Waspada Cybercrime di Internet

Development & Security, Web Security / 0 | | 0

Cybercrime yang mempunyai pengertian segala bentuk kejahatan yang terjadi di dunia maya atau internet. Kejahatan di internet semakin hari semakin meningkat. Bukan hanya orang awam saja yang bisa menjadi korban tapi orang yang melek mengenai pengertian Internet dan seluk beluknya pun bisa menjadi korban.

Cybercrime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer khususnya internet. Cybercrime didefinisikan sebgai kecanggihan perkembangan teknologi internet.

Cybercrime merupakan salah satu tindak kriminal atau tindak kejahatan karena aktifitas cybercrime merugikan pihak korban bahkan ada beberapa kasus cybercrime yang mempunyai dampak lebih besar dari pada tindak kriminal didunia nyata karena kerugian dari cybercrime berupa data-data yang tidak ternilai harganya dapat dirusak bahkan dicuri. Berikut bentuk-bentuk kejahatan dunia maya yang terjadi di internet:

  1. Carding. Ini merupakan berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencari data dari internet.
  2. Hacking. Merupakan kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanannya.
  3. Cracking. Cara ini sama seperti hacking tetapi dengan tujuan jahat. Sebutan untuk tujuan jahat. Berbeda dengan ‘carder’ yang hanya mengintip kartu kredit, ‘cracker’ mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, ‘hacker’ lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan ‘cracker’ lebih fokus menikmati hasilnya.
  4. Defacing. Ini merupakan kegiatan mengubah halaman situs/ website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI dan situs KPU pada pemilu 2004. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.
  5. Phising. Ini merupakan kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital.
  6. Kejahatan ini merupakan modus pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau timur tengah, meminta bantuan “netters” untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu Rp 1 miliar karena spamming seperti ini.
  7. Costumer Acquisition Costumer. Merupakan usaha untuk memancing pengguna komputer mengakses situs berbahaya atau malicious software. Terkadang event besar juga dimanfaatkan untuk melakukan hal ini.
  8. Insider Threat. Ini merupakan ancaman dari dalam selama ini banyak perusahaan menganggap cybercrime selalu datang dari luar, padahal cybercrime bisa saja terjadi dari dalam. Karyawan sebuah perusahaan bisa memanfaatkan data rahasia perusahaannya untuk mencari uang atau balas dendam.

Sistem server yang ada di IDCloudHost terlindungi dengan infrastruktur yang berkualitas tinggi untuk menjamin keamanan Informasi anda di Interne, Segera berlangganan sekarang juga!

Related Post :

popup image