Mengenal Tabel Subnetting Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Technology

IP jaringan komputer ibarat kota besar di dunia nyata yang penuh dengan kendaraan. Semakin banyak perangkat tersambung, maka jaringan akan menjadi padat dan ramai. Untuk mengatasi masalah ini, Subnetting hadir sebagai solusi untuk membagi satu jaringan besar menjadi bagian yang lebih kecil, disebut subnet. Dengan konsep ini, setiap subnet memiliki rentang alamat IP dan jalurnya sendiri. Ini memungkinkan lalu lintas jaringan data menjadi lebih tertata. Pada artikel ini kita akan mengenal tentang Tabel Subnetting, mulai dari pengertian, fungsi, serta cara menghitungnya. Simak artikel ini sampai habis!

Apa Itu Tabel Subnetting?

Tabel Subnetting adalah sebuah tabel yang menunjukkan informasi penting untuk melakukan subnetting dengan cepat dan mudah. Tabel Subnetting berisi notasi biner, subnet mask, slash, dan juga jumlah jaringan yang akan diterapkan pada subnetting. Tabel ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah dalam perhitungan untuk melakukan subnetting sesuai dengan jaringan yang akan dibuat. Maka dari itu, tabel ini penting untuk memudahkan dalam melakukan proses subnetting, baik itu pemula hingga IT Profesional.

Bagian Penting dalam Tabel Subnetting

Tabel Subnetting

Sama halnya dengan tabel pada umumnya, tabel subnetting memiliki beberapa bagian yang harus Anda ketahui. Berikut adalah bagian yang ada pada tabel subnetting.

1. Alamat Jaringan

Alamat jaringan adalah alamat pertama dalam setiap subnet, dimana semua bit host diatur ke nol. Alamat ini tidak boleh digunakan oleh perangkat biasanya. Adapun fungsi utamanya adalah sebagai identitas jaringan saat pembagian subnet. Alamat jaringan berguna sebagai acuan dasar saat membuat tabel subnetting dan membantu menjaga kejelasan alur pembagian IP.

2. Subnet Mask

Subnet Mask merupakan penjumlahan dari notasi biner dengan slash yang tersedia pada banyak contoh tabel subnetting. Subnet Mask berupa kolom yang selalu berdampingan dengan alamat jaringan untuk sebuah komputer bisa terhubung dengan satu jaringan. Subnet mask digunakan untuk mengatur jaringan pada satu komputer yang lokasinya berada pada setting IP address.

3. Jumlah Host

Kolom ini berisi jumlah host atau komputer yang bisa terhubung dalam satu jaringan yang sama. Informasi ini penting untuk memastikan jumlah perangkat yang bisa terhubung tidak melebihi kapasitas subnet. Jadi, pada satu jaringan subnet aka nada jumlah komputer yang bisa terhubung sesuai dengan jumlah host yang tersedia pada tabel subnetting.

4. Notasi Biner

Notasi Biner adalah kolom yang menunjukkan 32 angka yang berisi angka 1 dan 0 dalam bentuk kode biner. 32 angka tersebut terbagi menjadi 4 oktet dan setiap oktet terdiri dari 8 angka. Jumlah angka 1 dan 0 tersebut tergantung pada nilai slash pada tabel.

5. Notasi Slash

Notasi Slash berupa kolom yang berisi tentang jumlah slash yang diinginkan dan sering menjadi penentu mulai dari notasi biner sampai jumlah host dan juga subnet mask. Notasi slash pada kolom ini biasanya dimulai dari /B sampai dengan /32 yang berarti notasi biner akan berisi angka 1. Adapun lambang dari slash sendiri adalah (/).

Baca juga : Mengenal Turnkey Linux Open Source untuk Deployment Server

Tabel Subnetting Berdasarkan Kelas IP

Berikut adalah contoh tabel subnetting berdasarkan kelas IP yang umum digunakan dalam konfigurasi jaringan.

Tabel Subnetting Kelas A

IP Kelas A mencakup rentang dari 1.0.0.0 hingga 126.255.255.255 dan diawali oleh bit biner “0” pada octet pertama. Subnet mask default adalah 255.0.0.0 (/8), yang artinya 8 bit untuk network dan 24 bit untuk host. Tiap jaringan kelas A mampu menampung hingga sekitar 16 juta host. Karena kapasitasnya yang sangat besar, kelas ini cocok untuk pengoperasian dengan jumlah perangkat yang besar.

