Cara Kerja Internet of Things (IoT) Serta Manfaat dan Kekurangannya

Serba Serbi, Technology / 0 | | 0

IoT membuat perangkat yang tadinya biasa saja menjadi lebih pintar dengan memberi perangkat-perangkat ini kemampuan untuk mengirim data melalui internet, memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi dengan orang-orang dan hal-hal lain yang mendukung IoT atau yang dikenal juga dengan Internet of Things.

Rumah pintar atau yang pernah Anda dengar sebgai smart house misalnya, ini adalah contoh yang baik dari IoT dalam tindakan  nyata. Thermostat, bel pintu, detektor asap, dan alarm keamanan yang mendukung Internet yang membuat hub terhubung di mana data dibagi antara perangkat fisik dan pengguna yang dapat mengontrol sesuatu dari jarak jauh di hub itu. Contohnya seperti menyesuaikan pengaturan suhu, membuka kunci pintu, menyalakan lampu, dll melalui aplikasi seluler atau situs web.

Tidak terbatas hanya di rumah  pintar atau smart house, Internet of Things dapat ditemukan juga di berbagai perangkat, industri, dan berbagai keperluan penyettingan suatu hal. Dari papan tulis pintar di ruang kelas sekolah hingga perangkat medis yang dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit Parkinson. IoT dengan cepat membuat dunia lebih pintar dengan menghubungkan fisik dan digital.

 

Baca Juga :  Startup Indonesia bernama Qlue Berhasil Menang di Ajang Startup IoT Asean

 

Mengenal Internet of Things (IoT)

Cara Kerja Internet of Things (IoT) Serta Manfaat dan Kekurangannya
 

Internet of Things melibatkan banyak perangkat fisik di seluruh dunia yang terhubung ke internet serta mengumpulkan dan berbagi data. Karena produksi chip komputer yang sangat murah dan ketersediaan jaringan nirkabel, memungkinkan untuk mengubah objek atau benda apapun menjadi bagian dari IoT. Jika Anda menghubungkan semua objek yang berbeda ini dan menambahkan sensor ke objek tersebut, maka perangkat tersebut akan menambahkan tingkat kecerdasan digital ke perangkat yang seharusnya biasa saja, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan data waktu nyata tanpa melibatkan manusia. Internet of Things membuat dunia di sekitar kita lebih kompeten dan responsif, menggabungkan alam semesta digital dan fisik.

Ekosistem IoT terdiri dari perangkat pintar berkemampuan web yang menggunakan sistem tertanam, seperti prosesor, sensor, dan perangkat keras komunikasi, untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertindak berdasarkan data yang mereka peroleh dari lingkungan mereka. Perangkat ini berbagi data sensor yang mereka kumpulkan dengan menghubungkan ke gateway IoT atau perangkat edge lainnya. Data selanjutnya ditransfer ke cloud untuk dianalisis secara lokal. Seringkali, perangkat ini berkomunikasi dengan perangkat terkait lainnya dan bertindak berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari satu sama lain. Perangkat melakukan sebagian besar pekerjaan tanpa campur tangan manusia, meskipun orang dapat berinteraksi dengannya, seperti mengaturnya, memberi mereka instruksi, atau mengakses data. Aplikasi IoT dalam kehidupan sehari-hari meliputi smart wearable, smart health monitoring, traffic monitoring, IoT di bidang pertanian dengan banyak sensor, perangkat pintar, robot di rumah sakit, smart grid dan suplai air, dan sebagainya.

 

Baca Juga :  Mengenal Apa itu Internet of Things (IOT) : Tutorial, Tips & Trick dan Peluang di Indonesia

 

Cara Kerja Internet of Things (IoT)

Perangkat dan objek dengan sensor bawaan terhubung ke platform Internet of Things yang mengintegrasikan data dari perangkat yang berbeda dan menerapkan analitik untuk berbagi informasi paling berharga dengan aplikasi yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan spesifik. Platform IoT yang kuat ini dapat menunjukkan dengan tepat informasi apa yang berguna dan apa yang dapat diabaikan dengan aman. Informasi ini dapat digunakan untuk mendeteksi pola, membuat rekomendasi, dan mendeteksi kemungkinan masalah sebelum terjadi. Misalnya, jika Anda memiliki bisnis manufaktur mobil, Anda mungkin ingin tahu komponen opsional mana seperti jok kulit atau velg mana yang paling populer. Dengan menggunakan teknologi Internet of Things, Anda dapat:

  • Menggunakan sensor untuk mendeteksi area mana di ruang web yang paling populer, dan di mana pelanggan bertahan paling lama.
  • Menelusuri data penjualan yang tersedia untuk mengidentifikasi komponen mana yang paling cepat terjual.
  • Menyelaraskan otomatis data penjualan dengan persediaan, sehingga barang-barang populer tidak kehabisan stok.

Informasi yang diambil oleh perangkat yang terhubung memungkinkan Anda membuat keputusan cerdas tentang komponen mana yang akan disimpan, berdasarkan informasi waktu nyata, yang membantu Anda menghemat waktu dan uang. Dengan informasi yang diberikan oleh analitik tingkat lanjut, muncul kekuatan untuk membuat proses menjadi lebih efisien. Objek dan sistem pintar berarti Anda dapat mengotomatiskan tugas-tugas tertentu terutama jika tugas tersebut berulang, memakan waktu, atau bahkan berisiko.

