Mengenal Apa Itu Influencer, Media Sosial yang Digunakan dan Peluang Pekerjaannya

Business, Social Media Marketing / 1 | | 0

Majunya teknologi dan gaya hidup masyarakat yang berubah menjadi online membuat banyak peluang baru bermunculan termasuk menjadi influencer. Sedangkan influencer sendiri adalah mereka yang pada dasarnya telah membangun kredibilitas di area atau industri tertentu. Mereka yang menjadi influencer memiliki akses ke audiens dan telah mempunyai pengikutnya tersendiri.

Menjadi influencer memiliki banyak kelebihan karena pendapat mereka biasanya akan lebih mudah diterima oleh masyarakat umum. Tidak mengherankan jika Anda bisa mendapatkan influencer untuk mendukung produk atau merek Anda, Anda dapat memanfaatkan audiens yang dimiliki influencer, yang mungkin jauh lebih luas daripada pengikut Anda sendiri. Karena efek yang besar menjangkau banyak audiens ini, maka muncul istilah pemasaran influencer.

Adapun pemasaran influencer bidang pemasaran di mana influencer dibayar baik secara uang tunai atau insentif lainnya untuk mempromosikan merek atau produk. Influencer biasanya bekerja pada platform yang sering digunakan masyarakat secara harian seperti di media sosial yang terkenal yakni Instagram, YouTube, TikTok, Twitter dan lain-lain. Profesi ini menjadi sangat populer di abad baru ini sehingga siapa saja ingin menjadi influencer dan menjadi terkenal.

 

Mengenal Apa Itu Influencer

Influencer di media sosial adalah orang-orang yang telah membangun reputasi untuk pengetahuan dan keahlian mereka tentang topik tertentu. Mereka membuat posting reguler tentang topik itu di saluran media sosial pilihan mereka dan menghasilkan banyak pengikut yang antusias dan terlibat. Ini juga termasuk dalam berbagai pendapat dan pandangan secara langsung antara audiens dan influencer tersebut. Mereka yang menjadi influencer adalah orang yang dapat mempengaruhi keputusan pengikut mereka karena adanya hubungan dengan audiens.

Para influencer akan berbagai pengetahuan dan keahlian mereka di bidang tertentu, seperti mengenai fashion, hobi, kecantikan, game, traveling, teknologi dan lain- lain. Dengan kemampuan dan kekuatan yang persuasif, influencer akan mampu mempengaruhi atau membuat pengikut mereka untuk melakukan sesuatu, merubah cara pandang mereka hingga membeli barang yang diiklankan oleh sang influencer.

Semua ini menjadi mudah karena pengikut influencer biasanya adalah orang- orang yang loyal atau telah mengikuti perjalanan influencer kesayangan mereka, sehingga untuk menyuarakan apa saja termasuk mempromosikan sesuatu. Pengikut atau penggemar biasanya akan mempunyai pandangan yang sama dan mengikuti apa saja yang sedang dipromosikan oleh influencer kesukaan mereka. Ini membuat banyak brand yang bekerja sama dengan para influencer karena pendekatan yang lebih nyata dan langsung. Jadi tidak mengherankan kalau banyak orang yang ingin juga mencoba profesi yang populer di era digital saat ini.

 

Baca Juga   :     Manfaat Social Media Marketing Dalam Menaikkan Penjualan Bisnis Online

 

Media Sosial Populer yang Digunakan Oleh Influencer

Mengenal Apa Itu Influencer, Media Sosial yang Digunakan dan Peluang Pekerjaannya
 

Kebiasaan orang- orang yang menjadi online membuat mereka lebih banyak hadir di media sosial atau social media. Oleh karena itu media sosial memberi influencer peluang sempurna untuk mendapatkan pengikut dan berbagi informasi serta pandangan pribadi mereka lebih leluasa. Maka untuk menjadi influencer yang kuat, Anda harus menemukan platform yang tepat, menerbitkan konten berkualitas, memiliki gaya yang unik, konsisten, dan membangun hubungan.

