Cara dan Langkah Memulai Startup yang Sukses

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 1 | | 0

Startup atau perusahaan rintisan adalah istilah yang sering didengar saat ini, namun ternyata tidak semua perusahaan yang baru dibuat adalah perusahaan rintisan dan tidak harus menjadi startup. Pada dasarnya, startup adalah perusahaan dengan model bisnis yang mendukung inovasi. Meski banyak yang mengenal startup sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi seperti aplikasi dan program perangkat lunak yang dibuat untuk mengatasi masalah secara luas, namun ada banyak jenis usaha rintisan yang lain.

Banyak ide dan definisi untuk startup termasuk sebagai sebuah perusahaan baru yang baru saja dibuat dan didirikan. Sebelumnya startup identik dengan bisnis skala kecil karena adanya perbedaan konseptual dan organisasi yang besar antara startup, bisnis kecil, dan perusahaan besar. Menurut Steve Blank yang terkenal sebagai guru startup, usaha rintisan ini adalah organisasi organisasi sementara yang dirancang untuk mencari model bisnis yang dapat diulang dan terukur, dimana bisnis kecil berjalan sesuai dengan model bisnis tetap.

Meskipun ada banyak perbedaan pendapat akan startup, tetapi saat ini dunia mengenal startup sebagai usaha rintisan dengan berbagai macam ceruk industri yang beroperasi dengan ulet dan berdedikasi. Selain itu startup juga tidak bisa lepas dari pencarian dana atau funding. Mari simak cara dan langkah memulai startup yang sukses dan berdedikasi berikut ini.

 

Mengenal Sejarah dan Fakta Singkat Startup

Cara dan Langkah Memulai Startup yang Sukses
 

Sejarah startup cukup berliku mulai dari hubungannya dengan Great Depression di Amerika Serikat, pendanaan yang dianggap sembrono hingga pendanaan yang biasanya di dapat dari keluarga dan teman. Sedangkan keterangan startup modern tercatat berakar dari booming dot-com di akhir tahun 1990-an dimana banyak yang berinvestasi pada bisnis skala kecil yang populer disaat kebangikitan internet. Oleh karena itu banyak yang mengaitkan startup dengan perusahaan teknologi dibandingkan dengan industri lain. Beberapa fakta lainnya mengenai startup adalah :

  • Startup sering diartikan sebagai sebuah perusahaan yang dirancang untuk tumbuh dengan cepat dan meningkat tanpa kendala geografis. Poin ini menjadi pembeda utama antara startup dan bisnis muda lainnya.
  • Sebagian besar pengeluaran startup melebihi pendapatan mereka, itulah sebabnya banyak dari mereka membutuhkan pembiayaan eksternal. Tanpa itu, tidak akan ada cara bagi perusahaan-perusahaan ini untuk secara efektif mengembangkan dan memasarkan produk atau layanan inovatif mereka.
  • Seringkali startup dibangun di sekitar ‘strategi keluar/exit strategy’ dimana strategi ini dirancang dengan tujuan akhir menjual perusahaan ke perusahaan yang lebih besar.
  • Banyak pemilik startup adalah pengusaha yang sudah tidak asing dalam bisnis. Pebisnis ini biasanya datang dengan ide awal startup, bekerja untuk membuat dan meluncurkan usaha rintisan ini, lalu menyerahkan tanggung jawab sehari-hari kepada orang lain sehingga mereka dapat fokus meluncurkan proyek startup mereka yang lain.

 

Baca Juga  :    Memahami Pentingnya Business Plan Dalam Memulai dan Menjalankan Bisnis yang Sukses

 

Cara dan Langkah Memulai Startup yang Sukses

Cara dan Langkah Memulai Startup yang Sukses
 

Ada banyak cara untuk membuat startup yang sukses tetapi alasan mendasar mengapa startup berhasil tidak lepas dari layanan atau produk yang ditawarkan, dukungan keuangan yang memadai, dan dedikasi yang mendukungnya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda pelajari untuk membantu kesuksesan startup Anda.

  • Menawarkan ide yang unik dan fungsional

    Langkah pertama Anda dalam memulai bisnis ini adalah dengan mengidentifikasi masalah dan solusi, karena startup yang sukses berawal dari ide bisnis yang memenuhi kebutuhan sekelompok pelanggan. Ide yang bisa Anda gunakan tidak harus ide yang sepenuhnya baru, melainkan Anda dapat memperbarui produk atau layanan yang ada dengan cara yang lebih baik bagi konsumen, seperti :
    a) Mengubah tampilan produk agar lebih baik
    b) Menambahkan fitur baru yang fungsional
    c) Menemukan kegunaan baru untuk produk yang sudah disukai pelanggan

  • Membuat business plan/rencana bisnis

    Setelah Anda memiliki dan mengevaluasi ide, langkah kedua adalah dengan mulai membangun rencana bisnis yang menjelaskan produk dan layanan Anda secara mendetail. Rencana yang Anda tulis ini harus mencakup informasi tentang industri Anda, operasi, keuangan dan analisis pasar. Menulis rencana bisnis juga penting untuk mendapatkan pembiayaan untuk startup Anda. Bank dan investor lebih cenderung memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat dengan detail menjelaskan bagaimana mereka akan menggunakan uang itu dan mengapa mereka membutuhkannya.

