Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang, Manfaat, dan Contohnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Tanpa kita sadari, sepertinya banyak dari kita yang belum tahu bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang. Bahkan mungkin kalian masih ada yang masih awam tentang apa itu surat perjanjian hutang. Selain itu banyak juga yang masih meremehkan fungsi dari surat perjanjian hutang ini padahal fungsi dari surat perjanjian hutang ini sangatlah penting. Fakta dengan hadirnya perjanjian hutang ini memungkinkan kalian menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau sesuatu yang buruk.

Meskipun kita melakukan hutang kepada teman baik kita, namun mengenai urusan yang berkaitan dengan hutang dan uang ini sebenarnya tidak memandang status yang namanya hutang harus tetap dibayar. Apalagi jika jumlah hutangnya cukup besar maka peran dari surat perjanjian hutang ini sangatlah penting. Biasanya dikarenakan tidak menggunakan surat perjanjian hutang banyak yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan perbuatan yang curang, seperti tidak membayar hutangnya.

Oleh karena itu, sebagai cara antisipasi akan lebih baik jika kalian mulai membuat surat perjanjian hutang jika kalian ingin meminjam uang, meskipun yang kalian hutangi merupakan teman baik atau saudara kalian. Bagi yang belum tahu tentang apa yang dinamakan surat hutan? Bagaimana cara membuatnya? Secara sederhana surat perjanjian hutang bisa dimaknai sebagai sebuah aturan tertulis bersifat resmi yang berisikan hal-hal terkait utang piutang yang dilakukan. Untuk lebih lengkapnya, akan dijelaskan pada artikel berikut ini.

 

Mengenal Apa Itu Surat Perjanjian Hutang

 

Surat perjanjian hutang atau sering disingkat SPH adalah sebuah surat tertulis resmi yang melibatkan pemberi dan penerima pinjaman hutang. Adanya surat perjanjian hutang menghindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak, baik pemberi atau penerima hutang. Sebuah urgensi dari surat ini cukup tinggi karena berkaitan tentang hutang-piutang, apabila utang tersebut mencakup jumlah uang yang cukup besar juga. Meskipun hutang-piutang terjadi di lingkungan keluarga atau teman dekat tetap berkemungkinan terjadi perselisihan akibat hutang tersebut.

Tujuan dari pembuatan ini sebenarnya sudah disinggung sangat jelas seperti diatas yaitu agar dengan adanya surat ini bisa menghindari berbagai hal yang merugikan kedua belah pihak. Tujuan lainnya bisa digunakan agar penerima pinjaman dapat mengingat bahwa dia memiliki sebuah hutang yang harus dibayar sesuai dengan surat perjanjian tersebut. Jika melihat fakta sehari-hari bahwa ada banyak orang yang memiliki hutang namun tidak mengingat dan lupa membayar dengan tepat waktu.

 

Baca Juga :    Mengenal Apa Itu Laporan Keuangan, Tujuan dan Jenis Laporannya

 

Manfaat Surat Perjanjian Hutang

Melihat dari pengertian sebelumnya bisa disimpulkan bahwa ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil dengan adanya surat perjanjian hutang tersebut. Yang mana perjanjian dalam bentuk tulisan ini bisa memberikan sebuah ketenangan kepada pemberi hutang. Jadi antara pemberi dan penerima hutang bisa menghindari berbagai hal buruk bahkan sampai membawa ke jalur hukum. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa manfaat surat perjanjian hutang.

  • Bisa Melakukan Konfirmasi Besarnya Hutang dan Waktu Transaksi

    Selain mencantumkan data diri yang penting di dalam surat surat perjanjian hutang juga dicantumkan mengenai jumlah uang yang dipinjam. Dalam surat perjanjian tersebut akan dicantumkan berapa besar jumlah uang yang dicantumkan serta waktu untuk melakukan transaksi. Waktu ini terdiri dari hari dan tanggal melakukan transaksi pinjaman dari kedua belah pihak. Yang mana hal ini bermanfaat sekali apabila nantinya ada dari 2 pihak yang ingin melakukan kecurangan, namun dengan data-data ini kecurangan tersebut bisa diantisipasi.

  • Dapat Menghindari Perselisihan

    Pengertian perselisihan bisa bermaksud perbedaan pendapat antara kedua belah pihak yang bisa menimbulkan kericuhan. Dimana akibat dari perselisihan ini bisa saja dibawa ke jalur hukum karena kedua belah tidak menyelesaikan secara baik-baik atau kekeluargaan. Akan tetapi jika ada surat perjanjian hutang pinjaman yang dijadikan bahan bukti, maka perselisihan bisa ditanggulangi. Meskipun ada namun perselisihan bisa dengan cepat terselesaikan. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan karena adanya surat perjanjian hutang.

  • Dapat Melakukan Konfirmasi Semua Pihak yang Terkait

    Kemudian manfaat yang bisa didapatkan adalah melakukan konfirmasi kepada semua pihak yang terkait baik itu pemberi hutang maupun penerima hutang. Surat perjanjian hutang akan mencantumkan data-data penting seperti data diri kedua belah pihak. Karena berhubungan dengan data diri pasti akan tercantum KTP dan identitas lainnya. Hal ini bermanfaat apabila suatu saat ada kesalahan identitas yang dimiliki. Selain itu, manfaat lainnya adalah menghindari dari gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab. Maksudnya disini pihak tersebut mengelak jika sudah ditagih dan mengaku tidak mengaku tidak memiliki hutang.

