Panduan Fintech, Definisi, Manfaat Serta Jenisnya

Informasi, Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Jika zaman dahulu kita mengenal sistem barter, yaitu membeli barang dengan menukarkannya dengan barang yang sepadan juga. Biasanya baik bahan pangan dan sandang maupun pakan dulu memakai sistem ini.

Hingga keluarlah mata uang rupiah untuk indonesia. Disini kita mengenal mata uang dengan bahan berbentuk kertas yang memiliki nilai rupiah. Sehingga kita dapat membeli suatu barang dengan uang tersebut.

Namun kini dengan adanya Fintech dengan dompet digital sudah banyak di Indonesia. Dengan banyaknya promo discount dan cashback, membuat kamu tidak perlu lagi membawa uang dalam dompet anda. Anda hanya cukup mengisi saldo dompet digital yaitu e-money akan membayarkan secara otomatis pembelanjaan yang anda inginkan. Yuk simak penjelasan lebih lanjut tentang fintech.

Baca Juga : Panduan Digital Marketing Untuk Pemula

Apakah Itu Fintech?

 

Menurut National Digital Research Centre (NDRC), Fintech (financial technology) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan. Ini merupakan sebuah inovasi teknologi di bidang finansial. Fintech ini merupakan segmen di dunia start-up.

Fintech ini memiliki tujuan untuk membantu untuk memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengubah, mempertajam atau mempercepat berbagai aspek terutama bidang financial. Jadi, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pengumpulan dana, pinjaman hingga pengelolaan aset bisa kemudian dipercepat dan dipersingkat dengan menggunakan teknologi.

Dengan teknologi ini, memanfaatkan e-money digital yang disimpan dalam sebuah aplikasi penyimpanan uang online. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, fintech ini berubah menjadi teknologi yang diminati terutama di kota – kota besar.

Inovasi yang ditawarkan Fintech sangat luas dan dalam berbagai segmen, baik itu B2B (Business to Business) hingga B2C (Business to Consumer). Beberapa contoh bisnis yang tergabung di dalam Fintech adalah:

 

  1. Proses jual beli saham,
  2. Pembayaran,
  3. Peminjaman uang,
  4. Transfer dana,
  5. Investasi ritel,
  6. Perencanaan keuangan (personal finance)

 

Apa Manfaat yang Diberikan oleh Fintech?

Setelah mengetahui definisi fintech, nah selanjutnya anda harus mengetahui manfaat fintech sebelum menggunakannya, yuk simak penjelasan berikut ini :

 

  1. Fintech Dapat Mengurangi Jumlah Pinjaman yang Berbunga Tinggi

    Seperti yang kita ketahui bersama, ketika kita ingin meminjam uang atau menyimpan uang dibank, maka akan dikenakan bunga setiap bulannya. Biasanya bunga inilah yang memberatkan perekonomian masyarakat. Hadirnya fintech menjawab permintaan sistem peminjaman uang secara transparan dan dapat dengan mudah diakses. Bagi mereka yang sudah menggunakan fintech, tentu merasakan sekali manfaatnya dan juga perbedaannya, ketika belum dan sudah menggunakan fintech. Anda bisa mempelajari lebih detail tentang fintech ini, bahkan bisa saja membuat perusahaan start-up. Kemudian membuat inovasi fintech dengan menghadirkan layanan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
     
    Tidak menutup kemungkinan jika ada inovasi fintech yang tidak hanya di bidang kartu kredit dan debit, tapi juga bunga deposito atau bentuk lainnya yang akan memudahkan masyarakat pada umumnya. Di Indonesia sendiri, jumlah investasi di bidang fintech semakin lama semakin tinggi layaknya jumlah investasi fintech di dunia yang semakin besar. Bahkan, Indonesia sudah memiliki 5 unicorn dan beberapa diantaranya ialah Fintech. Oleh sebab itu, bisa saja perusahaan start-up baru yang bergerak di bidang ini akan mendapatkan dana investasi secara mudah dari para investor karena tingkat keuntungan yang tinggi pula.

  2. Fintech Membantu Perusahaan Start Up

    Dengan banyaknya bermunculan perusahaan start-up baru yang menciptakan produk inovasi di bidang fintech.
    Contohnya ialah : Moneythor. Perusahaan start-up Moneythor memiliki fokus membuat produk baru yang memberikan pengalaman di bidang digital banking dimana analisisnya lebih detail dan rinci.
    Perusahaan seperti ini biasanya mulai tumbuh di Singapura dimana kemudian targetnya adalah Asia.