  • Mencari pendanaan

    Biaya yang dibutuhkan startup berbeda untuk setiap pemilik bisnis maupun industrinya. Namun berapapun biaya yang Anda, Anda mungkin perlu mempertimbangkan sumber pendanaan dari :
    a) Teman dan keluarga
    b) Investor malaikat
    c) Kapitalis ventura
    d) Pinjaman bank
     
    Baca Juga  :   Jenis-Jenis Model Bisnis Startup Media yang Perlu Kamu Ketahui

  • Mengembangkan rencana pemasaran

    Setiap startup sudah pasti mempunyai dan menyisihkan sejumlah dana dan waktu yang berbeda untuk pemasaran. Rencana pemasaran merupakan salah satu persyaratan dalam bisnis karena setiap usaha harus dapat menggunakannya untuk :
    a) Menetapkan identitas brand
    b) Agar lebih menonjol dari kompetisi
    c) Menciptakan hubungan pelanggan dan bangun loyalitas
    d) Meningkatkan visibilitas, yang menarik pelanggan baru
    e) Memperkuat reputasi perusahaan Anda
    f) Menggunakan media sosial untuk melibatkan pelanggan dan mempromosikan penawaran
    g) Memberikan hadiah untuk referensi brand Anda
    h) Menawarkan sampel atau demo gratis di toko Anda
    i) Mensponsori acara untuk memperkenalkan brand Anda dalam komunitas- komunitas yang relevan

  • Memilih lokasi kantor

    Setiap usaha dan perusahaan pasti mempunyai alamat dan kantor termasuk perusahaan rintisan. Umumnya startup memulai dengan skala kecil dimana itu juga termasuk dari mana dan dimana mereka bekerja baik itu menyewa atau membeli tempat sendiri. Tak jarang pula salah satu alasan startup menyewa pada awalnya adalah agar mereka dapat menginvestasikan uang mereka ke aspek lain dari perusahaan. Di era digital saat ini, penting untuk menyiapkan kehadiran online di situs web, media sosial hingga platform e-commerce karena ini menjadi satu pondasi dasar bagi bisnis di era modern. Mengingat pelanggan semakin banyak berbelanja online dan menggunakan Google untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang produk Anda.

  • Membangun basis pelanggan tertarget

    Agar bisnis startup Anda sukses dalam jangka panjang, Anda pasti ingin membangun basis pelanggan. Pelanggan setia ini harus relevan dengan industri ini yang nantinya akan membantu brand Anda untuk :
    a) Membantu meningkatkan penjualan Anda, karena mereka bersedia untuk membelanjakan uang kepada bisnis Anda.
    b) Mengirim pesan kepada pelanggan baru bahwa merek Anda dapat dipercaya.
    c) Mendapatkan referensi, yang menghemat waktu dan tenaga Anda dengan menemukan pelanggan baru.

 

Baca Juga  :    Mengapa Menggunakan Server VPS Indonesia untuk Startup

 

Kesimpulan dan Penutup

Meski startup lebih sering disangkutpautkan dengan pendanaan atau funding yang besar- besaran, namun sebuah startup tetap dapat diluncurkan tanpa adanya dana awal yang besar. Semua ini memungkinkan jika Anda mengerjakan ide bisnis yang dibangun berdasarkan keahlian Anda untuk menawarkan sesuatu yang baru dan inovatif ke pasar. Mengingat ini adalah bisnis yang masih berada dalam posisi yang belum stabil, lakukan beberapa penghematan akan hal- hal yang tidak penting untuk mengurangi risiko keuangan.

Setelah Anda mengembangkan ide bisnis dan siap untuk memulai rencana bisnis, Anda harus kreatif serta cermat dengan pendanaan. Anda dapat mengumpulkan dana melalui investasi dengan mengajukan ide Anda ke pendukung keuangan atau mencari bantuan funding melalui platform pendanaan yang memang sudah terkenal dan valid. Terakhir, Anda dapat mencari opsi pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya sebagai cara untuk menjalankan dan menjalankan perusahaan rintisan Anda agar lebih sukses.

 

 

 

 

Related Post :