Pengaruh Nama Domain Terhadap SEO

Business, Search Engine Optimization / 0 | | 1

Saat ini internet sudah menjadi bagain yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peningkatan dalam mesin pencarian yang digunakan juga sangat signifikan dan mesin pencarian terus mengalami pengembangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Google akhirnya menerbitkan domain gratis bagi pengguna internet, hal ini diharapkan agar para pengguna internet dapat memanfaatkan media online yang sudah tersedia.

Namun apakah domain mempengaruhi SEO? Pertanyaan ini sering muncul bagi para pengguna internet awam. Sebenarnya terdapat puluhan nama yang dapat digunakan seperti .com, .info, .co.id, .tv, .net, .org, .us, .cc, .biz dan lain-lain. Sehingga pertanyaan yang muncul salah satunya adalah lebih baik mana diantara domain-domain tersebut? Mungkin jawabannya adalah lebih bagus .com karena akan mudah dan lebih banyak di cari, karena secara tidak langsung dalam kalangan masyarakat domain .com lebih terkenal. Yang perlu diketahui adalah domain tidak berpengaruh besar terhadap SEO, mungkin bisa dikatakan hanya 10% dari keyword yang kita gunakan pada nama domain kita dan pastinya sesuai dengan nama website kita.

Berikut beberapa pendapat para ahli SEO yang membahas tentang optimasi pencarian mesin pencari Google dilihat dari faktor nama domain, yaitu:

  1. Umur domain. Semakintua usia domain, maka akan semakin di mata mesin pencari. Pendapat ini kurang tepat karena pengaruh usia domain terhadap SEO memang ada tetapi bukan faktor yang dominan.

    Dapatkan Domain Murah dari IDCloudHost

  2. Kata kunci pada sebuah domain. Dulu kata kunci atau keyword ini disinyalir berpengaruh secara signifikan untuk mem-boost SEO, namun sekarang “daya dorong”nya tidak sebesar dulu. Bukan tidak berguna, relevansi tetap masih diperhitungkan namun powernya tidak lagi sehebat dulu.
  3. Kata kunci di awal domain atau subdomain. Pada panelis SEOMOZ tahun 2011 lalu menyimpulkan hasil riset mereka bahwa domain yang diawali dengan keyword memiliki efek positif dibandingkan dengan domain tanpa keyword maupun domain mengandung keyword namun di bagian tengan atau akhir.
  4. Country Top Level Domain. Menggunakan domain top level negara akan membantu ranking di negara tersebut. Namun sayang sekali, untuk pencarian global dengan keyword multi-language. Hal ini justru berdampak kurang baik. Buktinya, jarang teman-teman temukan domain geo-tld yang duduk di posisi atas pencarian global untuk keyword multi language.

    Baca Juga : Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakan Domain .ID

  5. Usia Pendaftaran Domain. Hal ini didasarkan pada analisa bahwa domain yang bernilai atau domain yang baik, pasti akan di registrasi atau dibeli oleh pemiliknya untuk waktu panjang sejak awal. Oleh karena itu semakin panjang atau lama tanggal expired suatu domain mengindikasikan bahwa domain tersebut adalah legitimate atau valuabel. Domain yang didaftarkan hanya untuk satu tahun. Berbeda dengan yang langsung mendaftarkannya untuk 5 tahun.
  6. Public Whois Domain. Domain yang menggunakan private whois (diset privacy data whois nya) relatif lebih dicurigai oleh Google. Matt cutts menyatakan di Pubcon tahun 2006 : “Menyembunyikan data whois sebuah domain berarti mengindikasikan adanya “sesuatu”..” biasanya hal ini berkaitan dengan aktifitas kampanya offpage nantinya. Jadi baiknya menggunakan private whois tidak berpengarug buruk pada SEO, tapi pasti meningkatkan “kecurigaan” Google pada situs kita.
  7. EMD (Exact Match Domain) – Domain persis keyword. EMD atau nama domain yang persis sama dengan keyword adalah faktor yang sangat dipercaya dan terbukti mampu mem-boost rangking SERP. Sebelum september 2012 hal itu memang BENAR. Namun sejak Google melakukan update algoritma EMD, itu sudah tidak berlaku lagi. Tapi bukan berarti EMD sudah tidak memiliki kekuatan, EMD masih sangat mumpuni, namun jika situs teman-teman low-quality di mata Google tidak akan dianggap.

Demikian tutorial kali ini, semoga bermanfaat 🙂

Related Post :

popup image