PPPoE adalah singkatan dari “Point-to-Point Protocol over Ethernet”, yang merujuk pada pengaturan jaringan yang digunakan untuk menghubungkan koneksi PPP melalui protokol Ethernet. Melihat dari pengertian PPPoE sendiri, jenis koneksi ini umumnya dipakai untuk mengakses Internet DSL.
Itu karena modem DSL biasanya terhubung ke dalam komputer melalui koneksi Ethernet. Maka, koneksi PPP dial-up tidak dapat diterapkan. Dengan demikian, PPPoE memberikan kemampuan bagi komputer untuk terhubung dengan penyedia layanan internet (ISP) melalui modem DSL.
Daftar Isi
Mengenal Sejarah dan Pengertian PPPoE
PPPoE diciptakan oleh UUNET, Redback Networks (yang kini adalah bagian dari Ericsson), dan Router Ware (sekarang dikenal sebagai Wind River Systems) pada tahun 2000-an, lalu menjadi terkenal beberapa saat setelahnya. Protokol Point-to-Point berfungsi sebagai metode komunikasi antara dua komputer melalui antarmuka serial. Sebelum tahun 2000-an, protokol ini banyak digunakan saat koneksi internet dial-up populer.
Pada waktu itu, para pengguna di rumah biasanya menggunakan PPP untuk menghubungkan komputer mereka ke server dari penyedia layanan telekomunikasi melalui modem dan jalur telepon. Jenis sambungan ini disebut sebagai koneksi dial-up, yang menjadi cara orang untuk mengakses internet.
Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan internet dan teknologi, dalam beberapa tahun ke depan, menggunakan dial-up menjadi tidak efisien. Koneksi internet dengan kecepatan 28 atau 56 kbit/s menjadi kurang dapat diterima. Kendati demikian, penting juga untuk dicatat bahwa metode dial-up kuno yang mengandalkan protokol PPP hanya mampu menghubungkan satu komputer pribadi ke server ISP.
Sebagai akibatnya, perusahaan dan pengguna di rumah ingin menghubungkan lebih dari satu komputer ke internet dalam waktu bersamaan. Kebutuhan akan koneksi internet yang lebih cepat karena pertumbuhan internet yang pesat juga mendorong perlunya mengembangkan protokol jaringan baru. Jadi, lahirlah PPPoE.
Pada pengertian PPPoE, salah satu keunggulan dari teknologi atau metode PPPoE ialah memberikan akses internet yang lebih aman berkat adanya nama pengguna dan kata sandi yang unik untuk mengatur batas kecepatan serta menyaring lalu lintas internet.
Pemanfaatan jaringan komputer sangat umum dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, di tempat penyewaan seperti warnet yang memiliki lima hingga sepuluh komputer.Tentu saja, setiap jaringan komputer memiliki konfigurasi yang berbeda-beda. Hal ini bisa menjadi kendala dalam menghubungkan jaringan antar komputer.
Karakteristik PPPoE
- Distributor Internet biasanya menggunakan PPPoE untuk memberikan koneksi kepada pelanggan mereka.
- Dengan PPPoE, banyak pengguna dapat terhubung ke satu server melalui jaringan yang sama.
- PPPoE menjadi protokol jaringan yang menyertakan opsi dasar lain. Seperti otentikasi, enkripsi, dan juga kompresi data. Oleh sebab itu, ISP sering memilih PPPoE ketika mengatur koneksi Internet. Selain itu, juga membantu ISP dalam menata dan menjual paket langganan Internet yang berbeda.
- PPPoE menerapkan username dan password yang spesifik untuk mengatur batas kecepatan, melakukan penghitungan, dan kadang-kadang menyaring lalu lintas internet.
