Aplikasi digital membutuhkan server yang mampu bekerja secara konsisten agar pengguna dapat mengakses layanan tanpa gangguan. Ketika server mengalami masalah pada jaringan, resource, atau layanan tertentu, aplikasi dapat mengalami penurunan performa bahkan tidak dapat merespons permintaan pengguna.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, tim IT dapat menggunakan health check sebagai mekanisme untuk memeriksa kondisi server dan layanan secara berkala. Pemeriksaan ini membantu tim mengetahui apakah sebuah server masih mampu menerima dan memproses permintaan dengan baik. Lalu, bagaimana cara kerja health check dan mengapa mekanisme ini penting bagi ketersediaan aplikasi?
Baca Juga : Silo Structure vs Topic Cluster, Apa Perbedaannya dalam SEO?
Apa Itu Health Check pada Server?
Health check merupakan proses pemeriksaan otomatis untuk mengetahui apakah server atau layanan tertentu masih berjalan sesuai kondisi yang diharapkan. Sistem dapat menjalankan pemeriksaan secara berkala dan mencatat hasilnya untuk menentukan status sebuah server.
Pemeriksaan tersebut tidak hanya melihat apakah server menyala. Sistem juga dapat memeriksa apakah aplikasi merespons permintaan, port tertentu dapat diakses, database dapat terhubung, atau layanan penting lainnya masih berjalan.
Dengan pemeriksaan rutin, tim dapat menemukan gangguan lebih cepat. Tim juga dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk mengambil tindakan, seperti mengalihkan trafik ke server lain atau melakukan perbaikan pada layanan yang mengalami masalah.
Mengapa Health Check Penting?
Ketersediaan menjadi salah satu faktor penting dalam pengoperasian aplikasi digital. Gangguan beberapa menit saja dapat menghambat transaksi, komunikasi, atau aktivitas pengguna, terutama pada layanan yang beroperasi sepanjang waktu.
Health check membantu tim mendapatkan informasi mengenai kondisi layanan secara lebih cepat. Ketika sistem menemukan respons yang tidak sesuai, tim dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Mekanisme ini juga membantu sistem mengambil keputusan secara otomatis. Dalam arsitektur yang menggunakan beberapa server, sistem dapat menghentikan pengiriman trafik ke server yang tidak sehat dan mengarahkannya ke server lain yang masih berfungsi.
Bagaimana Cara Kerja Health Check?
Sistem health check biasanya mengirim permintaan pemeriksaan ke server atau layanan dalam interval tertentu. Server kemudian memberikan respons yang menunjukkan apakah layanan dapat menerima dan memproses permintaan tersebut.
Salah satu metode yang umum digunakan adalah HTTP health check. Sistem mengakses endpoint tertentu, misalnya /health, kemudian memeriksa kode respons yang diberikan aplikasi. Jika aplikasi memberikan respons yang sesuai, sistem menganggap layanan berada dalam kondisi sehat.
Tim juga dapat menentukan beberapa parameter lain, seperti interval pemeriksaan, batas waktu respons, jumlah percobaan ulang, serta jumlah kegagalan sebelum sistem menganggap layanan tidak sehat.
Baca Juga : Fitur Evonic AI yang Perlu Anda Ketahui

Jenis Health Check yang Umum Digunakan
Setiap aplikasi memiliki kebutuhan pemeriksaan yang berbeda. Karena itu, tim dapat memilih jenis health check berdasarkan komponen yang ingin mereka pantau. Berikut beberapa jenis Health Check yang ada.
HTTP Health Check
HTTP health check memeriksa kemampuan aplikasi dalam merespons permintaan HTTP. Sistem biasanya mengirim request ke endpoint tertentu dan memeriksa status respons. Metode ini cocok untuk website, REST API, dan layanan web lainnya. Tim dapat membuat endpoint khusus yang memberikan informasi sederhana mengenai kondisi aplikasi.
Misalnya, endpoint /health dapat memberikan status 200 OK ketika aplikasi berjalan normal. Sistem kemudian menggunakan respons tersebut untuk menentukan apakah layanan dapat menerima trafik.
TCP Health Check
TCP health check memeriksa apakah sistem dapat membuat koneksi ke port tertentu. Pemeriksaan ini tidak selalu memastikan seluruh aplikasi berjalan normal, tetapi dapat menunjukkan apakah layanan menerima koneksi pada port yang ditentukan.
Metode ini berguna untuk layanan seperti database, cache, atau aplikasi yang menggunakan protokol berbasis TCP. Tim dapat menggunakannya sebagai pemeriksaan dasar sebelum menjalankan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Health Check pada Database
Aplikasi sering bergantung pada database untuk membaca dan menyimpan data. Karena itu, tim perlu memeriksa koneksi antara aplikasi dan database. Pemeriksaan dapat menjalankan query sederhana untuk memastikan database menerima koneksi dan merespons dengan baik. Tim sebaiknya menggunakan query yang ringan agar proses pemeriksaan tidak menambah beban database.
Application Health Check
Pemeriksaan tingkat aplikasi dapat melihat lebih dari sekadar status koneksi. Sistem dapat memeriksa beberapa komponen penting yang menentukan apakah aplikasi benar-benar siap menerima permintaan pengguna.
Misalnya, aplikasi dapat memeriksa koneksi database, cache, message queue, atau layanan eksternal yang menjadi dependensi. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi aplikasi.
Health Check dan Load Balancer
Health check memiliki hubungan erat dengan load balancer. Komponen tersebut mendistribusikan trafik pengguna ke beberapa server sehingga sistem dapat membagi beban kerja.
