Apa Itu Sniffing pada Jaringan dan Cara Mencegahnya

Development & Security

Di era digital yang terus berkembang, risiko terhadap perlindungan informasi pribadi semakin bervariasi. Salah satu bahaya yang mungkin belum dikenal oleh banyak orang adalah sniffing. Walaupun terlihat sepele, sniffing pada jaringan merupakan jenis kejahatan siber yang dapat membahayakan, terutama bagi individu yang sering terhubung ke jaringan publik.

Tulisan ini akan menjelaskan secara mendalam tentang sniffing, mencakup definisi, variasi, cara kerjanya, serta metode untuk mendeteksinya agar Anda dapat menghindari menjadi target berikutnya.

Mengenal Sniffing pada Jaringan

Sniffing adalah salah satu bentuk kejahatan siber (cyber crime) yang dilakukan dengan menyadap jaringan internet untuk mencuri data penting milik pengguna secara ilegal. Menurut OKJ, sniffing merupakan tindakan yang dilakukan oleh hacker dengan memanfaatkan jaringan untuk menyadap dan mengambil informasi penting, seperti username dan password m-banking, password email, data pulsa, dan data sensitif lainnya.

Kejahatan ini sering terjadi saat Anda terhubung ke jaringan publik, seperti Wi-Fi gratis di kafe, bandara, atau tempat umum lainnya. Sniffing juga dapat terjadi ketika Anda sedang mentransfer data antara perangkat dan server. Saat proses transfer data berlangsung, terjadi pertukaran data bolak-balik antara perangkat (client) dan server. Pada momen inilah sniffer mulai bekerja, menggunakan alat khusus untuk menangkap paket data yang dikirimkan melalui jaringan tersebut.

Setelah data berhasil ditangkap, pelaku dapat menyisipkan program berbahaya ke dalam perangkat Anda. Program ini bisa memberikan akses penuh kepada pelaku untuk membaca dan mencuri data sensitif milik Anda. Sniffing bekerja pada lapisan transport data dengan cara menyisipkan program jahat yang memantau lalu lintas data di perangkat Anda. Akibatnya, data penting dapat terbaca dan disalahgunakan oleh pelaku.

Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Tanda-tanda sniffing sebenarnya bisa dikenali dan diantisipasi sebelum pelaku berhasil menjalankan aksinya. Tetaplah waspada, terutama saat menggunakan jaringan publik untuk mengakses informasi pribadi atau layanan penting.

Baca juga: 10+ Tools Database Version Control untuk Manajemen Data

Jenis-Jenis Sniffing

sniffing

Secara umum, sniffing sendiri dapat Anda bedakan menjadi dua jenis, yakni passive sniffing dan active sniffing. Kendati keduanya bertujuan untuk mencuri data-data, namun metode yang dipakai terbilang berbeda. Selain itu, tingkat kesulitannya dalam mendeteksi pun sangat bervariasi. Berikut ini adalah perbedaannya:

Passive Sniffing

Passive sniffing ini adalah sebuah metode yang mana penyerang memantau dan menyadap lalu lintas data tanpa mengubah atau mengganggu paket data yang sedang dikirimkan. Nah, jenis sniffing ini sering kali terjadi pada perangkat hub, yang fungsinya untuk memberikan sinyal ke semua komputer klien di dalam sebuah jaringan. Sebab sifatnya yang pasif dan tidak mengubah data-data, maka korban biasanya tidak sadar kalau data mereka tengah diretas.

Active Sniffing

Berbeda dengan passive sniffing, active sniffing sendiri merupakan metode di mana penyerang secara aktif dan terang-terangan mengubah atau mengganggu paket data yang sedang dikirimkan.

Active sniffing ini biasanya dilakukan pada sebuah jaringan yang memakai switch, yang secara otomatis mengarahkan paket data ke tujuan yang tepat tanpa harus mengirimkannya ke semua komputer pada suatu jaringan. Nah, salah satu teknik yang dipakai dalam active sniffing adalah ARP Poisoning dan Man in the Middle Attack (MITM). ARP Poisoning ini dilakukan dengan cara mengirim pesan ARP palsu ke jaringan. Sehingga, para penyerang bisa dengan mudah memanipulasi tabel ARP dan mengalihkan lalu lintas data ke perangkatnya sendiri.

