Jika kita sedang mempelajari aplikasi pemrograman yang mendapat dukungan basis data relasional, maka mungkin akan menemukan istilah Object Relational Mapper (ORM). Dalam artikel ini, akan membahas seputar istilah tersebut dengan lengkap. Tujuannya supaya memahami lebih dalam tentang istilah teknologi tersebut.
Untuk itu, bagi yang masih bingung terkait pertanyaan mengapa ORM ini bisa menjadi penghubung antara database dengan kode aplikasi? Temukan jawabannya dalam penjelasan artikel berikut ini!
Daftar Isi
Mengenal Object Relational Mapper
Saat berhadapan dengan database khususnya backend, terdapat satu konsep yang harus seseorang pahami yaitu ORM. Merangkum dari berbagai sumber pengertian ORM sendiri merupakan teknik menyelaraskan kode pemrograman berbasis objek (OOP/object-oriented programming). Yaitu dengan menggunakan struktur database seperti basis data relasional (relational database).
Basis data relasional ini merupakan kumpulan data dalam bentuk tabel yang setiap itemnya mempunyai hubungan yang sudah ditentukan. Biasanya OOP ini tidak mampu bekerja sama dengan struktur database. Akan tetapi, ORM inilah yang menjadi penghubung antara keduanya supaya dapat berinteraksi.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya ORM, para pengembang dapat menulis query sederhana hingga rumit sekalipun memakai paradigma OOP dari programming language pilihan.
Biasanya, interaksi dengan database memakai SQL. Dengan memanfaatkan ORM, interaksi ini bisa dengan JavaScript atau bahasa pemrograman yang lainnya. Adapun contoh interaksinya dalam hal membuat, membaca, melakukan pembaharuan, hingga men-delete data dari database.
ORM dari Perspektif Developer
Melihat dari sudut perspektif pengembang atau developer, Object Relational Mapper (ORM) memungkinkan mereka bekerja dengan data yang telah didukung basis data memakai struktur dan mekanisme berorientasi objek.
Tentunya objeknya sama seperti yang mereka gunakan untuk semua jenis data internal. Salah satu daya tarik utama ORM adalah tidak perlu bergantung pada teknik khusus. Atau kita tidak perlu untuk mempelajari bahasa kueri baru seperti SQL supaya produktif dengan data.
Secara garis besar, ORM ini sangat bermanfaat sebagai lapisan abstrak antara aplikasi dan basis data. Alat ini akan berupaya meningkatkan produktivitas para developer dengan menghilangkan keperluan akan kode standar. Selain itu juga bisa menghindari pemakaian teknik-teknik rumit yang mungkin saja melanggar idiom dan ergonomi sesuai harapan dari bahasa pemrograman pilihan.
Baca juga: Mengenal Google Takeout untuk Backup dan Ekspor Data
Konsep Dasar ORM

Terdapat 3 konsep dasar dalam Object Relational Mapper yakni antara lain sebagai berikut:
Paradigma Berorientasi Objek
Dalam ORM data dan fungsionalitas dikemas dalam objek atau konsep paradigma objek. Objek tersebut mewakili entitas dari database, sehingga memungkinkan para developer untuk melakukan interaksi dengan database memakai sintaks sederhana.
Pemetaan Objek ke Database
Konsep ORM yang kedua adalah pemetaan. Konsep ini memetakan objek dalam kode menjadi tabel di dalam database. Metadata dalam framework ORM inilah yang membantu menghasilkan query SQL dengan otomatis. Selain itu juga mengelola alur data antara aplikasi dengan database tersebut.
Operasi CRUD
Konsep ORM yang ketiga adalah mempermudah operasi CRUD atau kependekan dari Create, Read, Update dan Delete. Kita cukup memodifikasi objek dalam aplikasi, lalu nantinya alat ini akan menerjemahkannya menjadi sebuah kueri SQL yang cocok.
Komponen Penting dalam ORM
Adapun komponen Object Relational Mapper ini ada 4 yaitu:
Pemetaan Entitas
Komponen pertama ORM ini akan memetakan entitas dalam kode (seperti kelas atau objek) ke dalam tabel di database. Properti dalam kelas akan berubah menjadi kolom tabel. Sedangkan setiap instance kelas akan berubah menjadi baris tabel.
Pemetaan Relasi
Kedua adalah relasi antar entitas, misalnya seperti satu-ke-satu, satu-ke-banyak, atau banyak-ke-banyak, juga nantinya akan diterjemahkan. ORM akan menangani hubungan ini dengan memakai foreign key di database untuk menjaga tingkat konsistensi data.
Pemetaan Tipe Data
Selanjutnya ada Framework ORM yang akan mengubah jenis data antara objek dalam aplikasi dan database. Tujuannya agar sesuai sehingga mampu menghindari error akibat adanya perbedaan jenis datanya.
Bahasa Query
Beberapa ORM mempunyai bahasa query yang khusus. Misalnya saja seperti Hibernate Query Language (HQL) untuk framework Hibernate. Bahasa tersebut akan memungkinkan developer untuk menulis kueri dengan sintaks berbasis objek. Dengan catatan tanpa harus berurusan langsung dengan SQL.
