Mengenal Database-as-a-service (DBaaS), Definisi dan Cara Kerjanya

Serba Serbi, Technology / 0 | | 0

Semakin maju zaman maka semakin banyak data dan informasi yang terkumpul sehingga diperlukan adanya pendataan yang praktis dan efisien. Database adalah sekumpulan data yang terorganisir sehingga dapat mempermudah management data serta mempermudah untuk mengakses data. Ketika bisnis Anda menggunakan database tradisional, bisnis harus menyediakan semua infrastruktur dan sumber daya.

Ketika menyediakan dan mengelola seluruh infrastruktur dan sumber daya ini, Anda membutuhkan beberapa staff IT untuk melakukan maintain dan mengatur server bisnis, juga membutuhkan investasi modal yang lebih besar untuk membeli server dan hardware yang menjalankan database. Terdapat resiko kehilangan data karena terjadi kegagalan sistem yang diakibatkan oleh ransomware, kemudian membutuhkan biaya maintenance yang tidak sedikit untuk membeli beberapa hardware, software, dan lisensi.

Memilih penyimpanan data di server internal atau server eksternal adalah keputusan besar yang harus dipertimbangkan. sedangkan di lingkungan bisnis modern, jika bisnis Anda tidak sanggup untuk menghadapi tantangan dalam mengelola seluruh infrastruktur dan sumber daya untuk menjalankan database, terdapat banyak layanan cloud database yang dapat Anda gunakan salah satunya adalah Database-as-a-Service (DBaaS).

 

Definisi DBaaS (Database-as-a-Service)

Database-as-a-Service (DBaaS) atau yang lebih dikenal juga dengan Managed Databases adalah salah satu layanan cloud database yang mempermudah Anda dalam menyimpan data dan mengatur database tanpa perlu melakukan perawatan hardware, dan tanpa perlu melakukan seluruh jenis konfigurasi untuk infrastruktur dan sumber daya yang mengelola database.

Di dalam konfigurasi Database-as-a-Service (DBaaS), sebagian besar tugas administrative dilakukan oleh penyedia layanan yakni pihak ketiga, sementara Anda dapat fokus dalam menggunakan layanan. Kepraktisan ini memungkinkan bisnis Anda untuk lebih produktif dan efisien karena tidak perlu mengkhawatirkan pekerjaan terkait infrastruktur sehingga beberapa personel dapat fokus untuk tugas lain.

 

Baca Juga  :      Mengenal Apa Itu Big Data dan Karakteristik Umumnya

 

Memahami Kegunaan dan Fungsi DBaaS

Mengenal Database-as-a-service (DBaaS), Definisi dan Cara Kerjanya
 

Penggunaan Database-as-a-Service (DBaaS) memungkinkan Anda untuk memulai bisnis dengan cepat dan hanya membutuhkan jaringan serta beberapa klik pada komputer Anda. Fungsi utama dari penciptaan Database-as-a-Service (DBaaS) itu sendiri adalah menggunakan database dengan mudah dan cepat tanpa perlu khawatir dengan keamanan, instalasi, ataupun maintenance database tersebut.

Dalam banyak kasus, Database-as-a-Service (DBaaS) dapat diatur dengan cepat hanya dengan beberapa klik untuk mendapatkan layanan database yang diinginkan. Beberapa pemimpin pasar cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud Platform semuanya bhkan juga menawarkan layanan Database-as-a-Service (DBaaS) dalam berbagai varian, seperti database cloud MySQL, PostgreSQL, Microsoft SQL Server, dan database NoSQL seperti MongoDB, Hadoop dan sebagainya.

 

Baca Juga  :     Database : Definisi/Pengertian dan Tipe/Jenisnya

 

Cara Kerja Database-as-a-Service (DBaaS)

Tergantung service yang Anda gunakan, Database-as-a-Service (DBaaS) dapat digunakan seperti Software-as-a-Service (SaaS) dimana Anda bisa menggunakannya seperti menggunakan aplikasi pada umumnya, atau dapat menjadi komponen dari beberapa stack Infrastructure-as-a-Service (IaaS) dimana Anda menyewa infrastruktur cloud lalu menggunakan layanan Database-as-a-Service (DBaaS) ini pada infrastruktur tersebut sehingga bebas melakukan konfigurasi sesuai yang diinginkan. Berikut adalah bagaimana Database-as-a-Service (DBaaS) bekerja sebagai sebuah komponen dalam IaaS (Infrastructure as a service) :

 

  • Pengaturan awal

    Pertama adalah pengaturan awal yang dimulai dengan menyediakan Virtual Machine (VM) sebagai environment dari hardware yang disediakan penyedia layanan. Kemudian database diinstal dan dikonfigurasi pada VM tersebut. Tergantung pada layanannya, sistem database yang telah ditentukan sebelumnya tersedia untuk pengguna yang dapat mengakses sistem database ini menggunakan permintaan query melalui interface atau dari sebuah sistem software.

  • Menangani infrastruktur

    Database-as-a-Service (DBaaS) menangani infrastruktur dan operasi back end, sehingga database administrator (DBA) dapat menggunakan fungsionalitas yang sederhana dengan hanya beberapa klik untuk mengkonfigurasi proses manajemen database seperti monitoring, upgrade and patches, disaster recovery (backup data), dan security.