Mode PPPoE
Bridge adalah sebuah alat atau teknik yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan lokal (LAN) yang berbeda sehingga tampak seperti satu segmen jaringan yang sama. Dalam bukunya Journal Mikrotik for SMK, Nikmah Daulae menjelaskan bahwa bridging pada router Mikrotik berarti menggabungkan beberapa port ethernet menjadi satu segmen jaringan terpadu. Dengan teknik ini, jaringan yang terpisah secara fisik tetapi memiliki alamat jaringan yang sama bisa saling terhubung seperti layaknya satu jaringan lokal.
Secara fungsi, bridge memiliki kemiripan dengan switch, yaitu menghubungkan segmen-segmen jaringan agar dapat berkomunikasi secara efisien. Dalam buku Schaum’s: Computer Networking, bridge disebut sebagai alat yang menyatukan jaringan LAN yang berbeda sehingga data dapat berpindah antar jaringan tersebut seolah-olah mereka berada dalam satu jaringan fisik.
Dalam penerapannya, bridge menggabungkan interface-interface jaringan seperti Ethernet, VLAN, Wireless Access Point (AP), WDS, serta teknologi seperti Ethernet over IP (EoIP) dan PPTP. Pada Mikrotik, untuk membuat sebuah bridge, pengguna harus menambahkan interface fisik ke dalam port bridge. Jika interface bridge dibuat tanpa menambahkan interface fisik, maka interface tersebut akan berfungsi sebagai loopback virtual.
Baca juga: Apa Itu Superkomputer? Fungsi, Kelebihan, dan Contohnya
Fungsi PPPoE
Dalam memberikan layanan kepada pengguna, model jaringan point-to-point berfungsi dengan cara yang teratur, yaitu seperti yang dijelaskan berikut ini.
Inisiasi Sesi
PPPoE merupakan sebuah protokol yang memulai koneksi melalui inisialisasi sesi. Dalam proses ini, perangkat milik pengguna, seperti komputer atau router, mengirimkan sebuah permintaan untuk memulai sesi ke server yang dikelola oleh ISP. Dalam permintaan tersebut terdapat informasi untuk autentikasi, seperti nama pengguna dan kata sandi.
Autentikasi
Server memeriksa data autentikasi yang berasal dari perangkat pengguna. Apabila data autentikasi tersebut sah, server akan memberikan tanggapan yang menunjukkan bahwa autentikasi berhasil. Namun, jika data autentikasinya tidak sah, server akan menolak permintaan itu.
Pembentukan Sesi
Setelah menyelesaikan proses autentikasi, sesi terbentuk antara perangkat pengguna dan server. Pada tahap ini, perangkat bersama server bernegosiasi untuk menetapkan parameter koneksi, termasuk algoritma enkripsi yang akan dipakai dan ukuran MTU (Maximum Transmission Unit).
Pertukaran Data
Setelah sesi terbentuk, Perangkat milik pengguna mampu mengirimkan dan menerima informasi lewat internet. Sebelum diteruskan melalui jaringan, data tersebut dikemas dalam sebuah frame Ethernet. Setiap frame yang dikirimkan akan dilengkapi dengan label yang berisi informasi untuk pengenalan dan pemrosesan di sisi server.
Terminasi Sesi
Ketika pengguna ingin mengakhiri sesi, perangkat mereka mengirim permintaan untuk menghentikan sesi ke server. Server akan menanggapi dengan menghentikan sesi dan memutuskan hubungan dengan perangkat pengguna. Dengan demikian, PPPoE adalah jenis koneksi yang beroperasi dengan sistem sesi ditambah autentikasi.
Baca juga: Apa Itu Botnet? Ancaman Siber dari Jaringan Komputer Terkontrol
Peran PPPoE dalam Koneksi DSL

PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet) berfungsi penting dalam layanan internet DSL. Protokol ini memungkinkan penyedia layanan internet (ISP) melakukan autentikasi pengguna secara individual menggunakan username dan password, memastikan hanya pelanggan yang sah yang bisa terhubung.
Setiap koneksi yang dibuat bersifat terpisah dan privat, sehingga meminimalisir gangguan antar pengguna. Keamanan data juga lebih terjaga, karena PPPoE mendukung proses enkripsi selama transmisi.