Sebelum mengirim trafik, load balancer dapat memeriksa status setiap server. Jika sebuah server memberikan respons yang tidak sesuai dalam beberapa pemeriksaan, load balancer dapat menghentikan pengiriman trafik ke server tersebut.
Server lain yang masih sehat kemudian menangani permintaan pengguna. Ketika server yang bermasalah kembali memenuhi kriteria kesehatan, sistem dapat memasukkannya kembali ke dalam daftar tujuan trafik.
Health Check untuk Meningkatkan Availability
Availability menunjukkan kemampuan sebuah layanan untuk tetap tersedia ketika pengguna membutuhkannya. Tim dapat meningkatkan availability dengan mengurangi single point of failure dan menyiapkan mekanisme pemulihan.
Health check membantu proses tersebut dengan memberikan informasi mengenai kondisi setiap komponen. Sistem dapat mengetahui server mana yang mengalami gangguan dan mengambil tindakan berdasarkan status tersebut.
Namun, health check sendiri tidak menjamin availability. Tim tetap membutuhkan redundansi, backup, monitoring, disaster recovery, serta infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Perbedaan Health Check dan Monitoring
Health check dan monitoring memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi keduanya tidak sama. Health check biasanya memberikan jawaban sederhana mengenai kondisi sebuah layanan, seperti sehat atau tidak sehat.
Monitoring memiliki cakupan yang lebih luas. Sistem monitoring dapat mengumpulkan informasi seperti penggunaan CPU, RAM, storage, network traffic, latency, error rate, dan berbagai metrik lainnya.
Tim dapat menggunakan keduanya secara bersamaan. Health check membantu sistem menentukan status layanan, sedangkan monitoring membantu tim memahami penyebab ketika layanan mengalami masalah.
Parameter yang Perlu Diperhatikan
Tim perlu menentukan parameter health check agar sistem tidak terlalu cepat atau terlalu lambat mendeteksi gangguan. Salah satu parameter penting adalah interval, yaitu jarak waktu antara satu pemeriksaan dengan pemeriksaan berikutnya.
Parameter berikutnya adalah timeout. Nilai ini menentukan berapa lama sistem menunggu respons sebelum menganggap pemeriksaan gagal. Tim juga dapat menentukan jumlah percobaan ulang sebelum sistem mengubah status layanan.
Pengaturan tersebut harus mengikuti karakteristik aplikasi. Interval yang terlalu singkat dapat meningkatkan jumlah request pemeriksaan, sedangkan interval yang terlalu panjang dapat memperlambat deteksi gangguan.
Risiko False Positive dan False Negative
Health check juga dapat menghasilkan kesalahan penilaian. False positive terjadi ketika sistem menganggap layanan bermasalah padahal layanan sebenarnya masih dapat bekerja. Kondisi ini dapat membuat sistem mengalihkan trafik tanpa alasan yang kuat.
Sebaliknya, false negative terjadi ketika pemeriksaan menganggap layanan sehat padahal aplikasi mengalami masalah tertentu. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika endpoint health check hanya memeriksa koneksi dasar tanpa memeriksa dependensi penting.
Tim perlu merancang pemeriksaan dengan hati-hati agar hasilnya mencerminkan kondisi aplikasi secara nyata. Pemeriksaan juga sebaiknya tetap ringan agar tidak menambah beban sistem.
Best Practice Menerapkan Health Check
Tim sebaiknya membuat endpoint health check yang sederhana dan cepat. Endpoint tersebut tidak perlu menjalankan proses berat atau mengambil data dalam jumlah besar karena sistem dapat memanggilnya berkali-kali.
Selanjutnya, tentukan pemeriksaan berdasarkan kebutuhan aplikasi. Jika aplikasi bergantung pada database dan cache, tim dapat menyiapkan pemeriksaan untuk kedua komponen tersebut. Namun, tim perlu membedakan antara kondisi liveness dan readiness.
Liveness check membantu menentukan apakah proses aplikasi masih berjalan. Sementara itu, readiness check menentukan apakah aplikasi sudah siap menerima trafik. Pemisahan tersebut membantu sistem mengambil keputusan yang lebih tepat ketika aplikasi mengalami gangguan pada salah satu dependensinya.
Health Check dalam Infrastruktur Cloud
Lingkungan cloud memungkinkan perusahaan menjalankan aplikasi pada beberapa server atau instance. Arsitektur tersebut memberikan ruang bagi tim untuk menerapkan health check secara lebih fleksibel.
Ketika satu instance mengalami gangguan, sistem dapat mengurangi atau menghentikan trafik yang menuju instance tersebut. Tim kemudian dapat melakukan perbaikan tanpa harus menghentikan seluruh layanan, terutama ketika aplikasi masih memiliki instance lain yang sehat.
Pendekatan ini juga mendukung proses scaling. Ketika perusahaan menambah instance baru, sistem dapat menggunakan health check untuk memastikan instance tersebut benar-benar siap sebelum menerima trafik pengguna.
Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan dari OmniRoute
Penutup
Health check membantu tim mengetahui kondisi server dan layanan secara lebih cepat sehingga mereka dapat menjaga ketersediaan aplikasi dengan lebih baik. Dengan pemeriksaan yang tepat, sistem dapat mendeteksi gangguan, mengurangi trafik ke server yang bermasalah, dan mendukung arsitektur aplikasi yang lebih andal.
Bagi bisnis yang membutuhkan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi dengan resource yang fleksibel, Cloud VPS IDCloudHost dapat menjadi salah satu pilihan. Layanan ini dapat mendukung kebutuhan website, API, database, dan berbagai aplikasi digital dengan kapasitas yang dapat disesuaikan. Pelajari lebih lanjut melalui Cloud VPS IDCloudHost.