Mengenal Koin Crypto dan Cryptocurrency

Technology / 0 | | 0

Beberapa hari ini, beredar kabar tentang artis yang merilis koin atau token crypto dan terjun ke bisnis blockchain. Banyak orang berbondong-bondong untuk membeli, walaupun tidak tahu pasti bagaimana mekanisme yang tepat dalam berinvestasi dengan aset digital. Sebelum membahas mengenai koin dan token, perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai apa itu cryptocurrency atau mata uang kripto.

Apa itu cryptocurrency? Cryptocurrency merupakan aset digital yang tercipta dengan perangkat lunak jaringan komputer, dan memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan, serta kepemilikan yang aman. Salah satu contohnya yang paling terkenal adalah Bitcoin.

Seperti kebanyakan mata uang kripto, teknologi yang mendukungnya adalah blockchain. Blockchain menyimpan catatan transaksi dan tahan gangguan, serta dapat melacak kepunyaan atau aset seseorang. Blockchain untuk publik umumnya terdesentralisasi, yang berarti dalam operasinya tidak terdapat campur tangan pemerintah, maupun otoritas lainnya. 

Unit individu dari mata uang kripto mempunyai sebutan koin atau token.. Koin dan token adalah dua hal yang berbeda, tergantung bagaimana penggunaannya. Beberapa ada yang memiliki fungsi sebagai unit pertukaran barang serta jasa, sebagian lainnya bertujuan untuk menyimpan nilai, hingga berfungsi sebagai bantuan untuk menjalankan jaringan komputer, lewat transaksi keuangan yang kompleks.

Apakah Anda tertarik untuk membeli, atau memahami lebih dalam mengenai koin crypto dan mata uang kripto? Artikel ini akan membahas topik tersebut dengan lengkap dan jelas. Simak hingga akhir, ya!

Baca Juga: Apa Itu Blockchain : Sejarah, Pengertian, Cara Kerja dan Peluangnya di Indonesia

Asal Usul Cryptocurrency

Istilah tersebut berasal dari proses kriptografi yang telah pengembang lakukan, dengan tujuan mencegah penipuan, sekaligus mengatasi masalah yang telah banyak orang hadapi sebelumnya, yaitu sulitnya menciptakan mata uang digital murni, mencegah seseorang memuat salinan kepemilikan, dan mencegah percobaaan menggunakan aset secara berulang.

Salah satu jalan paling umum mata uang kripto tercipta, adalah lewat proses yang bernama penambangan atau mining. Penambangan memakan banyak sekali energi dalam prosesnya, dan komputer berusaha memecahkan teka-teki kompleks dengan tujuan memverifikasi keaslian transaksi pada jaringan. 

Selanjutnya, sebagai imbalan, pemilik dari komputer tersebut dapat menerima mata uang kripto yang baru. Ada banyak sekali metode yang tersedia, dan implementasinya berbeda-beda. Terdapat metode yang lebih ramah untuk lingkungan dalam membuat, serta mendistribusikan token.

Penjelasan Mengenai Koin Crypto

Dalam memahami apa itu koin crypto, perlu kita ketahui terlebih dahulu apa kriteria dari koin crypto. Bitcoin merupakan koin pertama yang mendefinisikan apa itu koin crypto secara jelas, dan memisahkannya dari token. Berikut adalah beberapa kriteria lain yang menarik untuk Anda ketahui.

  • Blockchain 

Blockchain adalah tempat koin beroperasi. Seperti yang tertulis sebelumnya, Blockchain mengawasi seluruh transaksi yang berhubungan dengan koin kripto. Sebagai contoh, seluruh transaksi koin Ether berjalan pada Blockchain Ethereum. Ether merupakan token asli dari Blockchain Ethereum, sehingga seluruh transaksinya terenkripsi, dan hanya anggotanya yang bisa mengakses.

Ketika transaksi berlangsung dengan Ether, transaksi tersebut terjadi pada Blockchain nya sendiri, begitu pun dengan Bitcoin. Semua transaksi dengan koin, terekam pada Blockchain, dan terdapat beragam cara untuk menambang koin-koin tersebut, tergantung konsensus algortimanya.

  • Replika Uang

Tujuan utama peluncuran Bitcoin adalah, menggantikan mata uang, namun kini penggunaan koin memiliki tujuan yang bervariasi, dan berevolusi seiring berjalannya waktu. Pada tahun 2021, secara ofisial, Bitcoin menjadi mata uang bagi negara kecil di Amerika Latin, El Salvador, bersama dengan dollar US. Namun, tidak semua negara atau organisasi menganggapnya sebagai alat pembayaran yang sah.

