DDoS menjadi salah satu serangan yang menargetkan situs web serta server dengan cara mengganggu layanan jaringan. Tujuannya sendiri adalah untuk menghabiskan sumber daya aplikasi. Dalam hal misused application attack, penyerang tidak memakai bot untuk membebani server korbannya, namun mereka akan mengalihkan traffic yang sah dari aplikasi dengan banyaknya akses. Simak penjelasannya pada artikel berikut ini.
Apa Itu Misused Application Attack dan DDoS
Kasus seperti ini seringkali terjadi dan menyebabkan server menjadi gagal karena banyak permintaan koneksi dari pengguna yang sah. Setelah traffic dialihkan ke server korban, maka identifikasi komputer penyerang jadi mustahil untuk diakses. Dari sini, permintaan koneksi akan menghabiskan seluruh saluran atau semua sumber daya sistem server yang bisa menyebabkan kelebihan beban serta tidak bisa penggunanya akses.
Seiring berjalannya waktu, muncul layanan baru dengan beban tinggi yang terdapat kerentanan layanan di dalamnya. Akhirnya, otomatisasi perlindungan terhadap jenis serangan ini jadi mustahil. Perlindungan terhadap misused application attack perlu pemantauan berkala. Ini bertujuan supaya bisa segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat, serta adanya pembersihan virus/serangan secara signifikan.
Selain itu, serangan DDoS ini juga punya jangkauan luas, sehingga menargetkan semua jenis industri serta perusahaan di seluruh dunia. Serangan seperti ini telah menjadi salah satu ancaman cyber yang sering terjadi dan berpotensi bisa membahayakan bisnis, keamanan online, data, penjualan, sampai dengan reputasi penggunanya.
Serangan DDoS (Distributed Denial of Service Attack), merupakan serangan yang bertujuan untuk mengganggu dan membuat layanan maupun jaringan jadi tidak tersedia di internet (offline). Caranya yakni dengan membanjiri target menggunakan lintas internet besar.
Serangan ini beda dengan serangan DoS (Denial of Service), yang mana hanya satu komputer atau sumber saja yang digunakan untuk menyerang. Pada serangan DDoS, penyerangnya ini akan mengontrol bonet yang terdiri dari ribuan sampai jutaan perangkat terinfeksi. Kemudian, secara bersamaan akan mengirimkan permintaan atau data ke server target korban.
Bonet sendiri dalam konteks misused application attack DDoS ini menjadi jaringan perangkat yang sudah berhasil terinfeksi oleh software berbahaya. Selanjutnya, penyerang bisa mengendalikan botnet dari jarak jauh dan juga mengoordinasikan serangan dengan mengirim instruksi ke dalam perangkat botnet.
Ketika serangan mulai, maka setiap perangkat pada botnet akan mengirimkan traffic secara bersamaan ke dalam target. Hal ini mampu mengakibatkan terjadinya peningkatan dramatis pada jumlah permintaan atau data yang telah server target terima. Tentunya, ini bisa membuat server mengalami overload atau bahkan offline karena tidak bisa melayani pengguna yang sah.
Baca juga: Jenis-Jenis Serangan DDoS Paling Umum dan Cara Kerjanya
Cara Kerja Misused Application Attack

Nah, cara kerja dari serangan ini terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut.
Serangan Volumetrik
Pada serangan DDoS jenis ini berfokus ke pengiriman traffic internet dengan volume besar ke target. Penyerang akan memakai berbagai teknik seperti UDP Flood atau ICMP Flood. Tujuannya adalah untuk mengirim paket data dalam jumlah besar ke server targetnya. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah untuk membuat server menjadi tenggelam dalam traffic berlebihan. Sehingga, server sendiri tidak bisa merespon permintaan dari pengguna yang sah. Serangan ini bisa sangat merusak karena dapat menghabiskan bandwidth, serta sumber daya server secara cepat.
Serangan Layer 7 (HTTP Flood)
Selanjutnya, serangan DDoS jenis ini memiliki fokus pada tingkat aplikasi dan bertujuan untuk menghabiskan sumber daya server dengan melakukan permintaan HTTP palsu. Dalam hal ini, penyerang akan mengirimkan permintaan web yang kelihatan seperti permintaan sah dari penggunanya.
Padahal itu merupakan permintaan palsu yang tujuannya untuk membebani server. Karena permintaan itu jauh terlihat seperti aktivitas normal, maka serangan Layer 7 jauh lebih sulit dideteksi daripada serangan volumetrik. Selain itu, selama ini juga bisa mengakibatkan penurunan kinerja aplikasi web sampai dengan kegagalan total.