  • Konfigurasi yang praktis

    Database-as-a-Service (DBaaS) melakukan scaling pada instance VM sesuai dengan konfigurasi dan kebijakan yang terkait dengan sistem database. Sebagai contoh untuk disaster recovery, sistem dapat mereplikasi data di beberapa instance. Hal ini karena resource server yang dikendalikan oleh platform dengan cepat memastikan data tetap tersedia. Tanpa layanan DBaaS, Anda harus mengelola dan melakukan konfigurasi scaling pada komponen hardware dan integrasi secara terpisah sehingga waktu yang dibutuhkan lebih lama dan tidak memenuhi persyaratan bisnis yang bergerak cepat.

 

Baca Juga  :     Memahami Kelebihan dan Kekurangan DBMS (Database Management System)

 

Kelebihan dan Kekurangan Database-as-a-service (DBaaS)

Mengenal Database-as-a-service (DBaaS), Definisi dan Cara Kerjanya
 

 

Sebelum bisnis Anda memutuskan untuk menggunakan layanan DBaaS, Anda perlu mengetahui keuntungan dan kekurangan dari layanan tersebut. Berikut adalah keuntungan dari menggunakan layanan Database-as-a-Service (DBaaS) dari perspektif bisnis :

  • Pengeluaran Anda lebih sedikit

    Menggunakan Database-as-a-Service (DBaaS) membutuhkan biaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan layanan cloud database lainnya. Membeli fungsionalitas dan kapasitas dari Database-as-a-Service (DBaaS) memungkinkan bisnis Anda untuk dengan tepat melakukan investasi pada resource yang benar-benar Anda inginkan tanpa perlu mengkhawatirkan maintenance database Anda.

  • Provisioning lebih cepat

    Penyediaan database dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan mengatur infrastruktur dan instalasi database Anda sendiri. Ini juga menyebabkan penghematan biaya lebih lanjut.

  • Service dengan kualitas yang tinggi

    Penyedia layanan dengan tim Database-as-a-Service (DBaaS) yang berpengalaman memastikan bahwa sistem berjalan tanpa bugs dan masalah atau dapat berjalan dengan kinerja yang optimal dan memiliki backup, recovery, patching, upgrading, creation, dan availability yang tinggi sehingga Anda selalu dapat melakukan akses ke layanan tersebut.

  • Aman

    Layanan ini mendukung enkripsi dan keamanan berlapis untuk melindungi data dari serangan cyber saat data tidak diakses, dalam pengiriman, dan selama sedang diproses.

  • Tenaga kerja lebih fokus pada produktivitas

    Database-as-a-Service (DBaaS) memungkinkan staff database administrator untuk fokus pada administrasi database, dan staf IT untuk fokus pada data aplikasi dan deployment database.

  • Skalabilitas

    Database-as-a-Service (DBaaS) memungkinkan permintaan Anda untuk meningkatkan kapasitas untuk database Anda tanpa membeli hardware lebih banyak, tanpa memasang peralatan baru, ataupun tanpa perlu mengintegrasikan hardware yang diperbarui ketika data yang Anda miliki jumlahnya bertambah dan kapasitas database Anda sudah mulai penuh.

 

Baca Juga  :    Mengenal List Building Database untuk Memprospek Pelanggan

 

Adapun kekurangan dari Database-as-a-Service (DBaaS) ini adalah :

  • Terbatasnya akses ke infrastruktur

    Anda tidak memiliki akses untuk mengontrol langsung ke server yang menjalankan database Anda. Ini berarti Anda tidak memiliki pengaruh langsung atas keamanan server fisik ataupun keamanan jaringan anda sendiri.

  • Tidak ada akses ke database jika server mati

    Apapun alasannya, jika sistem penyedia layanan mati maka Anda tidak memiliki akses ke database Anda. Oleh itu sebelum memilih layanan Database-as-a-Service (DBaaS) sebaiknya perlu dipastikan kebijakan dari pihak penyedia layanan.

  • Skala biaya dapat menjadi lebih mahal

    Setelah perkembangan bisnis Anda mencapai titik tertentu, biaya dari Database-as-a-Service (DBaaS) ini dapat melambung tinggi akibat scaling up pada kapasitas database anda. Dikarenakan ini, membangun database sendiri dan menjalankannya sendiri akan menjadi solusi yang lebih tepat.

 

Baca Juga Panduan  :     Cara Membuat Database MariaDB di DBaaS Cloud VPS IDCloudHost

 

Kesimpulan dan Penutup

sebagai teknologi yang maju, Database-as-a-Service (DBaaS) adalah salah satu layanan cloud database yang memungkinkan Anda untuk menyimpan data dan mengatur database tanpa perlu khawatir dari sisi maintain hardware dan lisensi software. Fungsi dari Database-as-a-Service (DBaaS) ini adalah mempercepat Anda untuk dapat dengan mudah menggunakan database tanpa perlu berpikir tentang infrastruktur di bawahnya, sehingga Anda dapat fokus pada pekerjaan lain seperti data untuk aplikasi, pengembangan aplikasi, ataupun administrasi database yang sebenarnya.

Ada beberapa keuntungan yang Anda dapatkan dari menggunakan layanan Database-as-a-Service (DBaaS) dari segi keuangan yang lebih hemat, tenaga kerja, kualitas, kecepatan, dan skalabilitas. Namun jika Anda ingin mengontrol seluruh infrastruktur yang mengelola database Anda, maka Database-as-a-Service (DBaaS) bukanlah solusi yang tepat karena akses ke server hanya bisa dilakukan oleh penyedia layanan dan Anda tidak memiliki kontrol untuk hal tersebut. Di sisi lain penggunaan Database-as-a-Service (DBaaS) disaat bisnis Anda berkembang pesat, dapat menaikkan pengeluaran jika tidak berhati-hati.

Related Post :