Apa Itu Design Thinking? Pengertian dan Tahapannya

Tips & Tricks / 0 | | 1

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar istilah design thinking? Beberapa mungkin berpikir bahwa ini adalah konsep untuk desainer saja. Namun, ternyata banyak inovator hebat dalam sastra, seni, musik, sains, teknologi, dan bisnis juga mempraktekkannya. 

Jadi, mengapa konsep ini disebut design thinking? Design thinking mengadopsi proses kerja desainer dan dapat membantu kita secara sistematis mengekstrak, mengajarkan, mempelajari, dan menerapkan teknik-teknik ini untuk memecahkan masalah dengan cara yang kreatif dan inovatif hal-hal yang Anda butuhkan. 

Beberapa brand terkemuka di dunia, seperti Apple, Google, dan Samsung, dengan cepat mengadopsi pendekatan design thinking ini, lho. Banyak universitas terkemuka di seluruh dunia mengajarkan metodologi terkai, termasuk Stanford, Harvard, Imperial College London, dan Srishti Institute di India. 

Sebelum Anda menggunakan design thinking dan memasukkannya dalam alur kerja Anda, Anda perlu mengetahui apa itu design thinking dan mengapa konsep ini sangat populer belakangan. Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini!

Baca Juga: Manfaat Design Thinking dalam Pekerjaan dan Bisnis

Apa Itu Design Thinking?

Design thinking adalah proses berpikir yang mengedepankan pengguna. Cara berpikir ini membuat Anda senantiasa menantang asumsi dan mendefinisikan kembali masalah-masalah agar mnemukan strategi dan solusi alternatif yang bermanfaat bagi pengguna.

Design thinking biasanya beriringan dengan pendekatan berbasis solusi dan problem-solving. Solusi yang ditawarkan design thinking bukan sembarang solusi, melainkan yang melibatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mencapai sukses dalam bisnis. 

Konsep berpikir ini tidak eksklusif hanya untuk desainer saja, lho. Design thinking dapat digunakan oleh semua orang mulai dari pebisnis, pekerja kreatif, freelancer, dan lain-lain. Kemampuan design thinking akan memudahkan Anda  untuk menemukan solusi dari masalah-masalah yang ada di sekitar.  

5 Tahapan Desain Thinking 

Proses Design Thinking dapat dipecah menjadi lima langkah atau fase. Mari kita jelajahi masing-masing secara lebih rinci.

Fase 1: Emphatize

Empati memberikan titik awal yang penting untuk Design Thinking. Tahap pertama dari proses ini dihabiskan untuk mengenal pengguna dan memahami keinginan, kebutuhan, dan tujuan mereka.

Ini berarti mengamati dan terlibat dengan orang-orang untuk memahami mereka pada tingkat psikologis dan emosional. Selama fase ini, desainer berusaha mengesampingkan asumsi mereka dan mengumpulkan data-data nyata tentang pengguna. 

Tahap 2: Define

Tahap kedua dalam proses Design Thinking didedikasikan untuk mendefinisikan masalah. Anda akan mengumpulkan semua temuan Anda dari fase empati dan mulai memahaminya: kesulitan dan hambatan apa yang dihadapi pengguna Anda? Pola apa yang Anda amati? Apa masalah besar pengguna yang perlu dipecahkan oleh tim Anda?

Pada akhir fase define, Anda akan memiliki pernyataan masalah yang jelas. Kuncinya di sini adalah membingkai masalah dengan cara yang berpusat pada pengguna; daripada mengatakan “Kita perlu…”, bingkailah dalam istilah pengguna Anda: “Para pensiunan di kota Jakarta membutuhkan…”

Setelah Anda merumuskan masalah ke dalam kata-kata, Anda bisa mulai memunculkan solusi dan ide – yang membawa kita ke tahap ketiga.

Tahap 3: Ideate

Dengan pemahaman yang kuat tentang pengguna dan pernyataan masalah yang jelas, inilah saatnya untuk mulai mengerjakan solusi potensial. Fase ketiga dalam proses Design Thinking memerlukan kreativitas dan ide-ide cemerlang. 

Desainer akan mengadakan sesi ideasi untuk menghasilkan sebanyak mungkin sudut pandang dan ide baru. Ada banyak jenis teknik ideasi yang mungkin digunakan oleh para desainer, mulai dari brainstorming dan mindmapping, hingga bodystorming (skenario permainan peran) yang membuat desainer mengeksplorasi opsi dan alternatif baru.