Serangan Layer 3-4 (UDP Flood, SYN Flood)
Misused application attack ini menyasar tingkat transportasi, serta jaringan dalam protokol komunikasi. Sebagai contoh dalam serangan SYN Flood, penyerang mengirim banyak permintaan koneksi TCP palsu ke target server. Ini bertujuan untuk menguras sumber daya server dalam pemrosesan permintaan koneksi, sehingga mampu mengakibatkan server jadi tidak responsif bagi pengguna yang sah.
Serangan Layer 3-4 ini juga lebih fokus untuk menciptakan kebingungan tingkat jaringan, serta menguras sumber daya transportasi seperti bandwidth. Sehingga, serangan ini mampu mengganggu ketersediaan layanan. Sebagai catatan, serangan DDoS bisa mengambil bentuk campuran atau sekaligus memakai banyak sekali teknis.
Langkah untuk melindungi server terhadap misused application attack perlu melibatkan deteksi awal, mitigasi, serta perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) khusus yang dapat mengidentifikasi traffic jahat. Adanya serangan DDos yang terus kompleks dan kuat ini, maka perlindungan terhadap infrastruktur online sudah menjadi prioritas utama dalam keamanan cyber.
Baca juga: Apa Itu Synonymous IP Attack? Serangan DDoS Tersembunyi
Langkah Mengatasi Misused Application Attack
Melakukan perlindungan terhadap misused application attack ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan. Berikut adalah langkahnya.
Menggunakan Firewall
Dalam mengatasi serangan DDoS, penggunaan firewall menjadi strategi penting. Firewall ini berfungsi sebagai barikade pertama dalam pertahanan layanan jaringan. Strategi tersebut mampu bekerja dengan cara menganalisa traffic yang masuk dan keluar dari jaringan pengguna. Kemudian, firewall akan memutuskan mana yang diperbolehkan dan mana yang harus diblokir.
Ketika menghadapi serangan DDoS, strategi ini bisa membantu dengan memblokir traffic mencurigakan atau berlebihan. Selain itu, strategi ini bisa mengatur batasan traffic yang masuk ke server, sehingga dapat membantu dalam melakukan mitigasi dampak dari serangan DDoS yang berusaha membanjiri server dengan melakukan permintaan secara berlebihan. Firewall ini menjadi langkah penting dalam melindungi jaringan dari serangan cyber yang merugikan.
Memakai CDN (Content Delivery Network)
Berikutnya, penggunaan content delivery network (CDN) menjadi strategi efektif dalam menghadapi serangan cyber DDoS. Ketika pengguna mengakses situs web, CDN akan memberikan konten situs tersebut dari server terdekat dari pada server utama.
Pada konteks serangan DDoS, strategi ini bisa membantu dengan cara mendistribusikan traffic dari situs web server-server CDN, yang letaknya ada di berbagai tempat. Sehingga, mampu mengurangi tekanan pada server utama. Kemudian, CDN juga bisa melakukan filtrasi traffic dan mendeteksi serangan DDoS mencurigakan.
Dalam konteks ini, CDN akan mengarahkan traffic untuk menjauh dari server utama. Terakhir, dapat menyimpan salinan konten situs dalam cache, mengurangi beban server utama, serta menjaga situs agar terus berjalan selama serangan muncul.
Baca juga: Apa Itu Serangan ACK & PUSH ACK Flood? dan Peran Anti-DDoS
Menggunakan Layanan Anti DDoS
Layanan anti DDoS menjadi solusi khusus yang terancang untuk melindungi situs web serta infrastruktur dari serangan cyber. Perlindungan terhadap misused application attack ini menggabungkan teknologi canggih dan pemantauan berkelanjutan guna mendeteksi, serta merespon serangan DDoS secara efektif.
Saat menghadapi serangan, layanan anti DDoS ini punya keunggulan dalam mendeteksi serangan secara otomatis ketika sedang terjadi. Strategi ini bisa membantu traffic jaringan secara real-time, serta mengidentifikasi pola mencurigakan yang dapat mengindikasikan serangan DDoS. Strategi layanan anti DDoS jadi salah satu lapisan pertahanan andal dalam melindungi situs web dari serangan cyber yang kuat.
Penutup
Melindungi server dari misused application attack dalam konteks serangan DDoS ini menjadi langkah penting dalam memastikan kelancaran jaringan online. Pengguna juga bisa mengawasi aktivitas jaringan secara berkala untuk membantu mendeteksi traffic lalu lintas yang mencurigakan. Adanya deteksi dini, langkah-langkah pencegahan bisa segera teratasi untuk melindungi situs web dari serangan cyber.
Misused Application Attack sering tampak seperti lalu lintas normal, tetapi memiliki dampak yang nyata. Dengan solusi Anti-DDoS aplikasi dari IDCloudHost, kita deteksi pola penyalahgunaan, hentikan sumbernya, dan pulihkan performa tanpa mengganggu pengguna.