logo Mengenal Red Ocean Strategy vs Blue Ocean Strategy

Mengenal Red Ocean Strategy vs Blue Ocean Strategy

Mengenal Red Ocean Strategy vs Blue Ocean Strategy

Banyak orang ingin membangun usaha sendiri sebagai sumber penghasilan. Apakah Anda salah satunya? Jika iya, sebelum Anda memulai usaha pasti harus memikirkan idenya terlebih dahulu, bukan? Bagi Anda yang ingin membangun bisnis, wajib mengetahui perbandingan blue ocean strategy vs red ocean strategy berikut ini. 

Dalam dunia bisnis, Anda tentunya akan menemui kompetitor yang memiliki bidang usaha mirip dengan Anda. Sangat wajar ditemui beberapa bisnis dengan produk atau layanan yang sama, tapi harus berebut konsumen dalam satu wilayah dan segmen pasar. Untuk tetap bertahan, bisnis tersebut tentunya harus memiliki keunggulan dibandingkan kompetitornya.

Blue ocean strategy dan red ocean strategy adalah konsep yang berhubungan dengan bidang usaha dan kompetitornya. Dalam artikel ini, Anda akan mengenal dua strategi bisnis ini lebih lanjut, beserta perbedaan dan contohnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya!

Baca Juga: 5+ Cara Menemukan Ide Bisnis dengan Mudah 2022

Apa Itu Red Ocean Strategy?

red ocean strategy

Red ocean mewakili pasar yang ada, dan red ocean strategy adalah sebuah konsep dimana bisnis-bisnis yang ada saling bersaing dalam pasar tersebut. Dalam srategi ini, ada permintaan konsumen yang sangat besar, sehingga bisnis-bisnis yang ada dapat bersaing untuk memenuhi permintaan yang ada di pasar tersebut. 

Dalam red ocean strategy, persaingan yang ketat tidak dapat dihindari. Sebuah bisnis harus mampu memenuhi permintaan masyarakat dan terus memberikan layanan terbaik agar konsumen semakin loyal. 

Bisnis yang memiliki produk atau jasa yang sama berlomba-lomba untuk mendapatkan hati konsumen dan bertahan di pasar. Jika bisnis tersebut tidak bisa bersaing di strategi yang agresif ini, maka keuntungan yang dihasilkan akan sangat rendah hingga bisnis tersebut akhirnya gulung tikar. 

Red ocean strategy biasanya berfokus untuk mengungguli saingan bisnis dan merebut pangsa pasar yang ada. Cara yang bisa dilakukan ada banyak, misalnya seperti memberikan produk dengan kualitas terbaik, memberikan harga terjangkau, hingga membuat strategi marketing yang menarik. 

Baca Juga: Apa Itu Red Ocean Strategy? Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Blue Ocean Strategy?

blue ocean strategy

Blue ocean strategy mewakili ruang pasar yang belum banyak dimasuki oleh pebisnis. Strategi ini berfokus pada bidang usaha yang unik, berbeda, dan belum memiliki banyak kompetitor. Karena itulah, di ruang pasar samudra biru, peluangnya sangat banyak, karena bisnis akan melayani pasar baru. 

Walaupun tidak memiliki kompetitor, berbisnis dengan blue ocean strategy ternyata memiliki tantangan tersendiri, lho. Dengan produk atau layanan yang unik dan baru, Anda harus berusaha memperkenalkannya kepada calon konsumen Anda.

Edukasi tentang produk menjadi sangat penting, karena dalam strategi blue ocean biasanya pelanggan belum mengetahui kebutuhan mereka akan produk Anda. Namun, jika sudah berhasil mengenalkan produk dan mendapatkan hati pelanggan, maka konsumen akan loyal karena belum banyak perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan mereka terhadap layanan yang Anda miliki. 

Hal terpenting dalam memulai bisnis dengan blue ocean strategy adalah terus menciptakan hal yang inovatif. Ciptakanlah produk atau layanan yang baru dan belum memiliki banyak pesaing. Karena pasar blue ocean belum banyak dimasuki pebisnis, maka potensinya luas dan tidak terbatas. Hal ini tentunya memungkinkan Anda untuk mendapat keuntungan yang besar. 

Baca Juga: Apa Itu Blue Ocean Strategy? Pengertian dan Contohnya

Blue Ocean vs Red Ocean: Mana yang Terbaik?

Mengenal Red Ocean Strategy vs Blue Ocean Strategy

Untuk membandingkan strategi blue ocean dan red ocean, tentunya kita harus melihat dari produk dan layanan yang ditawarkan, konsumen yag membelinya, serta kompetisi yang ada di lingkungan bisnis tersebut. Kedua strategi ini memiliki karakteristiknya masing-masing, yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum mulai menekuninya dalam bisnis Anda. 

Bersaing di Pasar yang Sudah Ada Vs Menciptakan Pasar Baru

Red ocean strategy mengharuskan bisnis untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang sudah ada. Sebaliknya, blue ocean strategy mengharuskan Anda untuk menciptakan pasar baru yang belum ada. Contohnya, Netflix menciptakan pasar baru untuk layanan streaming online dimana Anda bisa menonton film sesuai keinginan dengan membayar biaya langganan.

Hal ini membuat pangsa pasar yang sebelumnya menonton film dengan meminjam ke rental DVD mulai beralih ke layanan streaming online yang lebih mudah diakses. 

Blue ocean strategy menciptakan ruang pasar yang tak terbatas. Anda tidak perlu memperebutkan konsumen dan bersaing secara head to head dengan kompetitor, tapi Anda perlu berinovasi. Karena belum memiliki kompetitor, bisnis dengan strategi samudera biru memiliki peluang ekspansi yang lebih mudah dan cepat. Hal ini tentunya akan membuat Anda meraih keuntungan yang lebih besar. 

