Tutorial Cara Mengarahkan Domain ke Google G Suite

Development & Security, Domain & Hosting / 0 | | 0

Selain menggunakan Google secara biasa seperti email, ternyata Google juga mempunyai banyak fitur- fitur aplikasi yang bisa Anda coba. Selain produk Google Classroom yang tengah populer saat ini sebagai pengganti kelas belajar konvensional, Google Meet juga menjadi pilihan banyak orang untuk tetap terhubung dan melakukan meeting online.

Kemudian ada Google Suite (G Suite) yang merupakan pembaruan dari Google Cloud Platform yang di desain serta di di branding ulang dengan menambahkan banyak fitur fungsional ke dalamnya. Bahkan menurut pernyataan dari wakil presiden Google Cloud, Diane Greene, pembaruan dari Google Cloud menjadi G Suite ini akan dapat membantu perusahaan dalam mengelola segala yang berhubungan dengan cloud computing.

Jadi pembuatan dan rebranding ulang dari G Suite ini tidak hanya dapat membantu perusahaan skala besar tetapi juga dapat membantu kegunaan personal seperti pengelolaan email dengan domain pribadi serta dalam urusan penyimpanan cloud. Mari cari tahu lebih lanjut mengejai cara mengarahkan domain ke G Suite berikut ini.

 

Mengenal Apa itu G Suite

G Suite adalah rangkaian komputasi awan, alat produktivitas dan kolaborasi, perangkat lunak dan produk yang dikembangkan oleh Google Cloud. Diluncurkan pertama kali pada 28 Agustus 2006 sebagai Google Apps For Your Domain. G Suiter terdiri dari Gmail, Hangouts, Calendar, dan Currents untuk tool komunikasi. Drive sendiri berfungsi sebagai tempat penyimpanan Documents, Spreadsheets, Slide, Keep, Form dan Sites untuk membantu produktivitas dan kolaborasi.

Ditambah lagi fitur papan tulis interaktif digital Jamboard dan platform pengembangan aplikasi App Maker. Meskipun layanan ini gratis digunakan untuk konsumen, G Suite menambahkan fitur perusahaan seperti alamat email khusus di domain (@ yourcompany.com), opsi untuk penyimpanan cloud tanpa batas (tergantung pada paket dan jumlah anggota), alat administrasi tambahan dan lanjutan pengaturan, serta dukungan telepon dan email 24/7.

Berbasis di pusat data Google, data dan informasi disimpan secara instan dan kemudian disinkronkan ke pusat data lain untuk tujuan pencadangan. Tidak seperti layanan gratis yang lain, pengguna G Suite tidak akan melihat iklan saat menggunakan layanan dan informasi serta data penggunan di akun G Suite tidak digunakan untuk tujuan iklan. Selain itu, administrator G Suite dapat menyempurnakan pengaturan keamanan dan privasi.

 

Cara Setting G Suite Email Hosting

  1. Membeli layanan hosting khusus email seperti G Suite atau email hosting lainnya.
  2. Setelah mendapatkan hosting email, lalu arahkan kep MX Record dari domain ke hosting email agar tersambung. MX Record ini diberikan oleh penyedia email hosting dan akan berbeda- beda tergantung dari penyedia.
  3. Menunggu masa propagasi dalam kurang lebih 48 jam dan apabila sudah di resolved maka pengguna sudah dapat mengirimi dan menerima email meskipun tanpa membeli hosting.

Baca Juga :  Tips Memilih Web Hosting Terbaik di Tahun 2020

 

Mendaftar ke Google G Suite

 

Untuk mendaftar masuk ke G Suite, Anda akan membutuhkan tiga persyaratan dibawah ini.

  • Masukkan nama domain internet organisasi Anda

    Ini akan menjadi domain primer tempat Anda akan merencakan menggunakan layanan Google seperti www.domainanda.con. Anda dapat juga menggunakan nama domain yang sudah Anda miliki sebelumnya.

  • Masukkan nama pengguna pribadi yang digunakan dengan layanan G Suite

    Nama pengguna pribadi di domain yang akan digunakan dengan layanan Google seperti namanda@domainanda.com. Anda akan menggunakan nama ini beserta sandi untuk login ke akun G Suite dan mengelola layanan untuk organisasi Anda dan dapat juga menggunakannya sebagai alamat email dan semua layanan G Suite lainnya.

