Cara Mengetahui dan Cek Pemilik Domain dengan Mudah dan Cepat

Serba Serbi, Technology / 0 | | 0

Sebelum mengetahui lebih lanjut terkait cara mengecek domain, Anda akan diajak lebih dulu untuk mengulik sejarah dari domain itu sendiri. Sejarahnya dimulai sejak tahun 1985, pada 15 maret di tahun ini domain(dot)com untuk pertama kalinya baru digunakan. Nama domain ini masih dalam kepemilikan yang sama hingga kurang lebih 25 tahun, hingga di tahun 2009 domain tersebut dibeli oleh XF Investments.

Kembali ke tahun 1995, pada saat itu pendaftaran nama domain tidaklah gratis seperti di tahun sebelumnya. Wewenang mengenai biaya tersebut berlaku bagi yang ingin mendaftar dengan nama domain tertentu, dengan harga yang ditetapkan sekitar $100 di dua tahun pertama. Lanjut ke tahun 2014, ini menjadi sejarah singkat tahun terakhir dari domain. Pada tahun ini sudah ditambahkan lebih dari 100 TLD atau Top Level Domain yang baru, TLD merupakan ekstensi akhir yang terletak di dalam domain.

Setelah mengetahui sedikit sejarah singkat dari domain, sudah tahukah Anda apa itu domain? Nama unik yang diberikan dan mudah diingat untuk mengidentifikasi server komputer disebut dengan domain yang secara umum, nama domain mengidentifikasi domain jaringan, atau mewakili sumber daya Protokol Internet (IP), seperti komputer pribadi yang digunakan untuk mengakses Internet, komputer server yang hosting situs web, atau situs web itu sendiri atau layanan lainnya dikomunikasikan melalui internet. Pada 2017, 330,6 juta nama domain telah didaftarkan.

 

Cara Cek Pemilik Domain

Melakukan pengecekan pemilik domain sangatlah gampang, hal ini bahkan bisa dilakukan orang yang bahkan sama sekali tidak memiliki latar belakang IT dengan syarat memiliki gadget dan koneksi internet yang bagus. Setiap kali melakukan pendaftaran nama domain, Anda harus memberikan informasi kontak yang relevan, hal ini bisa memudahkan orang untuk mencari informasi tersebut dengan menggunakan situs pencarian pemilik domain yang ada. Ada banyak situs yang menyediakan pengecekan ini, salah satunya menggunakan WHOIS.

Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya Anda mengetahui istilah WHOIS terlebih dahulu, WHOIS adalah website yang berisi informasi meliputi alamat, IP Address, serta nama pemilik dari website yang tersedia dalam internet. Semua data tersebut akurat dan bisa untuk dijadikan referensi oleh pencari informasi, situs ini cukup mudah dilakukan dan juga tersedia 24 jam. Berikut cara cek pemilik menggunakan WHOIS.

  • Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuka situs pengecekan WHOIS.
  • Lalu dilanjutkan dengan memasukkan alamat web atau domain yang ingin Anda ketahui informasi terkait pemilik dan kepemilikannya.
  • Klik cek atau bisa dengan menekan enter untuk mendapatkan hasilnya.
  • Informasi yang Anda butuhkan akan muncul sesuai dengan alamat website yang diberikan.

Informasi terkait bisa Anda dapatkan selama pengguna website tidak menggunakan layanan WHOIS Privacy Protection, sebab layanan tersebut berfungsi untuk melindungi data dan informasi pribadi dari si pemilik domain. Jika pemilik domain menggunakannya, Anda tidak akan bisa melihat informasi detail terkait pribadi orang tersebut. Anda masih bisa melihat informasi dari pemilik, namun biasanya hanya berupa tempat di mana domain tersebut didaftarkan, informasi identitas seperti nama, alamat email serta nomor telepon si pemilik domain, tanggal daftar dan tanggal kadaluarsa, serta alamat IP dari pemilik domain.

 

Baca Juga   :    Mengenal Sejarah Singkat Domain untuk Website

 

Daftar Situs untuk Cek Pemilik Domain

Cara Mengetahui dan Cek Pemilik Domain dengan Mudah dan Cepat
 

Selain WHOIS yang sudah dipaparkan tadi, ada beberapa situs yang juga bisa dilakukan untuk melakukan cek pemilik domain. WHOIS bukan satu-satunya situs yang bisa mengecek nama domain, berikut ini daftarnya.

  • whois(dot)com
  • whois(dot)net
  • whois(dot)domaintools(dot)com
  • who(dot)is
  • whois-search(dot)com
  • networksolution(dot)com/whois
  • betterwhois(dot)com
  • easywhois(dot)com

 

Bisakah Mengecek Semua Domain?