 

Komponen dari Surat Perjanjian Hutang

Sebelum mengetahui cara membuat surat perjanjian hutang ada beberapa hal yang perlu pahami selain dari pengertian dan manfaat yang kalian baca diatas. Sekedar mengingatkan bahwa hutang piutang merupakan segala sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman yang diberikan untuk selang waktu yang telah ditentukan terhadap penerima pinjaman. Bagi penerima pinjaman wajib mengembalikan hak milik pemberi pinjaman. Berikut adalah komponen surat perjanjian hutang yang harus dicantumkan. Baik itu hutang perorangan atau perusahaan. Dikutip dari lifepal berikut adalah komponennya.

  • Pasal 1 yang berisi tentang perjanjian kerjasama untuk tujuan pembiayaan modal kerja sesuai nominal yang dipinjam dan pada tanggal/bulan/tahun pinjaman diberikan. Sebaiknya tuliskan keterangan waktu terkait secara lengkap dan jelas, ya.
  • Pasal 2 yaitu jangka waktu pengembalian yang disepakati kedua belah pihak. Di dalamnya juga berisi tenggang waktu pengembalian jika meleset dari tanggal waktu pengembalian yang telah ditentukan.
  • Pasal 3 berisi tentang jaminan dan kompensasi yang mencakup apa yang peminjam bisa jaminkan (misalnya aset properti, perusahaan, atau kendaraan) dan besaran kompensasi yang akan diterima pemberi pinjaman. Contohnya bunga yang dibayarkan bulanan atau tahunan dengan menyebutkan persentasenya dari jumlah pinjaman.
  • Pasal 4 berisi tentang jangka waktu perjanjian yaitu kapan masa berlaku hutang tersebut berakhir dan kesepakatan kedua belah pihak selesai.
  • Pasal 5 berisi tentang penyelesaian perselisihan termasuk caranya.

 

Baca Juga :    Apa Itu Negosiasi, Cara Bernegosiasi, Manfaat Dan Tujuannya

 

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang

Nah tibalah kita bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang. Pada bagian ini akan diberikan contoh juga mengenai surat perjanjian hutang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat judul dengan singkat dan padat. Setelah itu cara berikut nya adalah memberikan keterangan singkat tanggal surat. Tanggal ini berguna untuk mengingatkan kedua pihak atas transaksi hutang yang dilakukan. Langkah selanjutnya adalah menuliskan identitas lengkap kedua belah pihak. Terakhir adalah penutup dan tanda tangan yang bersangkutan. Selain itu jangan lupa untuk memasukkan komponen-komponen seperti bagian sebelumnya. Berikut adalah contoh surat perjanjian hutang.

 

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini, Rabu (11 September 2019), kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang, yaitu:
Nama : Josua
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : CEO Mindcovery
Alamat : Jalan in aja yang penting hayuk 11,Kediri, Jawa Timur.

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
Nama : Tegar
Umur : 26
Pekerjaan : Direktur PT ABC Nasional, Malang
Alamat : Jalan Mawar Melati Semua Indah 203, Malang
Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh kedua belah pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:
PIHAK PERTAMA telah menerima uang Rp2.000.000.000 (dua miliar rupiah) dari PIHAK KEDUA dimana uang tersebut adalah hutang atau pinjaman.
PIHAK PERTAMA bersedia memberikan jaminan yaitu sertifikat rumah yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman dari PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Hutang ini.

Apabila nantinya di kemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali kepada orang lain.
Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Masing-masing surat untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun di tempat dan waktu penandatanganan Surat Perjanjian ini.
Demikian Surat Perjanjian Hutang ini dibuat bersama di hadapan saksi-saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani untuk dijadikan pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA                                                                  PIHAK KEDUA
TTD                                                                                                     TTD

(Josua)                                                                                             (Tegar)

Para Saksi (dua dari PIHAK PERTAMA, dua dari PIHAK KEDUA)
Nama Tanda tangan
Alex ………………….
Tutus ………………….

 

Kesimpulan dan Penutup

Surat perjanjian hutang merupakan hal yang penting ketika kita ingin melakukan agenda pinjam hutang kepada siapapun baik itu teman sendiri maupun saudara di keluarga. Sebab akan ada kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Misalnya saja ada yang memanfaatkan hutang untuk mengelabui atau melakukan kecurangan karena tidak memiliki validitas surat pernyataan sebuah hutang terjadi.
Maka dari itu sebuah surat perjanjian hutang sangat diperlukan, surat perjanjian akan membantu perselisihan yang terjadi dari kedua belah pihak apabila hal itu terjadi. Selain itu, surat ini bisa mengikat kedua belah pihak untuk tidak melakukan kecurangan apapun. Cara membuat surat perjanjian juga cukup mudah seperti panduan diatas, adapun harus ada komponen-komponen yang tercantum. Demikian artikel mengenai cara membuat surat perjanjian hutang.

Related Post :