Mengenal Teknologi Load Balancing Cluster

Development & Security, Web & Development / 2 | | 0

Load Balancing Cluster merupakan cluster server dimana anggota cluster server dikonfigurasikan untuk saling berbagi beban yang berfungsi mendistribusikan request dari client ke anggota server Load balanced Cluster. Secara umum cara kerja Load balancer adalah menerima incoming request dari client dan meneruskan request tersebut pada server tertentu jika dibutuhkan. Load balancer menggunakan beberapa algoritma yang berbeda untuk melakukan control traffic network. Tujuan algoritma Load balancer adalah untuk mendistribusikan beban secara pintar atau memaksimalkan kerja anggota servercluster.

Baca Juga : Mengenal Pengertian Komputer Cluster

Beberapa contoh algoritma Load balancer :

  • Round-Robin. Algoritma round-robin mendistribusikan beban kepada semua server anggotacluster sehingga masing masing server mendapat beban yang sama dalam waktu yang sama. Round-robin cocok saat server anggota cluster memiliki kemampuan proccessing yang sama, jika tidak beberapa server bisa jadi menerima request lebih dari kemampuan proccessing server itu sendiri sedang yang lainnya hanya mendapat beban lebih sedikit dari resource yang dimiliki.
  • Weighted round-robin. Algoritma weighted round-robin melakukan perhitungan perbedaan kemampuan proccessing dari masing masing server anggota cluster. Administrator memasukan secara manual parameter beban yang akan ditangani oleh masing masing server anggotacluster, kemudian scheduling sequence secara otomatis dilakukan berdasarkan beban server.Request kemudian diarahkan ke server yang berbeda sesuai dengan round-robin scheduling sequence.
  • Least-connection. Algoritma Least-connection melakukan pengiriman request pada server anggota cluster, berdasarkan pada server mana yang memiliki fewest connections (koneksi paling sedikit).
  • Load-based. Algoritma Load-based mengirimkan paket request ke server anggota clusterberdasarkan server mana yang memiliki beban terkecil.

Fungsi Load Balancer

  • Menginterupsi traffic jaringan (web traffic, dll) yang diarahkan ke sebuah situs.
  • Membagi traffic jaringan menjadi individual request dan menentukan server mana yang akan menerima individual requests.
  • Me-monitor server yang ada serta memastikan server server tersebut merespon traffic. Jika terjadi kegagalan pada sebuah server maka server yang gagal tidak akan digunakan (menggunakan server yang masih bekerja).
  • Menyediakan redundancy dengan menggunakan lebih dari satu unit failover skenario.
    Menawarkan distribusi content-aware seperti melakukan pembacaan URLs, intercepting cookiesdan XML parsing.

Semoga materi kali ini bermanfaat 🙂

Related Post :