 

Baca Juga :  Mengenal Manfaat Internet of Things (IoT) Bagi Dunia Modern

 

Manfaat dan Kekurangan Internet of Things (IoT)

Cara Kerja Internet of Things (IoT) Serta Manfaat dan Kekurangannya
 

Internet of Things diketahui mulai banyak membantu pekerjaan yang biasa dikerjakan manusia saat ini. Aplikasi IoT masih sangat dapat berkembang lebih pesat dan lebih canggih dimasa yang akan datang. Namun, didalam pemanfaatan nya, Internet of Things tetap memiliki manfaat dan kekurangan yang harus kita ketahui. Manfaat dan kekurangan itu akan dibahas lengkap pada artikel ini. Internet of Things memfasilitasi beberapa manfaat atau keuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa keunggulan yang diberikan adalah:

  • Hemat waktu

    Dengan mengurangi upaya manusia, IoT menghemat banyak waktu banyak orang. Menghemat waktu adalah salah satu keuntungan utama menggunakan platform IoT.

  • Berguna untuk masalah keamanan

    IoT sangat membantu untuk keselamatan karena mendeteksi potensi bahaya dan memperingatkan pengguna. Misalnya, GM OnStar adalah perangkat terintegrasi yang mengidentifikasi kecelakaan mobil atau kecelakaan di jalan. Perangkat ini akan segera membuat panggilan jika ada kecelakaan yang ditemukan.

  • Peningkatan keamanan

    Jika Anda memiliki sistem yang saling terhubung, ini dapat membantu dalam kontrol rumah dan kota yang lebih cerdas melalui telepon seluler. Ini meningkatkan keamanan dan menawarkan perlindungan pribadi.

  • Pemanfaatan sumber daya yang efisien

    Anda dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan memantau sumber daya alam dengan mengetahui fungsionalitas dan cara kerja setiap perangkat.

  • Berguna dalam industri perawatan kesehatan

    Perawatan pasien dapat dilakukan secara lebih efektif secara real-time tanpa memerlukan kunjungan dokter. Ini memberi mereka kemampuan untuk membuat pilihan serta memberikan perawatan berbasis bukti.

  • Minimalkan upaya manusia

    Saat perangkat IoT berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, mereka dapat mengotomatiskan tugas yang membantu meningkatkan kualitas layanan bisnis dan mengurangi kebutuhan akan intervensi manusia.

  • Penggunaan dalam sistem lalu lintas

    Pelacakan aset, pengiriman, pengawasan, pelacakan lalu lintas atau transportasi, kontrol inventaris, pelacakan pesanan individu, dan manajemen pelanggan dapat lebih hemat biaya dengan sistem pelacakan yang tepat menggunakan teknologi IoT.

  • Mengurangi penggunaan peralatan elektronik lainnya

    Perangkat listrik terhubung langsung dan dapat berkomunikasi dengan komputer pengontrol, seperti telepon seluler, sehingga penggunaan listrik menjadi efisien. Oleh karena itu, tidak akan ada penggunaan peralatan listrik yang tidak perlu.

Karena Internet memfasilitasi keuntungan, itu juga menciptakan serangkaian kekurangan/kelemahan yang signifikan. Beberapa kekurangan IoT adalah sebagai berikut:

  • Masalah privasi

    Sistem IoT menyediakan data pribadi penting dengan detail lengkap tanpa partisipasi aktif pengguna.

  • Kurangnya standarisasi internasional

    Karena tidak ada standar kompatibilitas internasional untuk IoT, perangkat dari pabrikan yang berbeda akan bermasalah untuk berkomunikasi satu sama lain.

  • Ketergantungan yang tinggi pada internet

    IoT sangat bergantung pada internet dan tidak dapat berfungsi secara efektif tanpanya.

  • Peningkatan pengangguran

    Pekerja tidak terampil atau bahkan yang terampil berada pada risiko tinggi kehilangan pekerjaan mereka, yang menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Kamera pengintai pintar, robot, sistem setrika pintar, mesin cuci pintar, dan fasilitas lainnya menggantikan manusia yang sebelumnya melakukan pekerjaan ini.

  • Berkurangnya aktivitas mental dan fisik

    Penggunaan internet dan teknologi yang berlebihan membuat orang menjadi malas karena mengandalkan perangkat pintar daripada melakukan pekerjaan fisik, menyebabkan orang yang memanfaatkannya menjadi tidak aktif.

  • Masalah keamanan

    Sistem IoT saling berhubungan dan berkomunikasi melalui jaringan. Jadi, sistem menawarkan sedikit kontrol meskipun ada tindakan keamanan, dan itu dapat menyebabkan berbagai jenis serangan jaringan.

  • Kemungkinan besar seluruh sistem rusak

    Jika ada bug di sistem, ada kemungkinan bahwa setiap perangkat yang terhubung akan rusak.

  • Kompleksitas sistem

    Merancang, mengembangkan, memelihara, dan mengaktifkan teknologi ekstensif ke sistem IoT cukup rumit.

 

Baca Juga :  Sejarah Internet of Things (IoT) dan Fungsi/Manfaatnya

 

Kesimpulan dan Penutup

Secara singkat sistem IoT terdiri dari sensor atau perangkat yang terhubung dan bekerja dengan cloud melalui beberapa jenis konektivitas. Setelah data masuk ke cloud, perangkat lunak memprosesnya dan kemudian mungkin memutuskan untuk melakukan tindakan, seperti mengirim peringatan atau menyesuaikan sensor atau perangkat secara otomatis tanpa memerlukan pengguna.

Meskipun IoT memiliki beberapa kelemahan, keuntungannya dalam menghemat waktu dan uang konsumen tidak dapat diabaikan. Jadi tidak lama lagi Internet of Things akan umum terlihat baik di rumah tangga maupun perusahaan. Upaya yang harus dilakukan saat ini adalah menemukan cara untuk memerangi kerugiannya. Semoga informasi ini bermafaat dan menjawab pertanyaan Anda tentang Internet if Things (IoT) ini.

Related Post :