Domain umumnya dimiliki oleh perseorangan atau perusahaan, entah itu lembaga, korporasi dan kelompok lainnya. Data-data yang ada pada domain umumnya bisa dilihat, namun tidak berlaku bagi penyedia layanan yang menunjukkan dan mempublikasikan data milik mereka dengan alasan privasi. Sehingga Anda tidak akan bisa membaca data si pemilik domain, meski menggunakan website penyedia layanan seperti WHOIS. Pemilik domain tetap harus memberikan data diri mereka secara lengkap pada penyedia layanan yang dipilih untuk kebutuhan registrasi, hal ini tentu tidak boleh dirahasiakan untuk tujuan registrasi dan data di penyedia.

 

Baca Juga   :    Mengenal Apa itu Perbedaan Domain dan Hosting

 

Manfaat Mengetahui Pemilik Domain

Ada aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui siapa pemilik dari sebuah domain, mengetahui pemilik domain ternyata bisa dimanfaatkan untuk beberapa tujuan baik itu tujuan yang menguntungkan pemilik domain dan yang merugikan si pemilik domain tersebut. Salah satu manfaat yang ada berupa memudahkan penyelidikan kasus penipuan pada website sebuah toko online, dengan mengetahui cara ceknya Anda juga bisa sekaligus mengetahui data yang ada di dalamnya. Data yang biasa tersedia umumnya dimulai dari nomor telepon hingga alamat rumah si pemilik website, data ini bisa Anda manfaatkan untuk mencegah adanya penipuan sebab data yang ada terpublikasi jelas. Namun ada kalanya data yang dimasukkan adalah data fiktif, ini biasa terjadi pada ekstensi domain yang bisa diakses dengan gratis sehingga tidak memerlukan verifikasi terlebih dahulu.

 

Informasi yang Disajikan Oleh WHOIS

Cara Mengetahui dan Cek Pemilik Domain dengan Mudah dan Cepat
 

Anda sudah mengetahui istilah WHOIS yang dijelaskan di atas tadi, sebaiknya Anda juga mengetahui apa saja informasi yang diberikan oleh WHOIS saat mencari pemilik domain. Berikut ulasan lebih jelasnya dibawah ini.

 

  1. Domain Information

    Di bagian ini biasanya memuat informasi terkait nama website, informasi tentang tanggal registrasi dan tanggal kadaluarsa, ada juga informasi terkait status dari domain apakah sedang aktif, non aktif, atau bahkan pause. Serta tambahan informasi terkait nama server yang digunakan.

  2. Registrant Contact

    Pada bagian ini informasi yang ada berupa orang yang melakukan pendaftaran website dengan nama domain yang ada, informasi yang terlampir umumnya berisi nama pendaftar, organisasi yang dibentuk, alamat serta kota tempat tinggal, dan info tambahan terkait negara, email, dan nomor telepon pihak terkait yang bisa untuk dihubungi.

  3. Administrative Contact

    Informasi yang ada pada bagian ini hampir sama dengan informasi pada registrant contact, namun biasanya di sini Anda akan menemukan biodata seseorang dengan detail sesuai dengan pemilik dari web tersebut.

  4. Technical Contact

    WHOIS umumnya juga menyediakan technical contact, ini berfungsi untuk lampiran informasi terkait contact yang bisa Anda hubungi. Informasi lengkap yang didapatkan berupa nama pemilik website, IP Address, dan lainnya.

  5. Raw WHOIS Data

    Bagian ini menyediakan informasi yang mendetail dan sangat lengkap, apapun informasi yang Anda butuhkan tersedia di raw whois data ini. Semua informasi yang disajikan sangat mendetail, sehingga Anda bisa menggunakannya dengan berbagai keperluan. Yang terpenting Anda harus melakukan pengecekan terhadap status dari domain, apakah sudah aktif, masih pending, belum aktif, atau sudah tidak aktif.

 

Baca Juga   :    Cara Mengetahui Pemilik Domain Secara Onlie Dengan Mudah dan Aman

 

Kesimpulan dan Penutup

Mengetahui data dari pemilik domain memiliki banyak keuntungan bagi yang membutuhkannya, apalagi jika domain milik Anda berpotensi bisa dijual dengan harga yang tinggi. Ada banyak orang diluar sana yang membutuhkan website dengan domain bagus, untuk diajak bekerja sama. Bahkan tak jarang data diri dari pemilik domain akan dipelajari lebih lanjut sebagai acuan agar pembeli memilih domain yang tepat untuk kemajuan bisnis miliknya.

Namun tak jarang pemilik domain justru menyembunyikan identitas dirinya karena dianggap sebuah privasi, hal ini disebabkan ada banyak hal yang bisa terjadi di dunia internet yang bisa mengganggu ketenangan pemilik domain. Entah itu penyalahgunaan akses atau pengatasnamaan dan digunakan sebagai umpan untuk memeras banyak pihak, hal ini tentu merugikan si pemilik data diri. Orang-orang akan mencarinya dengan menggunakan data diri yang mereka miliki, sehingga ia harus membayar kerugian yang disebabkan si pembuat onar.

Related Post :