  3. Fintech Membantu Meningkatkan Taraf Hidup

    Selain mendapatkan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan start-up, Fintech juga dapat meningkatkan taraf hidup serta daya beli masyarakat luas.
    Sebagai contoh, ada perusahaan start-up yang kemudian membuat inovasi untuk menghadirkan merchant. Di mana merchant tersebut menerima sistem pembayaran dengan kartu debit dan kredit dengan biaya rendah.
    Keunggulan Fintech lainnya ialah, di Asia Tenggara berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan hingga 600 juta jiwa lebih.

 

Jenis – Jenis Fintech

Pada praktiknya, fintech memiliki banyak produk dan layanan yang bisa kamu manfaatkan. Namun, Bank Indonesia membagi klasifikasi jenis fintech menjadi empat jenis, yaitu:

 

  1. Peer-to-peer (P2P) lending dan crowdfunding

    Klasifikasi pertama adalah P2P lending dan crowdfunding, Biasanya jenis ini merupakan jenis marketplace finansial. Platform ini sebagai wadah yang mempertemukan anata si pemberi uang dan penerima uang. Biasanya menggunakan Bank Konvensional 1 arah saja. Contohnya ialah : KitaBisa(dot)com yang memiliki sebuah platform campaign yang kemudian mengajak donatur untuk memberikan donasi dengan mentransfer sejumlah uang kedalam rekening kitabisa(dot)com.

  2. Manajemen risiko dan investasi

    Millenial pasti sulit untuk mengatur sejumlah pemasukan dan pengeluaran. Nah, anda sekarang sudah bisa memantau kondisi keuangan sekaligus melakukan perencanaan keuangan secara lebih mudah dan praktis hanya dengan aplikasi saja. Fintech jenis ini akan membuatkan planning yang sudah kamu susun beserta budget yang kamu anggarkan.

  3. Market aggregator

    Fintech untuk kategori market aggregator merupakan fintech yang mengumpulkan informasi berisi tentang financial Informasi ini bermacam-macam, bisa tentang tips keuangan, investasi, hingga kartu kredit. Misalnya spotify, yang memiliki podcast. Nah, daam podcast ini banyak dikenal para manajer investasi maupun pebisnis berbagi dan sharing pengalaman dengan audio maupun meet and great. Anda dapat menggali pengetahuan tentang financial hanya dengan aplikasi saja.

 

Bagaimana peran FinTech dalam Sistem Pembayaran?

 

Dalam hal ini, FinTech mampu menggantikan peran lembaga keuangan formal seperti bank. Dalam hal sistem pembayaran, berikut peran fintech di dunia digital :

 

  1. Menyediakan pasar bagi pelaku usaha.
  2. Menjadi alat bantu untuk pembayaran, penyelesaian/settlement dan kliring.
  3. Membantu pelaksanaan investasi yang lebih efisien.
  4. Mitigasi risiko dari system pembayaran yang konvensional.
  5. Membantu pihak yang membutuhkan untuk menabung, meminjam dana dan penyertaan modal.

 

Apa saja yang dilakukan Bank Indonesia dalam menjaga ketertiban lalu lintas pembayaran terkait FinTech?

Beradasarkan beberapa aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk Fintech, Mari simak beberapa ketertiban aturan untuk fintech :

 

  1. Dalam hal penyediaan pasar bagi pelaku usaha, Bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat jaringan keamanan siber.
  2. Dalam hal tabungan, pinjaman dan penyertaan modal, Bank Indonesia mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, system pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk menjaga data dan informasi konsumen.
  3. Dalam hal investasi dan manajemen risiko, Bank Indonesia juga mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, system pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk menjaga data dan informasi konsumen.
  4. Dalam hal pembayaran, penyelesaian/settlement dan kliring, Bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat jaringan keamanan siber.

 

3 Contoh Start Up Fintech Di Indonesia

 

Dalam perkembangannya di Indonesia, StartUp Fintech banyak menawarkan kemudahan terutama dalam hal pembayaran. Berikut ini Start up Finansial Indonesia :

 

  1. GoPay

    GO-PAY atau yang sebelumnya disebut sebagai Go Wallet adalah dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit Anda yang bisa digunakan untuk membayar transaksi-transaksi yang berkaitan dengan layanan di dalam aplikasi GO-JEK.
     