Contoh:

  • /8 host 16.777.216 subnet mask 255.0.0.0
  • /9 host 8.388.608 subnet mask 255.128.0.0
  • /10 host 4.194.304 subnet mask 255.192.0.0
  • /11 host 2.097.152 subnet mask 255.224.0.0
  • /12 host 1.048.576 subnet mask 255.240.0.0
  • /13 host 524.288 subnet mask 255.248.0.0
  • /14 host 264.114 subnet mask 255.252.0.0
  • /15 host 131.072 subnet mask 255.254.0.0

Tabel Subnetting Kelas B

IP Kelas B mencakup alamat dari 128.0.0.0 hingga 191.255.255.255, dengan dua bit pertama “10” sebagai penanda kelas. Adapun subnet mask defaultnya adalah 255.255.0.0 (/16) yang dapat menampung sekitar 65.534 host per jaringan. Kelas ini cocok untuk pengoperasian jaringan dengan jumlah yang sedang dan besar, dimana tidak memerlukan jutaan host.

Contoh:

  • /16 host 65.536 subnet mask 255.255.0.0
  • /17 host 32.768 subnet mask 255.255.128
  • /18 host 16.384 subnet mask 255.255.192.0
  • /19 host 8,192 subnet mask 255.255.224.0
  • /20 host 4.096 subnet mask 255.255.240.0
  • /21 host 2.048 subnet mask 255.255.248.0
  • /22 host 1.024 subnet mask 255.255.252.0
  • /23 host 512 subnet mask 255.255.254.0

Tabel Subnetting Kelas C

IP kelas C berada di rentang 192.0.0.0 hingga 223.255.255.255, ditandai oleh tiga bit awal “110”. Subnet mask default adalah 255.255.255.0 (/24), menyediakan 8 bit untuk host sehingga setiap subnet bisa menampung hingga 254 host usable. Ini sangat cocok untuk jaringan kecil seperti kantor cabang atau LAN lokal dengan jumlah node terbatas.

Contoh:

  • /24 host 256 subnet mask 255.255.255.0
  • /25 host 128 subnet mask 255.255.255.128
  • /26 host 64 subnet mask 255.255.255.192
  • /27 host 32 subnet mask 255.255.255.224
  • /28 host 16 subnet mask 255.255.255.240
  • /29 host 8 subnet mask 255.255.255.248
  • /30 host 4 subnet mask 255.255.255.252
  • /31 host 2 subnet mask 255.255.255.254
  • /32 host route subnet mask 255.255.255.255

Baca juga : Mengenal Apa Itu Deep Web? Dampak, Bahaya dan Tujuannya

Cara Menghitung Subnetting Secara Manual

Bagi Anda yang ingin memahami cara menghitung subnetting secara manual, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Tentukan terlebih dahulu jumlah subnet yang dibutuhkan.
  2. Kemudian, gunakan rumus 2^n≥ jumlah subnet. Rumus ini digunakan untuk mencari jumlah bit tambahan dari host yang perlu dipinjam ke network.
  3. Lakukan perhitungan subnet baru. Misalkan, dari /24 menjadi /25 jika Anda meminjam 2 bit.
  4. Setelah itu, hitung jumlah host per subnet dengan rumus 2^(jumlah bit host tersisa) – 2
  5. Tentukan rentang IP dan broadcast address untuk setiap subnet.

Baca juga : Tips Optimasi Gambar dan Image SEO untuk Website

Penutup

Subnetting adalah seni dan ilmu dalam mengelola ruang alamat IP menjadi potongan-potongan kecil yang lebih efisien, aman, dan mudah dikontrol. Dengan memahami tabel subnetting, Anda bisa merencanakan, mengalokasikan, dan memelihara jaringan secara profesional dengan lebih mudah. Nah, jika Anda ingin memiliki infrastruktur cloud yang stabil dan fleksibel untuk pengembangan website, layanan Cloud VPS eXtreme dari IDCloudHost bisa menjadi solusi ideal untuk memaksimalkan penerapan subnetting Anda.