Tutorial Mengedit DNS Zone Domain (Account Reseller)

Development & Security, Domain & Hosting / 1 | | 0

Apakah Anda pernah menyadari bahwa domain dari situs web yang kita buka dan akses akan berubah menjadi nama IP address yang di baca manusia menjadi alamat IP yang dapat dibaca oleh komputer saja? Ini adalah sebuah komponen yang memang sudah ada atau bawaan dari internet dan akan bekerja dengan cara otomatis begitu sebuah alamat diketikkan pada mesin pencari.

Komponen ini termasuk bagian dari DNS Zone Editor yang bekerja dengan cara menggunakan file zona yang berada pada area server Anda untuk membantu dalam memetakan nama domain ke IP address. Namun tidak jarang ada pengguna yang ingin melakukan penyuntingan DNS Zone Domain mereka secara manual dengan alasan serta tujuan mereka tertentu tersendiri.

Lalu apakah itu DNS Zone Domain itu? Apa sajakah yang bisa dilakukan editor ini? Bagaimanakah cara melakukan penyuntingan dan mengeditnya? Mari simak cara mengedit DNS Zone Domain berikut dibawah ini.

 

Apa itu DNS Zone Editor

Zona DNS adalah bagian ruang domain yang berbeda dan bersebelahan di Domain Name System (DNS) yang bertanggung jawab dalam administratifnya yang telah didelegasikan kepada satu manajer. Ruang nama domain Internet diatur dalam tata letak hierarki subdomain di bawah domain root DNS. Domain individu dari pohon ini dapat berfungsi sebagai titik delegasi untuk otoritas dan manajemen administratif.

Namun, biasanya lebih baik untuk menerapkan batas-batas delegasi halus, sehingga beberapa sub-level domain dapat dikelola secara independen. Oleh karena itu, ruang nama domain dipartisi ke dalam area (zona) untuk tujuan ini. Sebuah zona dimulai dari sebuah domain dan meluas ke bawah di pohon ke node daun atau ke subdomain tingkat atas di mana zona lain dimulai.

Zona DNS diimplementasikan dalam sistem konfigurasi server nama domain. Secara historis, ini didefinisikan dalam file zona, file teks sistem operasi yang dimulai dengan jenis catatan DNS khusus Start of Authority (SOA) dan berisi semua catatan untuk sumber daya yang dijelaskan dalam zona. Format ini pada awalnya digunakan oleh paket perangkat lunak Berkeley Internet Name Domain Server (BIND), dan didefinisikan dalam RFC 1034 dan RFC 1035.

 

Kaitan domain dan zone

 

Sebagian besar operator pendaftaran nama domain tingkat atas menawarkan ruang nama mereka kepada publik atau kepada entitas dengan tujuan geografis yang diamanatkan atau dengan tujuan lain untuk pendaftaran domain tingkat kedua. Demikian pula organisasi yang bertanggung jawab atas domain tingkat yang lebih rendah untuk juga dapat mengoperasikan ruang namanya dengan cara yang sama dan membagi ruangnya.

Setiap pendaftaran atau alokasi ruang subdomain mewajibkan pendaftar untuk memelihara infrastruktur administratif dan teknis untuk mengelola tanggung jawab untuk zonanya, termasuk sub-delegasi ke domain tingkat lebih rendah. Setiap delegasi pada dasarnya memberikan otonomi teknis tanpa batasan atas ruang yang dialokasikan. Area satu atau lebih subdomain yang telah didelegasikan untuk manajemen disebut zona DNS. Zona selalu dimulai pada batas domain untuk menyertakan semua simpul daun (host) dalam domain, atau berakhir pada batas zona dikelola lain secara independen.

Karena setiap domain dibagi lagi menjadi beberapa sub-domain, masing-masing menjadi zona DNS itu sendiri dengan sekumpulan administrator dan server DNSnya sendiri, pohon tersebut tumbuh dengan jumlah daun terbesar di bagian bawah. Pada level terendah ini, di node-akhir atau dedaunan pohon, istilah zona DNS pada dasarnya identik dengan istilah “domain”, baik dalam hal penggunaan dan administrasi. Istilah domain digunakan dalam fungsi bisnis entitas yang ditugaskan kepadanya dan zona istilah biasanya digunakan untuk konfigurasi layanan DNS.