Sementara itu, MITM Attack dapat memungkinkan penyerang guna menempatkan dirinya di antara komunikasi antara dua belah pihak. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah mengakses serta mengubah data yang dikirimkan.

Cara Kerja Sniffing

Proses sniffing pada jaringan terdiri dari beberapa tahap. Ini dimulai dari pengumpulan data sampai dengan pengambilan data yang diinginkan oleh para penyerang. Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara sniffing bekerja.

Collection

Langkah pertama pada proses sniffing adalah collection. Ini merupakan tahap pengumpulan data. Pada tahap ini, sniffer, perangkat lunak atau perangkat keras yang digunakan untuk sniffing akan mulai memantau lalu lintas data di jaringan publik.

Sniffer juga akan mengubah tampilan antarmuka jaringan dan mulai mengumpulkan semua paket data yang telah melewati jaringan tersebut. Informasi yang sudah dikumpulkan akan bisa mencakup data dari berbagai sumber, termasuk dengan komunikasi antara perangkat dan server.

Conversion

Selanjutnya, usai data-data terkumpul, langkah berikutnya adalah conversion atau konversi. Data yang telah diperoleh dari jaringan ini secara umum berada di dalam bentuk biner. Ini sulit dipahami secara langsung.

Pada tahap ini, data biner tersebut bisa diubah menjadi format yang jauh lebih mudah dipahami oleh sniffer. Proses konversi ini sangat penting supaya data bisa dianalisis lebih lanjut lagi, kemudian informasi yang relevan bisa diekstrak dari data yang sudah dikumpulkan.

Analysis

Usai data dikonversi, tahap berikutnya adalah dengan analysis Di tahap ini, data-data yang sudah terkonversi akan dipecah menjadi blok-blok protokol sesuai dengan format transmisi data yang hacker gunakan.

Nah, analisis ini bertujuan guna memahami struktur data dan juga mencari informasi yang bisa saja berguna. Proses ini akan melibatkan pengidentifikasian suatu pola tertentu, mengevaluasi protokol yang digunakan, serta mencari potensi kerentanan yang ada di dalam data.

Pengambilan Data

Kemudian, tahap terakhir dalam proses sniffing ini adalah data extraction atau metode pengambilan data. Usai analisis selesai, maka pelaku sniffing akan mengakses dan mengambil data yang dianggap berharga dari data yang sudah dikumpulkan dan juga dianalisis. Data ini biasanya berupa informasi sensitif, seperti halnya kredensial login, data pribadi, atau informasi bisnis yang penting.

Dari teknik sniffing yang melibatkan empat tahap utama, masing-masing tahap masih memainkan peran penting dalam proses secara keseluruhan. Dengan memahami cara kerja sniffing, Anda bisa lebih waspada terhadap timbulnya potensi risiko keamanan di jaringan. Kemudian bisa mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi data sensitif dari akses yang tidak sah.

Ketahui Bahaya Sniffing

sniffing adalah

Sniffing pada jaringan dapat mengakibatkan berbagai masalah yang serius apabila penyerang berhasil mendapatkan akses ke perangkat Anda. Berikut ini adalah beberapa bahaya utama dari sniffing:

Kehilangan Privasi

Penyerang atau hacker akan bisa mengakses dan membaca data percakapan pribadi di aplikasi seperti WhatsApp, SMS, dan juga email. Ini akan bisa mengakibatkan kehilangan privasi karena data pribadi akan jatuh ke tangan yang salah.

Pencurian Data dan juga Informasi Penting

Apabila penyerang dapat mengakses perangkat Anda, maka mereka akan bisa mencuri data penting seperti username, password, dan juga PIN ATM/Mobile Banking/Internet Banking. Dengan adanya informasi ini, maka penyerang bisa dengan mudah mengakses akun-akun penting Anda, bahkan bisa memindahkan dana ke rekening mereka.

Penggantian Data Keuangan

Penyerang bisa mengganti username, password, dan PIN aplikasi keuangan Anda. Maka, akibatnya adalah Anda sendiri tidak akan bisa mengakses akun dan berpotensi mengalami kerugian materil yang signifikan.