    Agar bisa menggunakan GO-PAY, Anda perlu memastikan bahwa saldo di dalam GO-PAY GO-JEK Anda mencukupi untuk melakukan pembayaran, namun jika Anda saldo Anda tidak mencukupi, GO-JEK menyediakan layanan pembayaran parsial, dimana Anda bisa membayar dengan saldo GO-PAY, lalu sisanya bisa dibayarkan dengan uang tunai.
     
    Saat ini GO-PAY sudah terintegrasi dengan bank-bank besar di Indonesia demi kemudahan Anda untuk melakukan isi saldo ke dalam GO-PAY. Beberapa bank besar yang menjadi mitra GO-JEK dalam layanan GO-PAY adalah BCA, Bank Mandiri, Bank BRI,
    BNI, Permata Bank, CIMB Niaga, serta pengisian Saldo Via ATM Bersama dan PRIMA.

  2. Ovo

    OVO adalah sebuah aplikasi smart yang memberikan Anda layanan pembayaran dan transaksi secara online (OVO Cash). Anda juga bisa berkesempatan untuk mengumpulkan poin setiap kali Anda melakukan transaksi pembayaran melalui OVO.
     
    Secara umum, OVO Cash dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran yang telah bekerja sama dengan OVO menjadi lebih cepat. Sedangkan OVO Points adalah loyalty rewards bagi yang melakukan transaksi dengan menggunakan OVO Cash di merchant-merchant rekanan OVO. Untuk OVO Points sendiri, dapat ditukarkan dengan berbagai penawaran menarik hingga ditukarkan dengan transaksi di merchant rekanan OVO.
     
    OVO menawarkan kemudahan transaksi tanpa mengharuskan nasabahnya membawa cash terlalu banyak. Salah satunya cukup dengan menunjukkan aplikasi OVO yang didalamnya terdapat saldo cash maupun point.

  3. DANA

    DANA atau Dompet Digital Indonesia merupakan layanan pembayaran digital berbasis aplikasi, yang mana aplikasinya telah tersedia untuk platform Android melalui Google Play Store maupun platform iOS melalui App Store.
     
    Dengan menggunakan aplikasi ini, para pengguna melakukan berbagai macam transaksi pembayaran, dari mulai untuk membeli pulsa, membayar tagihan (listrik, telepon, air hingga BPJS), membeli voucher Google Play, membayar cicilan, dan berbelanja secara online.
     
    Yang cukup menarik, platform pembayaran yang mendapatkan sokongan dana dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) ini telah bekerja sama dengan banyak platform lain, seperti BBM, Cinema XXI, Bukalapak, Ramayana, dan lain sebagainya. Atau secara sederhana, pengguna dari berbagai macam platform tersebut akan menjumpai sistem pembayaran DANA di dalam platform tersebut, yang secara langsung bisa digunakan (termasuk untuk mendaftar)

Baca Juga : Ovo Raih Posisi ke 5 Dalam Startup Unicorn Indonesia

Kesimpulan dan Penutup

Seiring berkembangnya teknologi digital, maka akan membuat masyarakat dituntut serba cepat dan praktis. Hadirnya Fintech di tanah air membuat pembayaran dan peminjaman uang yang tadinya memiliki bunga yang berlipat, menjadi lebih mudah untuk digunakan.

Fintech juga dapat meningkatkan taraf hidup dimasyarakat. Dengan kemajuan teknologi dibidang finansial ini, dapat membuat masyarakat peduli dengan kemajuan teknologi. Penawaran diskon dan cashback yang ditawarkan oleh beberapa fintech merupakan sebuah inovasi yang dapat menarik masyarakat.

Indonesia sendiri sudah banyak memiliki start up fintech (Financial Technology) misalnya Gopay, DANA hingga OVO yang digemari millenial. Dengan sistem pembayaran yang praktis, dan tidak perlu membawa uang cash. Anda cukup melakukan Top Up saja di dalam aplikasi handphone anda sudah dapat membayarkan apa saja yang anda inginkan, tentunya dengan penawaran diskonnya yang lebih murah.

Related Post :

popup image