Baca Juga :   Panduan Cara Login ke Cpanel Website dan Blog

 

Cara mengedit DNS Zone Domain

Jika Anda ingin melakukan pengaturan dan editing DNS Zone DOmain, berikut cara mudah dan singkat yang bisa Anda terapkan melalui cPanel WHM.

  1. Melakukan edit DNS Zone melalui cPanel WHM sangat mudah dan praktis, maka Anda tinggal membuka akun Anda, akses menu pada cPanel Anda di Edit Zone Editor.
  2. Anda akan dibawa ke laman Choose a Zone to Edit.
  3. Ini adalah daftar DNS dari masing- masing domain yang ada di dalam reseller Anda.
  4. Untuk mulai mengedit, silahkan klik domain mana yang ingin Anda edit kemudian klik Edit.
  5. Anda akan melihat laman yang berisi informasi Domain, TTL dan Record Type.
  6. Untuk mengedit Anda hanya perlu mengubah dari sisi kolom Domain dan Record Type, namun jika Anda ingin menambahkan record yang baru, Anda bisa mengisi kolom Add New Entries Below this line.
  7. Apabila Anda sudah selesai mengedit Domain dan Record Type, jangan lupa mengklik tombol Save.

Baca Juga :   Cara Mengarahkan Domain ke G Suite

 

Fitur lain di DNS Zone Editor

Selain mengubah dan mengedit DNS Zone Domain, editor yang satu ini juga mempunyai fitur lain, seperti :

  • Mengedit MX records

    Opsi Edit MX Entry memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi routing email untuk domain di server Anda. Cara ini akan mendaftar server surat untuk domain tertentu, bersama dengan nilai prioritas untuk masing-masing, mulai dari yang dengan prioritas tertinggi. Server email dengan prioritas tertinggi akan menjadi yang pertama menangani email untuk domain.

  • Edit Zone Template

    Opsi Edit Zone Templates akan memungkinkan Anda untuk mengedit zona DNS default yang digunakan saat membuat entri DNS. Anda tidak perlu menggunakan opsi ini pada nyatanya, kecuali memang jika Anda ingin memiliki dan membutuhkan pengaturan khusus.

  • Pengaturan Zone Time To Live (TTL)

    Alat ini memungkinkan Anda untuk memperbarui nilai TTL untuk semua catatan di zona DNS sekaligus. Jika Anda memiliki beberapa server DNS dan tidak ingin TTL menyinkronkan seluruh cluster Anda, Anda tinggal memilih kotak dan  mencentang  Do not sync changes across the DNS cluster (jangan sinkronkan perubahan di seluruh cluster DNS).

  • Memarkir Domain

    Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat memarkir atau meletakkan domain dan menjadikannya sebagai alias untuk domain Anda yang lain. Di kolom pertama nantinya Anda tinggal  memilih domain utama dan di jenis kedua di domain yang ingin Anda parkir atau letakkan.

 

Baca Juga:    Mengenal Apa Itu React Native : Manfaat, Keunggulan dan Contohnya

 

Kesimpulan dan penutup

Pada dasarnya, untuk melakukan setting DNS Zone Domain dapat dilakukan dengan berbagai cara yang memungkinkan. Salah satunya adalah dengan client area Anda. Jadi bagi Anda yang menggunakan dan membeli domain saja di jasa penyedia domain dan hosting, melakukan setting dan edit DNS melalui client area tadi adalah cara yang paling mudah.

Tidak hanya cPanel berada dalam paket yang sudah Anda beli, tampilan yang ditawarkan sebenarnya juga cukup user friendly, sederhana dan mudah untuk dipahami serta dijalankan bagik bagi pemula sekali pun. Namun jika Anda membeli domain dan hosting secara terpisah, maka Anda akan sangat memerlukan setting DNS yang bisa mengarahkan kepada keduanya.

Related Post :

popup image