Baca juga: Mengenal DNS Leak Ancaman Privasi Saat Browsing

Cara Mendeteksi Sniffing

Mengingat bahwa sniffing yang terjadi sangat membahayakan, maka penting bagi kita untuk mengetahui cara untuk mendeteksinya sebelum terlambat. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

Wireshark

Ini merupakan sebuah tools paling populer yang berguna untuk mendeteksi sniffing. Tools ini bisa Anda pakai di berbagai sistem operasi seperti Windows dan Linux yang bersifat open source. Dengan memakai Wireshark, Anda bisa memonitor lalu lintas data antara server dan klien. Selain itu juga bisa melakukan pelacakan paket data berdasarkan IP address, protokol, dan yang lainnya.

Debooke

Anda juga bisa memakai Deeboke. Ini merupakan perangkat yang fungsinya untuk menganalisa lalu lintas jaringan. Kendati berbayar, saat ini cukup efektif guna mencegah lalu lintas jaringan yang tak diinginkan dari satu maupun lebih perangkat.

Dsniff

Dsniff sendiri merupakan alat pendeteksi sniffing pada jaringan yang sering para profesional keamanan pakai. Alat ini juga bisa memantau serta mendeteksi adanya lalu lintas jaringan yang mencurigakan, termasuk upaya untuk mencuri password atau data penting lainnya.

Metode Ping

Alat ini juga menjadi cara untuk mendeteksi sniffing. Caranya dengan mengirimkan permintaan atau melakukan ping ke IP address server. Akan tetapi, Metode Ping kurang populer sebab dianggap kurang efektif, terutama apabila sniffer memakai alat yang lebih canggih.

Metode ARP

ARP atau Adress Resolusion Protocol merupakan metode lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi sniffing. Apabila mengirimkan ARP non-broadcast, maka mesin sniffer akan merespon dengan cara menyembunyikan identitasnya, sehingga bisa dengan mudah dideteksi.

On Localhost

Berikutnya adalah On Localhost. Ini adalah alat pendeteksi sniffing yang bisa menemukan mesin yang tengah menjalankan serangan sniffing. Alat ini bisa dipakai guna memonitor aktivitas di dalam sebuah jaringan lokal.

ARPWatch

Alat ini fungsinya sebagai pemicu alarm apabila mendeteksi adanya duplikasi cache pada ARP. Dengan memakai alat ini, Anda akan mengetahui apakah ada aktivitas sniffing di jaringan Anda.

Intrusion Detection System (IDS)

IDS ini menjadi sistem yang terancang guna memantau dan mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di dalam sebuah jaringan, termasuk sniffing. IDS ini bisa mendeteksi adanya spoofing ARP dan juga serangan sniffing lainnya dengan cara efektif.

Cara Mencegah Sniffing dengan Mudah

Intinya, sniffing pada jaringan adalah metode peretasan yang digunakan untuk mencuri data pribadi lewat jaringan. Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan koneksi aman seperti VPN atau HTTPS yang mengenkripsi data sehingga tidak mudah disadap. Kedua, aktifkan enkripsi jaringan seperti WPA2 atau WPA3, dan pastikan router dikonfigurasi dengan benar, ganti password default, aktifkan firewall, serta perbarui firmware secara rutin.

Ketiga, gunakan firewall di perangkat dan software anti-sniffing seperti Wireshark atau SmartSniff untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Selain itu, hindari jaringan publik yang tidak dikenal, dan pastikan sistem serta aplikasi selalu diperbarui agar kerentanan sistem bisa diminimalisir.

Baca juga: Mengenal Telnet? Fungsi, Cara Kerja dan Resiko Keamanannya

Penutup

Waspadai juga aplikasi tidak dikenal yang berpotensi mencuri data, serta serangan phishing melalui email yang meminta informasi pribadi. Langkah tambahan termasuk membatasi akses jaringan hanya untuk perangkat terpercaya dan memantau lalu lintas jaringan secara berkala untuk mendeteksi ancaman sejak dini. Itulah penjelasan mengenai sniffing pada jaringan. Sebagai pengingat, jangan pernah meremehkan pentingnya keamanan data, terutama jika memakai jaringan publik. Selalu waspada dan pastikan untuk menggunakan protokol keamanan yang tepat.

Ancaman sniffing yang mengintai di jaringan publik maupun privat membuat perlindungan data menjadi prioritas utama untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi digital Anda. Anda bisa menggunakan layanan SSL Certificate IDCloudHost sebagai solusi untuk mengamankan transmisi data dengan enkripsi, mencegah pencurian data akibat sniffing!