Setiap influencer harus membangun basis pengikut yang kuat dan aktif sehingga ini akan menarik brand untuk bekerja sama dengan mereka. Pemasaran influencer jelas merupakan kunci penting untuk pengembangan bisnis, yang memberikan peluang besar bagi influencer yang bersangkutan. Simak beberapa media yang sering digunakan oleh para influencer terkenal untuk mengumpulkan basis pengikut mereka dan mempromosikan kerjasama dengan brand.

  • Instagram

    Meski bukan menjadi pelopor media sosial tetapi Instagram adalah platform pemasaran yang dinamis untuk bisnis, terutama bagi mereka yang ingin menjangkau audiens yang lebih muda. Fitur foto yang dapat diklik dan menghantarkan ke pembelian akan memberikan peluang besar bagi brand dari e-commerce untuk menjual produk. Bisnis juga semakin banyak menggunakan influencer untuk menargetkan audiens yang tepat karena mereka sudah memiliki pengikut yang kuat. Instagram juga mempunyai banyak variasi dalam niche kumpulan influencer dan yang paling dominan adalah profil di segmen seperti gaya hidup, fashion, traveling, kecantikan.
    Selain itu, Instagram juga membagi influencer dalam beberapa kategori seperti micro influencer yang akhir-akhir ini menjadi semakin populer dan menjadi preferensi banyak brand. Mereka mungkin memiliki audiens yang lebih kecil tetapi cenderung mempunyai keterlibatan yang lebih tinggi. Saat persaingan tumbuh, brand bisa memilih bekerjasama dengan berbagai tingkat influencer dan yang sesuai dengan kategori bisnis mereka sehingga akan mendapatkan target pasar yang lebih khusus dan tepat.

  • Facebook

    Selanjutnya adalah Facebook yang merupakan raksasa di media sosial meski kini penggunanya tidak seramai 10 tahun lalu. Walau begitu, sebuah statik melaporkan bahwa Facebook memiliki hampir dua miliar pengguna aktif setiap bulannya. Dengan basis pengguna yang begitu besar, memungkinkan kampanye pemasaran influencer memiliki jangkauan yang sangat luas di samping juga merupakan platform yang sangat serbaguna dengan semua jenis konten yang berbeda. Orang-orang menggunakan Facebook untuk mencari hiburan, mencari informasi, berkomunikasi dan terhubung, bermain game menjual di Marketplace, melakukan promosi dan banyak lagi.
    Sayangnya iklan intrusif tidak populer di Facebook, itulah sebabnya pemasaran influencer lebih menguntungkan bagi brand yang telah memahami audiens target mereka. Namun Anda masih tetap bisa memanfaatkan semua fitur- fitur baru Facebook dalam berbagi informasi maupun mempromosikan produk dari sebuah brand di media sosial ini.

  • YouTube

    YouTube telah menjadi mesin pencari ke-2 setelah Google yang berarti ini adalah tempat yang luas dengan banyak peluang terbuka setiap saat bagi siapa saja terutama mereka yang berprofesi sebagai influencer. Hampir 5 miliar video dilihat di YouTube setiap hari dan bisnis seringkali berkolaborasi dengan berbagai jenis influencer yang merekam video untuk YouTube guna mempromosikan produk mereka. Banyak pelanggan YouTube lebih berhubungan dengan pembuat konten YouTube daripada selebritas dan lebih cenderung mengikuti saran dari mereka tentang apa yang harus dibeli maupun mendengar pendapat mereka akan isu- isu sosial.
    Para ahli mengatakan bahwa ketika brand menggunakan influencer untuk membicarakan produk mereka dalam konten video, cara ini bekerja lebih baik daripada iklan video tradisional yang mengganggu di televisi. Video unboxing, ulasan eksklusif, dan kampanye promosi produk adalah beberapa contoh cara influencer dapat menciptakan antusiasme awal seputar produk baru dan membantu merek mencapai sasaran penjualan setelah produk dirilis.

