Mengenal Top Level Domain (TLD): Tipe dan Cara Kerjanya

Domain & Hosting / 0 | | 2

Pernahkah Anda memperhatikan nama domain dari sebuah situs? Anda akan lebih mudah mengetahui situs resmi saat anda melihat bagian terakhir dari domain tersebut. Semisal situs pemerintah kemdikbud.go.id, Anda akan lebih percaya pada situs tersebut dibandingkan dengan kemdikbud.xyz karena memiliki domain dengan akhiran .go.id yang artinya adalah situs government Indonesia. Untuk memahaminya, Anda harus mengetahui apa itu Top Level Domain (TLD).

Domain yang simpel dan sesuai dengan bisnis Anda selain meningkatkan kepercayaan pengunjung juga dapat membuat pengunjung situs Anda mengingat situs dengan mudah. Seperti google.com yang sudah sangat familiar Anda gunakan. Akhiran domain .com disebut dengan TLD (Top Level Domain). 

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari tentang TLD? Pada artikel ini, akan kami jjelaskan pengertian dari TLD dan cara kerja dari TLD sebuah website.Simak hingga akhir, ya!

Baca Juga: Tutorial Menambahkan Addon Domain di cPanel Hosting

Bagaimana Struktur Nama Domain dan Apa itu TLD?

apa itu tld

Anda perlu untuk mengetahui struktur nama domain terlebih dahulu, karena TLD adalah elemen terakhir dari sebuah struktur nama domain. Sebuah nama domain adalah alamat dari sebuah website yang ada pada internet. Struktur dari sebuah domain Anda lihat dari kanan ke kiri. Terdapat 3 level pada struktur nama domain, berikut penjelasannya.

  • TLD (Top Level Domain) : level ini terdapat pada bagian paling kanan setelah titik terakhir pada nama domain.
  • Second Level Domain : level ini adalah yang paling pengunjung Anda ingat, dan biasanya sesuai dengan nama bisnis Anda, tujuan situs, ataupun nama personal website Anda.
  • Sub Domain : level ini tidak selalu sering orang gunakanpada nama domain. Subdomain terdapat pada bagian di kiri second-level domain dan biasanya berarti bagian tertentu atau turunan dari sebuah website. 

Sebagai contoh, pada artikel ini digunakan situs https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id dan penjabaran dari level di atas adalah:

  • .go.id adalah Top Level Domain (TLD)
  • kemdikbud adalah Second Level domain
  • kampusmerdeka adalah subdomain
  • Jika terdapat www dulunya juga dianggap sebagai subdomain, namun kini lebih ke opsional, dan bukan sebuah keharusan pada nama domain.
  • https:// adalah sebuah protokol atau aturan yang memberikan keamanan transfer data di internet.

Sekarang, Anda telah memahami apa itu TLD dan .go.id sebelumnya adalah salah satu dari sekian tipe TLD yang ada. Selanjutnya Anda akan mengetahui tipe TLD yang ada.

Tipe Top Level Domain (TLD)

tipe top level domain

Terdapat 4 tipe TLD berdasarkan tujuan situs, pemilik, dan lokasi geografis yang tercatat pada organisasi Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) yang mengawasi pemeliharaan dan keamanan sistem penamaan domain.

  • Generic top level domain (gTLD)

Tipe ini adalah TLD domain yang paling umum yang bisa didaftarkan oleh siapapun. Contoh dari ekstensi TLD yang cukup populer dan sering digunakan adalah: 

.com : situs komersial

.org : organisasi

.net : jaringan

.xyz atau .icu : penggunaan umum

.biz : diperuntukan untuk bisnis

.store atau .shop : situs e-niaga

.ltd : perseroan terbatas

.tech : TLD untuk perusahaan teknologi

Beragam Generic top-level domain baru yang terdaftar pada ICANN yang ekstensinya lebih spesifik seperti nama perusahaan dan merk. Jika Anda melihat gTLD yang terdaftar pada database Internet Assigned Numbers Authority (IANA), Anda akan menemukan gTLD dengan nama merk seperti .google dan .bmw.

Ini akan membuat pengunjung Anda semakin mengetahui, bahwa situs yang dikunjungi adalah milik perusahaan terkait. Pengunaan gTLD tidak selalu sesuai dengan tujuan situsnya, karena ini dapat siapapun gunakan selama second level domain tersedia.

Tipe TLD ini terbatas untuk orang miliki, serta pemakaiannya dengan tujuan tertentu. Ini ada karena terdapat lembaga yang mensponsori sTLD dan jika Anda ingin mendaftarkan situs Anda maka Anda membutuhkan otorisasi formal untuk membuktikan bahwa Anda memiliki hak untuk menggunakannya. Bila gTLD memiliki ribuan top level domain, sTLD hanya memiliki 14 top level domain yang disponsori dalam daftar IANA. sTLD yang populer seperti berikut.:

.gov : untuk situs pemerintah AS, disponsori oleh Administrasi Layanan Umum.

