Memahami Cara Kerja DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Komputer saling bertukar informasi dengan komputer lainnya melalui sebuah sistem yang disebut sebagai jaringan komputer. Jaringan komputer ini yang memungkinkan komputer untuk saling berkomunikasi dengan komputer lainnya, tentu saja komunikasi yang ada pada komputer yang dimaksud adalah saling bertukar informasi berbentuk data-data. Sementara dalam pengelolaan jaringan komputer ini dilakukan oleh protokol-protokol jaringan.

Protokol jaringan sendiri adalah seperangkat aturan, konvensi, dan struktur data yang menentukan bagaimana perangkat bertukar data di seluruh jaringan. Dengan kata lain, protokol jaringan dapat disamakan dengan bahasa yang harus dipahami oleh dua perangkat untuk saling berkomunikasi terlepas dari infrastruktur dan perbedaan desainnya.

Adapun protokol jaringan memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah DHCP, DNS, FTP, HTTP, IMAP and IMAP4, POP, dan lain sebagainya. Dimana protokol jaringan ini juga ada yang dapat terhubung ke internet, salah satunya adalah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server. DHCP merupakan jaringan protokol internet yang bisa memberikan IP (Internet Protocol) Address ke komputer yang memintanya. Simak artikel berikut ini sampai tuntas untuk mengetahui cara kerja DHCP dan seluk-beluk DHCP secara mendalam.

 

Memahami Apa Itu DHCP Server dan Fungsinya

Memahami Cara Kerja DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server
 

Dynamic Host Configuration Protocol atau DHCP adalah protokol komunikasi yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengotomatiskan penetapan alamat IP dalam jaringan. DHCP bisa membuat admin jaringan mendistribusikan alamat IP dari titik pusat dan secara otomatis mengirim alamat IP baru saat perangkat di colokan dari tempat berbeda di jaringan. DHCP bekerja pada model client-server.

Fungsi dari DHCP Server ini adalah mengatur distribusi konfigurasi IP Address yang unik ke masing-masing perangkat. Setiap IP Address yang didistribusikan ke setiap perangkat memiliki alamat yang berbeda-beda dan unik. IP Address ini merupakan alamat identifikasi suatu perangkat untuk bisa terhubung ke jaringan. IP Address yang dimiliki perangkat berbeda, ini bertujuan untuk semua perangkat bisa mengakses ke server. Ibarat tiket masuk bioskop, jika ada IP Address yang sama maka server otomatis menolak perangkat tersebut karena sudah ada IP Address yang masuk lebih dahulu dan menyebabkan salah satu perangkat tidak bisa mengakses server tersebut.

 

Baca Juga  :     Mengenal Proxy Server, Manfaat dan Keterbatasannya

 

Cara Kerja DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, DHCP akan memberikan IP Address untuk mengatur konfigurasi jaringannya, dan setiap perangkat memiliki IP Address yang berbeda untuk bisa mengakses server. Selain IP Address, konfigurasi jaringan lain yang juga diberikan adalah IP Gateway dan IP DNS. IP Gateway dan IP DNS diperlukan untuk menghubungkan suatu perangkat bisa masuk ke dalam jaringan dan berkomunikasi dengan perangkat lain yang telah masuk terlebih dahulu ke dalam server.

Sederhananya, DHCP disusun oleh perangkat-perangkat yang masing-masing dibagi menjadi dua kelompok, yaitu DHCP Client dan DHCP Server. DHCP Server bertugas untuk mendistribusikan konfigurasi jaringan secara otomatis dan biasanya DHCP Server hanya ada satu dalam satu jaringan. Sementara DHCP Client adalah perangkat yang menerima jaringan, biasanya DHCP Client terdiri dari banyak perangkat yang menerima jaringan dari DHCP Server. Perangkat DHCP Client bisa berupa CCTV, laptop, komputer, dan sebagainya.

Cara kerja DHCP yaitu satu DHCP Server memberikan konfigurasi jaringan berupa IP Address, IP Gateway, dan IP DNS kepada perangkat-perangkat yang sedang terhubung dengan DHCP Server. Selama pembagian jaringan berlangsung, DHCP Server memiliki batas waktu tertentu dan tidak selamanya terhubung ke beberapa perangkat (DHCP Client).

Hal tersebut menyebabkan jika ada salah satu DHCP Client yang mati dan tidak berfungsi, maka DHCP akan terus menyalurkan jaringan kepada perangkat yang mati tersebut, sehingga perangkat lain yang masih aktif tidak bisa melakukan request akses jaringan ke DHCP Server karena terdapat pembatasan jumlah perangkat. Sementara jika terdapat batas waktu, DHCP Server bisa otomatis mematikan jaringannya pada client atau perangkat yang sudah mati dan menerima request dari perangkat yang masih aktif.