Menjelang akhir fase ideasi, Anda akan mempersempitnya menjadi beberapa ide yang dapat digunakan untuk bergerak maju.

Fase 4: Prototype

Langkah keempat dalam proses Design Thinking adalah tentang eksperimen dan mengubah ide menjadi produk nyata. Prototipe pada dasarnya adalah versi produk yang diperkecil yang menggabungkan solusi potensial yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Langkah ini adalah kunci dalam menguji setiap solusi dan menyoroti setiap kekurangan sebelum produk final.

Sepanjang tahap prototyping, berbagai saran yang diusulkan tentang produk dapat diterima, diperbaiki, didesain ulang, atau ditolak, hal ini dilakukan untuk meminimalisir revisi saat produk sudah benar-benar jadi. 

Tahap 5: Test

Setelah pembuatan prototipe, dilakukanlah pengujian pengguna. Namun, setelah dilakukan uji coba ini, belum tentu tahap design thinking akan berakhir, lh. Pada kenyataannya, hasil dari fase pengujian akan sering membawa Anda kembali ke langkah sebelumnya untuk melakukan berbagai perbaikan agar produk jadi lebih baik. 

Tahap ini akan memberikan data yang Anda butuhkan untuk mendefinisikan kembali pernyataan masalah asli atau untuk menghasilkan ide-ide baru yang belum pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Baca Juga: Apa Itu Prototype? Kenali Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya

Kenapa Design Thinking Penting?

Sekarang kita tahu lebih banyak tentang tahapan design thinking. Namun, kenapa konsep ini penting untuk Anda terapkan? Ada banyak manfaat menggunakan pendekatan Design Thinking, baik itu dalam konteks bisnis, pendidikan, pribadi, atau sosial.

Pertama dan terutama, Design Thinking mendorong kreativitas dan inovasi. Sebagai manusia, kita mengandalkan pengetahuan dan pengalaman yang telah kita kumpulkan untuk mengambil tindakan dan memecahkan masalah. Kita membentuk pola dan kebiasaan yang, meskipun berguna dalam situasi tertentu, dapat membatasi pandangan kita tentang berbagai hal dalam hal pemecahan masalah.

Daripada mengulangi metode yang sama, Design Thinking mendorong kita untuk melepaskan pemahaman dan asumsi kita kita, untuk selanjutnya mempertimbangkan solusi alternatif. Seluruh prosesnya cocok untuk menantang asumsi dan mengeksplorasi jalur dan ide baru.

Design Thinking sering disebut sebagai jalan tengah yang sehat dalam pemecahan masalah. Karena design thinking tidak sepenuhnya didalami oleh emosi dan intuisi, juga tidak hanya mengandalkan analisis, sains, dan alasan; Design Thinking menggunakan campuran keduanya.

Manfaat besar lainnya dari Design Thinking adalah bahwa Design Thinking mengutamakan manusia. Dengan sangat berfokus pada empati, Design Thinking mendorong bisnis dan organisasi untuk mempertimbangkan orang-orang nyata yang menggunakan produk dan layanan mereka.

Hal ini akan membantu bisnis untuk mencapai sasaran dalam hal menciptakan user experience yang bermakna. Bagi pengguna, ini berarti mereka akan dapat produk yang lebih baik dan lebih berguna yang benar-benar menjadi solusi bagi masalah mereka. Bagi bisnis, ini berarti pelanggan akan lebih bahagia dan loyal serta membawa keuntungan bagi perusahaan.

Baca Juga: Tips Membuat Web Design yang Interaktif dan Menarik

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang design thinking, mulai dari pengertian, tahapan, serta manfaatnya. Konsep berpikir ini cocok Anda terapkan untuk berbagai bidang, dan tidak hanya eksklusif untuk para desainer saja. Seperti yang sudah Anda pahami sebelumnya, design thinking sangat berguna bagi bisnis dan pengembangan produk.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, hal lain yang tak kalah penting adalah membangun website agar bisnis Anda lebih kredibel dan profesional di mata pengguna. Anda dapat menggunakan layanan VPS Klasik IDCloudHost yang handal dengan dukungan SSD yang membuat akses website dan aplikasi Anda jadi jauh lebih cepat. Yuk, coba sekarang!

 

 

 

Related Post :

popup image