Mengalahkan Kompetitor Vs Mencari Celah yang Belum Memiliki Kompetitor

Strategi samudra merah berkonsentrasi untuk mengalahkan persaingan dengan harga yang lebih baik, pemasaran yang agresif, dan customer experience yang luar biasa. Misalnya, Amazon mengikuti strategi ini dan menjadi pemimpin dunia dalam eCommerce.

Blue ocean strategy atau strategi samudera biru berkonsentrasi pada penciptaan alternatif produk dan jasa lain yang belum memiliki banyak kompetitor. Misalnya, Uber telah mengubah fungsi industri taksi. Mereka berinovasi dengan memperbaiki kekurangan taksi tradisional, bahkan berhasil menarik orang-orang yang sebelumnya tidak menggunakan taksi menjadi pelanggan mereka.

Strategi samudra biru menciptakan produk dan layanan baru yang membuat persaingan menjadi tidak relevan. Ini berbeda dari strategi samudra merah, yang difokuskan untuk mengalahkan persaingan pasar. 

Memenuhi Permintaan yang Ada Vs Menciptakan Permintaan Baru

Red ocean strategy menargetkan pasar dengan merancang strategi yang mengoptimalkan permintaan yang ada, caranya adalah dengan menetapkan harga yang terjangkau atau mengoptimalkan kualitas dan variasi produk. Di sisi lain, blue ocean strategy membantu menghasilkan dan mengembangkan pasar baru. Contoh strategi blue ocean adalah ketika Netflix mengubah penjualan DVD dan bisnis penyewaan menjadi layanan streaming.

Menentukan Value Produk Vs. Mendobrak Value yang Sudah Ada

Dalam red ocean strategy, perusahaan menciptakan nilai lebih dari produk mereka atau menurunkan harga. Strategi samudra biru bertujuan untuk mencapai kedua target: menciptakan nilai melalui produk yang berbeda dan menetapkan biaya rendah dengan membuka ruang pasar baru. 

Misalnya, Airbnb tidak membeli apartemen atau hotel baru. Sebaliknya, mereka mendefinisikan ulang pengalaman travelling dengan menghubungkan pemilik properti yang ada dan wisatawan secara langsung melalui platform digital yang mudah digunakan.

Contoh Bisnis Red Ocean & Blue Ocean Strategy

contoh blue ocean strategy vs red ocean strategy

Setelah memahami pengertian dan perbedaannya, Anda tentunya ingin tahu apa saja contoh perusahaan yang menerapkan blue ocean dan red ocean strategi. Berikut masing-masing contohnya:

Burger King – Red Ocean Strategy

Burger King adalah restoran fast food asal amerika yang sudah memiliki cabang di banyak negara, termasuk Indonesia. Perusahaan ini menjadi franchise fast food sejak tahun 1972 dan semakin berkembang hingga saat ini. Burger King adalah contoh perusahaan yang menerapkan red ocean strategy, karena sebelumnya sudah ada banyak restoran fast food yang ada. 

Di Amerika saja, orang-orang sudah lebih dahulu mengenal White Castle, Chick-fil-A, KFC, A&W, dan lain-lain. Namun, Burger King muncul sebagai restoran fast food dengan burger sebagai signature menu mereka. Ini memberikan Burger King nilai tersendiri di mata konsumen dan membuat mereka mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat. 

Nintendo Wii – Blue Ocean Strategy

Contoh populer dari strategi samudra biru datang dari raksasa game komputer, Nintendo, dalam bentuk Nintendo Wii. Nintendo Wii diluncurkan pada tahun 2006 dan pada saat itu merupakan inovasi besar dalam dunia game. Untuk mengurangi biaya, Nintendo menghilangkan fungsi hard disk dan DVD yang ditemukan di sebagian besar konsol game dan mengurangi kualitas pemrosesan dan grafik. 

Pada saat yang sama, Nintendo memperkenalkan wireless joystick yang memungkinkan pemain bergerak bebas. Hal ini tentunya untuk membedakan Wii dari penawaran konsol game lain yang ada di pasar. 

Fitur-fitur ini memungkinkan perusahaan untuk menawarkan berbagai fitur dan manfaat baru yang belum pernah terlihat di dunia game sebelumnya, seperti kemampuan untuk menggunakan konsol game untuk menjadi bugar dan lebih banyak bergerak, atau bermain game bersama kelompok yang lebih besar. Dengan strategi ini, Nintendo Wii berhasil mengungguli Playstation dan X-box pada masa itu. 

Baca Juga: Panduan Memahami Online Review Bagi Pebisnis Online Pemula

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang red ocean strategy dan blue ocean strategy. Kedua strategi bisnis ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, yang terpenting adalah mengenali bidang usaha yang ingin Anda jalankan dan terus memaksimalkan layanan dan promosi agar dapat menarik pelanggan. 

Salah satu cara untuk memperkenalkan perusahaan Anda kepada calon konsumen adalah dengan memiliki website official. Untuk itu, Anda tentunya butuh layanan hosting yang handal agar website dapat diakses dengan lancar. Yuk, gunakan Cloud VPS IDCloudHost yang cepat, fleksibel, dan memiliki performa tinggi. Coba sekarang dan dapatkan free credit Rp 25.000,-! 

Solusi Sempurna untuk Bisnis Anda

Dalam Waktu 3 Menit, Anda akan mendapatkan semua
layanan dengan cepat. Tidak ada kewajiban untuk upgrade,
downgrade atau cancel setiap waktu

Buat Private Cloud
Subscribe here to get update
popup image