  • Koin Bisa Anda Tambang

Koin-koin tersebut bisa Anda tambang dengan 2 cara, yaitu penambangan tradisional pada sistem Proof of Work. Ahli-ahli Bitcoin memanfaatkan metode ini untuk mendapatkan Bitcoin ekstra. Tetapi sayangnya, hanya ada 21 Juta Bitcoin dan 90% nya tidak lagi tersedia. Sehingga setiap harinya, penambangan Bitcoin benar-benar sulit.

Metode lainnya ada bukti taruhan atau Proof of Stake. Ini adalah pendekatan terbaru dalam mendapatkan koin kripto. Energi untuk koin ini lebih sedikit, dan juga lebih mudah. Proof of Stake juga menjadi mekanisme konsensus kripto dalam memproses transaksi, serta membuat blok baru pada Blockchain. Terdapat cukup banyak koin yang mengadaptasi metode ini.

Baca Juga: Mengenal Bitcoin : Pengertian, Sejarah, Cara Kerja dan Manfaatnya

Perbedaan Antara Koin dan Token Pada Cryptocurrency

Berbeda dengan koin crypto, token tidak memiliki Blockchain nya sendiri. Token beroperasi pada Blockchain milik koin crypto. Sebagai contoh, banyak token bekerja pada Ethereum. Stablecoins, yang nilainya berpatokan pada dollar US juga masuk ke kategori ini.

Transaksi koin crypto berlangsung dan di awasi oleh Blockchain, sementara token bergantung pada kontrak pintar. Kontrak pintar adalah serangkaian kode yang memfasilitasi perdagangan antara dua pengguna. Setiap Blockchain memanfaatkan beberapa nomor kontak pintar.

Menciptakan token lebih mudah apabila Anda bandingkan dengan koin, hanya perlu memanfaatkan kontak pintar pada Blockchain yang sudah ada. Sebuah Blockhain dapat menampung ribuan token.

Ketidakstabilan Cryptocurrency

Ada banyak sekali ketidakstabilan dalam mata uang kripto, terutama karena hal ini masih tergolong baru. Para penanam modal, umumnya bereksperimen dengan uang yang mereka punya, dengan skema untuk mendapatkan kekayaan secara cepat, serta mencari tahu bagaimana ragam harga mata uang kripto, hingga dampak dari kontribusi mereka.

Jumlah adalah komponen penting yang berdampak pada perubahan harga. Semakin banyak orang membeli aset dan jasa, semakin tinggi harganya, apabila Anda bandingkan dengan aset yang tertahan oleh penanam modal. Nilai suatu mata uang juga berlandaaskan kelangkaan. Ini menyangkut mekanisme terbatas dari mata uang kripto.

Protokol Bitcoin mengatur jumlah maksimal Bitcoin yang bisa orang-orang tambang, yaitu senilai 21 Juta. Karenanya, semakin banyak orang memasuki dunia kripto, kelangkaan Bitcoin juga semakin meningkat, menyebabkan harganya menjadi mahal. Beberapa koin turut menetapkan mekanisme pembakaran, dengan menghancurkan sejumlah suplai guna menambah nilai.

Akun yang mempunyai cukup banyak mata uang kripto mungkin mulai menjual persediaan mereka, menyebabkan harga terjerembab. Akun-akun ini terkenal dengan sebutan whale, akun-akun yang memegang posisi signifikan dan mampu menginfluens pasar apabila mereka setuju untuk menjual aset.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Mata Uang Digital Libra Cryptocurrency dari Facebook

Kesimpulan dan Penutup

Cryptocurrency, atau yang dalam Bahasa Indonesianya mata uang kripto, merupakan aset digital yang tercipta dengan tujuan memungkinkan Anda melakukan berbagai hal seperti berdagang, dan memiliki aset dengan aman tanpa intervensi pihak ketiga seperti pemerintah maupun bank. Saat ini, koin kripto dan cryptocurrency sedang menjadi topik hangat bagi banyak kalangan.

Selanjutnya, terdapat Blockchain yang mengawasi dan mencatat setiap transaksi dari koin-koin. Koin-koin crypto bisa Anda tambang, dan untuk mengetahui apakah sebuah koin bernilai tinggi atau tidak, biasanya dapat Anda lihat melalui beberapa kriteria, salah satunya adalah tingkat kelangkaan sebuah koin. Apakah Anda tertarik berinvestasi di cryptocurrency? 

Related Post :