  • Alamat email yang tidak berada di dalam domain G Suite Anda

    Jika Anda lupa cara login ke akun G Suite, maka pihak Google perlu menghubungi Anda di alamat email yang tidak memerlukan akses ke akun Anda. Alamat in harus valid dan tidak berada di dalam domain G Suite Anda (misalnya Gmail pribadi) yang digunakan untuk menerima email untuk saat ini dan seterusnya selama menggunakan G Suite.

Setelah mendaftar, pihak Google akan mengarahkan Anda ke konsol Google Admin tempat kepemilikan domain dapat diverifikasi (jika Anda mendaftarkan domain yang sudah ada) dan melanjutkan penyiapan layanan bagi pengguna.

Baca Juga :   Tutorial Cara Menambah Addon Domain di cPanel

 

Mendaftar ke G Suite tanpa Gmail dan domain saja

  • Proses pendaftaran

    Anda dapat mendaftar dengan domain yang sudah ada, atau membeli domain baru saat mendaftar. Organisasi Anda akan mendapatkan uji coba gratis selama 14 hari, namun Google akan mewajibkan Anda memasukkan informasi pembayaran untuk berikutnya.

  • Tunjukkan bahwa Anda adalah pemilik domain

    Google harus melindungi identitas organisasi Anda di internet, maka untuk memastikan bahwa pelanggan baru diberi izin untuk menggunakan domainnya dengan G Suite. Jika domain Anda terdaftar dengan salah satu registrar partner Google, maka Google akan menangani proses verifikasi dan mengizinkan Anda melewati langkah pengamanan ini dan Anda hanya perlu login ke akun registrar.

  • Buat akun tambahan untuk pengguna dan admin

    Semua orang di organisasi Anda yang akan menggunakan G Suite memerlukan Akun Google sebelum dapat melakukan hal-hal seperti bergabung ke rapat atau mengupload file. Jadi pastikan semua yang akan berhubungan dengan pengelolaan organisasi Anda telah mempunyai akun khusus untuk mereka melakukan akses masuk.

  • Nonaktifkan Gmail jika Anda menggunakan penyedia email yang berbeda

    Perubahan yang Anda buat tidak akan mempengaruhi konfigurasi email Anda saat ini. Namun, Anda harus menonaktifkan Gmail untuk mencegah orang lain di organisasi berusaha menggunakannya, karena itu berikan pembagian akun yang jelas di dalam organisasi Anda.

Baca Juga :    Tutorial Cara Mengarahkan Domain ke Email Hosting

 

Memilih domain primer yang akan digunakan

Saat mendaftarkan organisasi ke produk Google Cloud seperti G Suite, Anda harus memberikan nama domain khusus yang ingin digunakan dalam G Suite ini. Karena nama ini akan menjadi domain primer yang terkait dengan akun Anda. Nama tersebut juga harus menjadi domain yang sudah Anda miliki, atau Anda dapat membeli domain saat proses pendaftaran.

Saat memilih domain primer :

  • Anda tidak dapat menggunakan nama sama yang terkait dengan akun Google lainnya
  • Gunakan nama yang paling dekat dan mewakili organisasi Anda
  • Jangan mendaftar dengan nama sementara
  • Beri batasan jika Anda berencana untuk mengaitkan beberapa domain sekaligus dengan akun Google.

Baca Juga :     Cara Mendaftarkan Domain Organisasi (OR.ID) untuk Organisasi di Indonesia

 

Kesimpulan dan penutup

Selain dapat mengarahkan domain ke G Suite, penggunanya juga dapat membuat email dengan domain mereka sendiri. Mulai dari membuat email dengan domain sendiri menggunakan hosting, bantuan Zoho atau menggunakan fasilitas yang telah disediakan G Suite. Bahkan berdasarkan pada fakta hingga April 2020, G Suite memiliki 6 juta bisnis berbayar dan 120 juta G Suite untuk pengguna Pendidikan.

G Suite sendiri dapat diakses melalui web browser maupun via seluler dan menawarkan banyak sekali bantuan G Suite yang hampir bisa dikatakan lengkap, efisien dan tentunya fungsional. Hanya saja Anda harus memperhatikan bahwa G Suite memang datang dengan beberapa layanan gratis namun jika Anda ingin menggunakannya dengan skala besar sebaiknya Anda memilih layanan berbayar yang lebih advance dalam membantu usaha dan organisasi Anda.

Related Post :

popup image