Selain itu, ISP bisa mengatur penggunaan bandwidth tiap pengguna, membantu menjaga performa jaringan secara keseluruhan. PPPoE juga memiliki kompatibilitas tinggi dengan berbagai perangkat dan sistem operasi, sehingga mudah untuk diterapkan di berbagai lingkungan jaringan.
Kelebihan dari PPPoE
Setelah Anda memahami pengertian PPPoE, juga bagaimana cara kerjanya dan fungsinya, penting untuk mengetahui keuntungannya jika dibandingkan dengan jenis koneksi yang lain.
Autentikasi yang Aman
PPPoE Mikrotik mendukung penggunaan username dan password yang kuat agar ada keamanan ekstra saat mengakses jaringan. Fitur ini membantu ISP untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang valid yang dapat masuk ke jaringan mereka.
Manajemen Bandwidth
PPPoE Mikrotik dapat memungkinkan ISP dapat mengontrol dan membatasi penggunaan bandwidth oleh para pengguna. Dengan mengatur kecepatan dan memantau penggunaan data, ISP bisa mencegah penggunaan yang berlebihan yang mungkin berdampak negatif pada kualitas jaringan bagi pengguna lainnya.
Koneksi Individual
Dalam jaringan, setiap orang mendapatkan sambungan yang terpisah. Setiap individu memiliki sambungan yang mandiri dengan ISP, yang membantu meningkatkan kinerja jaringan dan stabilitas. Jika satu sambungan mengalami masalah, pengguna lain tidak akan merasakannya.
Skalabilitas
PPPoE merupakan jenis sambungan yang memungkinkan orang untuk menghubungkan beberapa alat ke jaringan dengan hanya satu akun. Sistem ini membuat penggunaan menjadi lebih mudah, sehingga orang dapat mengelola dan mengatur akses alat mereka dengan lebih baik.
Kompatibilitas
PPPoE di Mikrotik kompatibel dengan hampir semua perangkat jaringan dan sistem operasi, seperti router, switch, dan komputer. Kesesuaian ini menjadikannya sangat fleksibel, sehingga mempermudah penerapan di berbagai jenis jaringan.
Kekurangan dari PPPoE
Jika terdapat kelebihan, pasti terdapat kekurangan. Hal ini juga berlaku untuk sistem koneksi ini. Salah satu kekurangan dari PPPoE adalah perlunya tambahan data untuk dikirim melalui koneksi internet. Sambungan PPPoE yang biasa menambah 8 byte data ke setiap paket yang dikirim.
Walaupun ini hanya sebagian kecil dari paket yang memiliki MTU 1500 byte, beberapa koneksi menggunakan paket yang sangat kecil sekitar 60 byte, yang artinya PPPoE menambah lebih dari 13% overhead. Untuk alasan inilah, banyak penyedia layanan DSL saat ini juga menawarkan konfigurasi DHCP.
Baca juga: Mengenal Internet Information Services (IIS) Web Server Microsoft
Penutup
Jadi pada intinya, pengertian PPPoE ini adalah protokol jaringan yang kadang bisa digunakan oleh modem broadband guna layanan internet DSL. Nah, PPPoE ini dapat memungkinkan ISP untuk mengelola akses ke akun. Bisa lewat username dan juga password yang sering penggunanya konfigurasikan di modem DSL atau router, jadi tidak memerlukan konfigurasi software tambahan lagi. Sebab, pada dasarnya PPPoE ini menawarkan adanya ISP cara yang jauh lebih mudah guna melacak dengan tepat mengenai berapa banyak bandwidth yang Anda gunakan.
Untuk kebutuhan ini, Dedicated Server IDCloudHost merupakan pilihan paling tepat. Dengan akses root penuh, sumber daya eksklusif, dan kemampuan konfigurasi jaringan tingkat lanjut, Dedicated Server memberikan performa dan kontrol optimal yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem PPPoE secara efisien dan aman.