 

Baca Juga  :    Memahami Apa Itu IP Address dan Cara Kerjanya Untuk Pemula

 

Dimana ada tahapan-tahapan secara sistematis dalam cara kerja DHCP, yaitu Discover, Offer, Request, dan Acknowledgment. Berikut tahapan-tahapan cara kerja DHCP :

  • Discover

    Mula-mula kerja DHCP disebut dengan proses Discover. Proses ini dilakukan dengan mengirimkan DHCP Discover Message kepada server. Pada proses ini, client atau perangkat mengirim pesan kepada DHCP Server untuk memberitahukan bahwa client atau perangkat membutuhkan konfigurasi jaringan.

  • Offer

    Setelah itu, DHCP Server menangkap pesan tersebut dan melakukan Offer atau penerimaan terhadap pesan tadi dengan mengirim DHCP Offer Message. Pesan Offer berisikan penawaran konfigurasi jaringan yang tersedia untuk perangkat.

  • Request

    Tahap selanjutnya, client atau perangkat membalas pesan tersebut dengan Request, yaitu membalas pesan server dengan mengirim DHCP Request Message. Pesan Request ini berisi pernyataan client bahwa client sepakat dengan penawaran yang dikirimkan oleh DHCP Server.

  • Acknowledgment

    Terakhir, DHCP Server membalas dengan Acknowledgment, yaitu mengirimkan kembali balasan pesan berupa DHCP Acknowledgment. Isi dari pesan DHCP Acknowledgment adalah berisikan informasi konfigurasi jaringan sesuai kesepakatan.

 

Baca Juga  :    Pengertian Server dan Jenisnya

 

Keuntungan dan Kerugian DHCP Server

Memahami Cara Kerja DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server
 

 

Setelah mengetahui bagaimana cara kerja DHCP Server, sekarang Anda akan tahu beragam keuntungan dan kerugian dari DHCP Server. Berikut kelebihan dan kerugian DHCP Server.

 

Keuntungan menggunakan DHCP

  • Manajemen Alamat IP Terpusat

    Anda tidak perlu mengatur konfigurasi pada client, Anda cukup mengatur seluruh konfigurasi jaringan yang terdapat pada DHCP Server.

  • Penambahan Perangkat Lebih Mudah

    Dengan DHCP Server yang terpusat, Anda bisa dengan leluasa menambah perangkat atau DHCP Client tanpa harus mengatur konfigurasi pada sisi perangkat.

  • Penggunaan Kembali Alamat IP

    Anda bisa memasukan perangkat atau DHCP Client dengan alamat IP yang sama yang pernah terhubung dengan DHCP Server, walaupun Anda pernah memutuskan jaringan tersebut sebelumnya. Ini membuat pengurangan
    jumlah total alamat IP yang diperlukan.

 

Baca Juga  :    Mengenal SSH (Secure Shell) Protocol dan Contoh Penggunaanya

 

Kekurangan menggunakan DHCP

  • Kerusakan Tunggal

    DHCP Server biasanya hanya terdapat satu untuk mengkonfigurasi jaringan ke beberapa client atau perangkat, jika terjadi kerusakan pada DHCP Server maka seluruh perangkat juga tidak bisa mengakses jaringan dan terputus begitu saja.

  • Kemanan yang Rentan

    DHCP Server tidak memiliki otentikasi klien, sehingga DHCP Server bisa mendapat akses yang tidak sah ke alamat IP pada client.

  • Ketergantungan Pada DHCP Server

    DHCP Client atau perangkat tidak bisa mengakses jaringan tanpa DHCP Server. Semua perangkat atau client tidak bisa lepas dari DHCP Server yang menghubungkan semua perangkat tersebut. Tanpa DHCP Server, jaringan antar perangkat yang terhubung satu sama lainnya akan terputus.

 

Baca Juga  :     Mengenal Bare Metal Cloud Server : Pengertian, Cara Kerja, dan Kegunaan

 

Kesimpulan dan Penutup

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol komunikasi yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengotomatiskan penetapan alamat IP dalam jaringan. Fungsi dari DHCP Server ini adalah mengatur distribusi konfigurasi IP Address yang unik ke masing-masing perangkat. DHCP disusun oleh perangkat-perangkat yang masing-masing dibagi menjadi dua kelompok, yaitu DHCP Client dan DHCP Server.

Singkatnya, DHCP Server bertugas untuk mendistribusikan konfigurasi jaringan secara otomatis dan biasanya DHCP Server hanya ada satu dalam satu jaringan. Sementara DHCP Client adalah perangkat yang menerima jaringan, biasanya DHCP Client terdiri dari banyak perangkat yang menerima jaringan dari DHCP Server. Perangkat DHCP Client bisa berupa CCTV, Laptop, Komputer, dan sebagainya. Cara kerja DHCP yaitu satu DHCP Server memberikan konfigurasi jaringan berupa IP Address, IP Gateway, dan IP DNS kepada perangkat-perangkat yang sedang terhubung dengan DHCP Server.
 

Related Post :