  • Twitter

    Meski sempat menjadi populer beberapa waktu lalu, Twitter yang juga merupakan platform microblogging dari Amerika ini masih mempunyai jutaan pengguna aktif bulanan. Sebuah studi juga mengatakan bahwa pelanggan membelanjakan tiga hingga 20 persen lebih banyak untuk harga rata-rata suatu produk ketika sebuah merek merespons sebuah Tweet. Selain itu pengguna juga lebih cenderung membagikan pengalaman positif mereka ketika sebuah merek merespons mereka di Twitter.
    Sama seperti jenis dan niche influencer di media sosial lainnya, influener di platform ini juga sangat aktif berbagi Tweet mereka dalam bentuk thread. Selain itu, Twitter juga sering membuat tagar dan membantu membuat suatu isu atau produk menjadi viral dengan hashtag yang kemudian akan diikuti oleh pengguna Twitter lainnya.

  • TikTok

    TikTok atau yang lebih dikenal sebagai Douyin di China selaku negara asal media sosial ini, dulunya tidak terlalu diminati secara global. Namun setekah platform media sosial bergabung dengan Musical.ly tahun 2018 lalu, membantu meningkatkan popularitasnya. Penggunanya kini lebih ramai dan berbagi apa saja mengingat platform ini lebih cenderung untuk membuat berbagai video pendek, dari genre seperti tari, komedi, dan pendidikan, yang berdurasi dari lima belas detik hingga tiga menit.
    Tercatat pada Oktober 2020, TikTok melampaui lebih dari 2 miliar unduhan seluler di seluruh dunia. Ini membuat siapa saja yang menjadi influencer di platform ini menjadi sangat terkenal sehingga bahkan ketika mereka mempromosikan suatu produk, maka produk tersebut bisa laku terjual dalam waktu yang singkat. Popularitas TikTok dan format medianya yang unik yang cenderung lebih dekat kepada semua orang, membuat brand melirik para influencer TikTok yang yakin ini akan membantu promosi mereka lebih efektif terlebih lagi jika mereka menyasar target tertentu.

 

Baca Juga   :    Cara Sukses Branding Melalui Social Media Instagram, Facebook dan TikTok

 

Peluang Pekerjaan Profesi Influencer

Mengenal Apa Itu Influencer, Media Sosial yang Digunakan dan Peluang Pekerjaannya
 

Secara umum, seorang influencer merupakan kepribadian online yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian pengikut mereka berdasarkan image sosial mereka di depan pengikutnya. Mereka menggunakan kehadiran online mereka, sebagian besar di platform media sosial dan blog, untuk bermitra dengan merek yang mereka gunakan dan membuat konten yang mengiklankan produk atau layanan dari perusahaan tersebut.

Lalu peluang pekerjaan ketika seseorang menjadi seorang influencer biasanya adalah dengan menjadi seorang selebritis, Content Creator, Blogger, YouTuber, ataupun seorang public figure, dimana pekerjaan itu bergelut di bidang sosial media. Karena seorang influencer harus memiliki banyak followers atau pengikut untuk bisa berbagi dalam mempromosikan sebuah brand atau mengajak para pengikutnya untuk membeli brand barang yang dipromosikan. Hal itu menarik banyak perhatian banyak orang, hingga mereka berlomba- lomba menjadi influencer juga. Dikarenakan pemasukan yang didapat dalam pemasaran influencer bisa dibilang sangatlah tinggi, meski juga tergantung berapa banyak pengikut sosial medianya, profesi ini juga bisa membuat nama seseorang terkenal.

 

Baca Juga  :     Profesi Social Media Specialist : Job Deskripsi, Tugas, Kualifikasi, dan Tanggung Jawabnya

 

Kesimpulan dan Penutup

Siapapun bisa menjadi seorang influencer, tetapi menjadi seorang influencer tidak semudah yang dibayangkan. Seorang influencer harus dapat menunjukkan suatu nilai dan mampu menjalin hubungan yang kuat serta relatable dengan pengikut mereka. Disamping juga tentunya setiap influencer telah memiliki niche, industri atau pengetahuan di ceruk tertentu yang telah mereka kuasai dengan baik.

Sejatinya profesi ini juga sama dengan profesi lain, yakni membutuhkan pengetahuan yang luas, dedikasi dan konsisten. Seorang influencer yang berhasil telah melalui banyak hal termasuk mendidik diri mereka sendiri untuk bisa menguasai niche yang mereka pilih sehingga brand mendapatkan kesan bahwa mereka telah bekerjasama dengan seseorang yang ahli dibidangnya.

Related Post :