secara tunai ataupun juga non tunai kepada orang lain yang kemudian pihak perusahaan memiliki klaim atas pinjaman tersebut. Dalam pemberian pinjaman seringkali didasarkan pada kesepakatan bersama demi menghindari adanya kesalahpahaman. Jadi, sebuah perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan yang mendalam sebelum terlibat dalam urusan piutang.

 

Baca Juga  :     Cara Membuat Kuesioner Online Dengan Survey Monkey

 

Fungsi Piutang yang Perlu Diketahui

Ketika piutang dalam perusahaan dianggap sebagai aktiva lancar yang terdapat dalam suatu neraca perusahaan, maka piutang itu sendiri nantinya bisa difungsikan sebagai modal pinjaman. Selain itu, keberadaan piutang nantinya juga akan membantu dalam meningkatkan kelancaran dari suatu bisnis karena secara umum piutang bisa difungsikan untuk mendukung operasional perusahaan. Secara tidak langsung, keberadaan piutang juga akan membantu dalam mengembangkan perusahaan tersebut.

Jadi saat piutang dalam perusahaan difungsikan untuk mendatangkan suatu keuntungan, maka perusahaan tersebut nantinya akan mendapatkan bunga yang telah disepakati bersama. Akan tetapi, keberadaan piutang juga bisa berpotensi menyebabkan kerugian ketika pihak pengelola perusahaan tidak bisa mengelola aset perusahaan yang diberikan kepada orang lain sebagai bentuk piutang. Untuk itu, dalam memberikan piutang harus melalui suatu pertimbangan yang matang.

 

Baca Juga  :      Contoh Company Profile dan Cara Membuatnya dengan Mudah dan Cepat

 

Tujuan Dilakukannya Piutang oleh Perusahaan

Kegiatan piutang dalam perusahaan dilakukan oleh perusahaan tentu saja bukan tanpa maksud. Dengan kata lain, ada tujuan tersendiri yang kemudian menjadi landasan mengapa perusahaan berkenan untuk terlibat dalam suatu piutang. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa piutang itu sendiri tidak serta merta memberikan dampak negatif atas perkembangan perusahaan.

Menyikapi hal tersebut, berikut ini beberapa tujuan piutang yang perlu diketahui.

 

  • Membantu dalam meningkatkan jumlah penjualan atas produk perusahaan
  • Kondisi ini nantinya akan memberikan dampak positif atas peningkatan keuntungan perusahaan
  • Terciptanya hubungan yang jauh lebih erat antara perusahaan dengan semua pembeli karena kemudahan yang ditawarkan perusahaan atas barang yang diproduksinya
  • Dengan adanya piutang, maka perusahaan kecil yang menjadi client perusahaan tersebut akan mudah untuk berkembang
  • Membantu dalam bersaing dengan para kompetitor untuk mempertahankan eksistensi perusahaan

 

Baca Juga :   Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian, Fungsi Dan Cara Menghitungnya

 

Berbagai Jenis Piutang Pada Perusahaan

Apa Itu Piutang: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya
 

Terkait dengan piutang dalam perusahaan, disebutkan bahwa piutang itu sendiri secara umum memiliki nilai atas jatuh tempo yang harus dibayarkan oleh pihak yang diberikan utang. Selain itu, dalam piutang juga diberlakukan suatu bunga karena adanya kelonggaran dalam pembayaran. Terkait hal tersebut, piutang itu sendiri memiliki berbagai jenis dengan ciri yang berbeda satu sama lainnya. Berikut ini beberapa jenis piutang yang perlu dipahami.

 

  • Piutang usaha

    Salah satu jenis piutang dalam perusahaan adalah piutang usaha yang dalam istilah asing dikenal sebagai account receivable. Piutang ini nantinya akan muncul ketika terjadi penjualan sebuah produk ataupun jasa kepada pelanggan yang nantinya akan jatuh tempo dalam kurun waktu 30 sampai 90 hari. Piutang usaha bisa dibilang sebagai piutang terbesar yang memang dimiliki oleh suatu perusahaan.

  • Wesel tagih

    Untuk jenis piutang dalam perusahaan selanjutnya adalah wesel tagih yang dikenal dengan istilah notes receivable. Wesel tagih ini bisa diartikan sebagai surat formal dan diterbitkan oleh suatu perusahaan dalam bentuk suatu pengukuran hutang dengan waktu tagih sekitar 60 sampai 90 hari ataupun juga bisa lebih lama. Dengan adanya wesel tagih, maka perusahaan juga akan mewajibkan orang yang bersangkutan untuk membayar sejumlah bunga.

  • Piutang lainnya

    Dalam piutang dalam perusahaan ada juga yang dikenal dengan sebutan piutang lainnya. Untuk jenis piutang ini bisa diistilahkan dengan other receivable. Sebuah piutang lainnya nantinya akan mencangkup berbagai jenis piutang kecuali piutang dagang. Untuk contoh piutang lainnya adalah piutang gaji, piutang bunga, uang muka karyawan hingga restitusi suatu pajak. Dalam hal ini, piutang lainnya bukan bersumber dari berbagai kegiatan operasional suatu perusahaan.

 

Baca Juga :     Tips Cara Mengatasi Limit Google Drive dengan Mudah dan Cepat

 

Kesimpulan dan Penutup

Sebuah piutang dalam perusahaan ketika dikelola dengan baik dan tepat nantinya tidak akan memberikan suatu gangguan terkait dengan aliran kas usaha. Untuk melakukan pengelolaan atas piutang perusahaan, maka perusahaan bisa menetapkan standar kredit yang bisa diajukan oleh pemohon. Selain itu, penetapan syarat kredit juga menjadi hal penting guna memudahkan proses pembayaran dan penentuan jangka waktu pembayaran. Pemberlakuan kebijakan kredit menjadi hal penting lain yang dipertimbangkan dalam mengelola piutang.

Selain itu, untuk dipahami bersama bahwasannya piutang dalam perusahaan akan muncul atas penjualan sebuah produk kepada orang lain yang nantinya akan dilunasi dalam jangka waktu tempo yang telah ditetapkan. Namun demikian, piutang yang disebabkan oleh penitipan suatu produk tidak akan dicatat sebagai piutang hingga barang yang dititipkan habis. Dari sinilah kemudian perusahaan bisa melakukan pengelolaan atas piutang yang dimiliki.

Untuk mengelola piutang dalam perusahaan bukanlah suatu perkara yang mudah karena kesalahan dalam proses pengelolaan akan berakibat fatal atas terjadinya kerugian pada perusahaan itu sendiri. beruntung kini telah hadir berbagai aplikasi yang super canggih guna membantu perusahaan dalam melakukan kegiatan piutang. Dengan demikian, piutang perusahaan akan senantiasa berada di bawah pengawasan dan senantiasa mendatangkan keuntungan.

Related Post :