Pengertian Footprint Untuk SEO Dan Kegunaannya

Business, Search Engine Optimization / 0 | | 0

Pengertian Footprint Untuk SEO Dan Kegunaannya – Direkomendasikan wordpress untuk seluruh moneysite yang akan Anda buat, tetapi menghimbau Anda untuk menghindari footprint yang vulgar pada website-website tersebut. Artinya jangan mentang-mentang semuanya menggunakan wordpress, Anda selalu membuatnya dengan cara seragam: themes sama, plugins sama, format posting sama, layot sama dan sama-sama lainnya.

Selain itu, digital footprint bagi websitejuga dapat disebabkan oleh faktor non wordpress seperti detail whois, registrar domain dan hosting yang sama.

Baca Juga : Langkah Awal Optimasi SEO Bagi Pemula

Digital footprint atau jejak digital dalam dunia website adalah satu atau lebih dari satu hal yang dapat menjadi penanda dari pemiliknya. Dengan meninggalkan Footprint, kita memberikan peluang bagi orang lain untuk melakukan pelacakan terhadap sebuah website, termasuk kompetitor yang kita miliki. Ini sangat berbahaya dan bahkan konten yang kita miliki.

Sebagi contoh, jika kita membuat situs A dengan ciri khas yang sama dengan situs B dan C dan D dan E, makan kompetitor yang sedang meilintas disitus A tak hanya dapat mengambil intisari yang tersedia disitus A, melainkan juga keseluruhan B, C, D dan E dengan melakukan penelusuran berdasarkan ciri khas tersebut. Atau apabila kita melakukan registrasi domain tanpa proteksi whois menggunakan nama dan edentitas yang sama, maka hanya perlu beberpa detik saja bagi orang lain untuk melihat seluruh daftar domain yang kita miliki.

Dan apa lagi yang lebih menyebalkan dari keadaan ketika seluruh hal mengenai bisnis yang kita miliki terlihat telanjang bagi orang lain dan pesaing kita?

Lebih lanjut, digital footprint pada website juga menyimpan bo atom bagi Google yang punya semua hal yang dibutuhkan untuk melacaknya. Bayangkan kita membuat sebuah website yang secara tidak sengaja teroptimasi dengan cara yang dianggap terlarang bagi Goolge, atau secara apes terkena malware yang mengancam pengguna aatu dipersangkakan melanggar aturan apa sajayang hanya Tuhan dan Google yang tahu, maka ketika Goolge memberikan pinalti bagi website tersebut, seluruh website lain milik kita yang memiliki footprint serupa patut diduga juga akan turut dibumihanguskan.

Dengan resiko fatal tersebut dan fakta bahwa kita hanya  akan mengandalkan wordpress. Pada website yang kita buat berdasarkan alasan-alaan yang sudah disebutkan serta proses scaling yang harus kita tenpuh, maka satu-satunya solusi yang tersedia adalah melakukan disertivikasi pada seluruh aspek yang ada.

  • Gunakan registrar domain yang bervariasi , pastikan menambah addons whoisGuard.
  • Gubakan hosting dari perusahaan yang berbeda, lokasi server yang berbeda.
  • Gunakan themes worpress yang berlainan-lainan antar website.
  • Gunakan plugins yang berlain-lain antar website
  • Gunakan model dari pola yang berbedadalam melakukan posting antar website.

Tentu ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat meletakkan lebih dari satu website dalam hosting dan registrar yang sama atau  menggunakan themes dan plugins yang sama pada beberapa website karena itu hal yang masuk di dompet sehingga boleh boleh saja dilakukan. Saya hanya menyarakan Anda untuk jangan menaruh seluruh telur dalam satu keranjang yang sama

Related Post :

popup image