.edu : untuk institusi pendidikan, disponsori oleh EDUCAUSE.

.mil : untuk militer AS, disponsori oleh Badan Sistem Informasi Pertahanan.

.asia : untuk situs web yang berbasis di kawasan Asia-Pasifik, dioperasikan oleh Organisasi DotAsia.

Baca Juga: Panduan Mudah Menghubungkan Custom Domain ke Google Sites

  • Country code top level domain (ccTLD)

Tipe ccTLD sesuai namanya, adalah mewakili lokasi menggunakan kode negara, biasanya dua huruf yang ditentukan dalam ISO 3166-1 alfa 2. Jumlah ccTLD sebanyak 316 yang melebihi jumlah negara yang tersedia karena ccTLD juga mewakili negara berdaulat dan wilayah yang tergantung. Contoh ccTLD yang cukup umum adalah:

.id untuk situs Indonesia

.us Amerika Serikat

.jp Jepang

.fr Prancis

.nl Belanda

  • Infrastructure top level domain (iTLD)

Satu – satunya iTLD yang tersedia adalah ARPA (Address and Routing Parameter Area). IANA mencadangkannya untuk keperluan Internet Engineering Task Force (IETF). Oleh karenai itu, hanya manajemen infrastruktur jaringan yang diperbolehkan menggunakan tipe TLD ini. Ada 4 contoh iTLD: .example, .invalid, .localhost, dan .test. IETF mencadangkan ini untuk penggunaan khusus, sehingga tidak tersedia untuk penggunaan produksi dengan DNS global.

Tujuan dan Cara Kerja Top Level Domain

cara kerja top level domain

Top level domain bekerja sesuai dengan tipenya dan diatur oleh organisasi terkait, lantas apa tujuan TLD? Seperti pada contoh – contoh yang Anda lihat, top level domain dapat mewakili apa yang saja yang terkait dengan situs web.

TLD dapat menunjukan sebuah lembaga yang memiliki situs yang Anda buka, lokasi geografis, atau tujuan dari situs dan Anda dapat mengetahuinya tanpa perlu melihat konten dari situs tersebut. Top level domain juga dapat membedakan dua situs dengan second-level domain yang sama. Seperti misalnya WordPress.org dan WordPress.com

TLD .org yang mewakilkan bahwa situs tersebut adalah hak milik sebuah organisasi yaitu WordPress Foundation, sedangkan .com mewakilkan situs tersebut adalah komersial yang bertujuan untuk penyediaan layanan WordPressbagi para penggunanya.

Selain itu penggunaan TLD yang tidak biasa akan membuat situs Anda sulit pengunjung ingat, sehingga tautan masuk akan menjadi lebih sedikit. Dampak top level domain yang tidak biasa lainnya adalah tingkat kepercayaan yang berbeda dan mempengaruhi keputusan pengunjung untuk mengunjungi situs web Anda atau tidak.

Seperti misalnya ekstensi domain .xyz dengan .com, pengunjung akan lebih mengunjungi situs dengan top level domain .com karena terlihat lebih memiliki kredibel dibandingkan .xyz. Oleh itu, selalu lebih baik untuk Anda menggunakan top level domain yang populer seperti .com.

Baca Juga: 10+ Tools untuk Periksa Kecepatan Website Terbaru 2022

Penutup

TLD atau Top Level Domain adalah bagian paling kanan setelah titik terakhir dari nama domain yang menunjukan kepemilikan situs, tujuan situs, atau lokasi geografis dari situs Anda. Tipe TLD yang paling banyak memiliki top level domain adalah gTLD (generic Top Level Domain) dan tipe ini yang paling umum digunakan oleh siapapun karena dapat situs Anda dapat didaftarkan dengan gTLD apapun selama second level domain Anda tersedia.

Cara kerja TLD adalah sebagai perwakilan dan meningkatkan kredibilitas dari situs Anda. Pemilihan TLD yang tepat akan mempengaruhi tingkat kepercayaan seseorang terhadap situs Anda. Orang akan lebih yakin mengunjungi situs dengan TLD .com apabila Anda bandingkan dengan situs TLD .xyz. Karenanya, penting untuk memikirkan dengan baik top level domain yang akan Anda gunakan bagi situs atau website Anda. 

Salah satu jenis domain yang bisa Anda gunakan adalah .MY.ID. Domain ini cocok untuk website pribadi, blog, atau website portofolio. Anda bisa mendapatkannya di IDCloudHost dengan paket bundling bersama WordPress Hosting yang jauh lebih hemat!

Related Post :

popup image