Kelebihan ORM
Agar semakin jelas mengenal Object Relational Mapper ini, maka saatnya untuk mempelajari terkait keunggulannya. Berikut beberapa kelebihan dari ORM yang dapat kita ketahui:
Mempercepat Waktu Pengembangan
Kelebihan yang pertama dari ORM ini akan membantu mempercepat waktu pengembangan dengan mengurangi keperluan untuk menulis SQL query dengan manual. Kondisi dapat memungkinkan para developer untuk lebih fokus pada pengembangan fitur aplikasi, daripada harus mengelola database langsung.
Mengurangi Jumlah Kode
Selanjutnya, ORM dapat membantu pengembang untuk bisa berinteraksi dengan database memakai bahasa pemrograman tinggi, seperti Java atau Python. Tentunya dapat mengurangi kompleksitas kode yang perlu kita tulis serta membuat pemeliharaan kode lebih ringkas dan sederhana.
Meningkatkan Keamanan
ORM juga mampu menyediakan lapisan abstrak antara aplikasi dengan database. Hal itu menjadikannya lebih sulit bagi peretas untuk melakukan eksploitasi celah keamanan seperti SQL injection. Alat ini juga mampu mengintegrasikan berbagai tools keamanan yang memproteksi aplikasi.
Mengelola Koneksi Database Otomatis
ORM ini juga secara otomatis dapat menangani transaksi dan koneksi database. Dengan demikian akan mengurangi risiko kesalahan dan menjadikan aplikasi lebih stabil serta mudah untuk proses pengelolaannya.
Mengurangi Biaya Pengembangan
Kelebihan yang terakhir adalah mampu mengurangi biaya pengembangan. Dengan mengotomatisasi banyak tugas teknis, seperti di atas, ORM mampu menurunkan biaya pengembangannya. Para developer juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menambahkan menu fitur aplikasi lebih penting lainnya.
Baca juga: Apa Itu Foreign Key? Fungsi dan Contohnya dalam Database
Kekurangan ORM
Setelah mempelajari kelebihannya, maka harus mempelajari juga terkait kekurangan dari Object Relational Mapper ini. Adapun berikut ini adalah uraian dari kekurangan-kekurangan ORM yang dapat kita ketahui.
Kurang Optimal untuk Query Kompleks
Kendati Object Relational Mapper ini mampu menyederhanakan interaksi dengan database, namun kadang hasil kueri nya tidak optimal. Khususnya untuk kueri yang kompleks. Hal ini tentu dapat berpengaruh pada kinerja aplikasi, terutama aplikasi yang memerlukan pengolahan data intensif.
Performa Kurang Efisien
ORM juga memiliki kekurangan karena sering menghasilkan kueri kurang efisien dibandingkan dengan menulis SQL secara langsung. Lebih lanjut, ORM juga dapat menghasilkan lebih banyak kueri daripada yang dibutuhkan sesungguhnya sehingga berpotensi memperlambat kinerja aplikasinya.
Banyak Abstraksi & Tidak Ideal Semua Aplikasi
Salah satu kekurangan ORM yang masih menjadi tantangan adalah adanya banyak lapisan abstrak antara aplikasi dan basis data. Kendati hal ini memudahkan pengelolaan data, namun juga bisa membuat pengembang sulit untuk mengetahui penyebab masalah performa dan kesalahan querinya.
Terakhir, meski kehadirannya berguna untuk banyak jenis aplikasi, namun tidak semua aplikasi bisa cocok menggunakannya. Aplikasi yang memerlukan kontrol penuh atas kueri dan kebutuhan performanya sangat tinggi.
Cara Kerja ORM
Untuk cara kerja dari Object Relational Mapper (ORM) ini adalah dengan memakai deskriptor metadata. Fungsinya untuk membuat lapisan antara bahasa pemrograman dan juga relational database dengan abstraksi tinggi.
Adapun ORM nantinya akan menerjemahkan status dan kode yang telah dibuat oleh OOP tersebut. Setelah itu, baru terbentuk peta yang terstruktur dengan isi mendeskripsikan hubungan antara objek dengan data tanpa mengetahui bagaimana struktur datanya. Kemudian, ORM akan melakuan proses mengubah data pada tabel database. Lalu setelahnya menghasilkan kode SQL yang dibutuhkan database tersebut untuk menanggapi adanya perubahan dan aktivitas data.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Document Object Model Pada Javascript
Penutup
Object Relational Mapper (ORM) merupakan paradigma ampuh yang menyediakan cara praktis untuk memakai bahasa pemrograman berorientasi objek dengan basis data relasional. Dengan menyembunyikan kompleksitas interaksi basis data, ORM mempermudah jalannya proses pengembangan. Selain itu, alat ini juga membuat kode lebih mudah dipelihara, dan aplikasinya lebih scalable. Kendati begitu, pastikan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing karena tidak ideal untuk semua jenis aplikasi.