Apa Itu Content Plan? Berikut 6 Langkah Mudah Membuatnya

Content Marketing / 0 | | 1

Jika Anda ingin menerapkan content marketing untuk bisnis, maka membuat content plan adalah tahap penting yang harus Anda perhatikan.

Dengan adanya perencanaan konten seperti ini, Anda bisa membuat konten yang lebih terjadwal dan beragam untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness. Selain itu, membuat content plan juga menghemat banyak waktu, lho! Karena Anda tak perlu menghabiskan waktu setiap hari untuk mencari ide konten.

Namun, jika Anda baru mendalami dunia content marketing, mungkin agak bingung bagaimana cara merencanakan konten. Dalam artikel ini, Anda akan memahami lebih lanjut mengenai content plan. Berikut penjelasan lengkapnya! 

Baca Juga: Cara Kerja Content Marketing yang Mudah dan Efisien

Apa Itu Content Plan? 

apa itu content plan

Content plan adalah perencanaan konten yang harus Anda lakukan demi tercapainya tujuan marketing. Konten tersebut dapat bertujuan untuk meningkatkan brand awareness, atau meningkatkan penjualan. 

Ada beberapa unsur yang harus dipikirkan dalam content planning, misalnya topik apa yang ingin dibahas, seperti apa ide konten tersebut, dan di platform mana konten akan diposting. Setelah mengetahui itu semua, Anda harus menjadwalkannya secara berurutan. 

Anda dapat membuat content plan secara bulanan atau mingguan. Content plan yang Anda buat haruslah berdasarkan data dari target pasar bisnis Anda. Karena itu, Anda harus mempertimbangkan tren dan selera mereka seperti apa. 

Dengan memiliki data tersebut, konten yang Anda buat akan semakin relevan dengan pasar karena sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Jika calon konsumen menyukai konten tersebut, Anda pun bisa mendapatkan engagement rate yang baik dan berkesempatan besar meningkatkan penjualan. 

Content Plan vs Content Strategy

content plan vs content strategy

Sebagai seorang content marketer yang mengurus media sosial atau website, Anda mungkin pernah mendengar istilah content strategy. Apa bedanya dengan content planning? 

Walaupun kedua istilah ini sekilas tampak mirip, sebenarnya content strategy mencakup hal yang lebih luas. Content strategy merupakan perencanaan semua konten yang akan dimuat di semua platform, strategi ini dibuat dengan detail untuk konten tertulis, video, dan visual.

Di dalamnya terkandung konten apa yang akan dibuat secara garis besar, dan tujuan dari konten tersebut. Sebuah brand akan membuat strategi menguatkan  positioning, serta memperkirakan biaya yang diperlukan untuk menerapkan content strategy ini.

Selain itu, elemen penting dari content strategy adalah diterapkannya metriks untuk mengukur keberhasilan strategi tersebut mencapai target. Sementara itu, content planning berfokus pada penjadwalan konten dan di platform apa konten tersebut akan dipublikasikan.

Untuk membuat content plan yang baik, Anda harus menyusun content strategy yang kuat terlebih dahulu. Keduanya harus berkesinambungan dan tidak bisa dipisahkan karena content plan merupakan penerapan dari content stratey itu sendiri. 

Baca Juga: Pengertian Copywriting : Cara Kerja dan Skill Copywriter yang Harus Dikuasai

Cara Membuat Content Plan

cara membuat content plan

Sebelumnya, Anda sudah memahami pengertian content plan dan apa perbedaannya dengan content strategy. Sekarang, Anda juga harus memahami bagaimana cara membuatnya. 

Dalam sebuah bisnis, biasanya tim yang bertanggungjawab membuat content memiliki metode masing-masing dalam mengatur content plan-nya. Hal ini berkaitan erat dengan tren dan tujuan marketing itu sendiri.

Namun, berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang penting untuk dilakukan dan tak boleh Anda lewatkan agar dapat menyusun conten plan yang efektif dan dapat diimplementasikan dengan optimal. 

  1. Tentukan Tujuan Content Marketing

Hal pertama yang harus Anda pikirkan ketika membuat content plan adalah tujuan yang ingin dicapai. Biasanya, tujuan content marketing ini sudah tertuang dalam content strategy. Karena itulah, content strategy yang kuat harus sudah disusun sebelum membuat content plan. 

Tujuan marketing ini harus dibarengi juga dengan pemahaman pasar yang ingin Anda jadikan target pemasaran produk Anda. Sehingga, konten-konten yang Anda buat nantinya relevan dan disukai oleh para calon konsumen.

Semakin spesifik target pasarnya, maka semakin baik karena Anda benar-benar bisa memfokuskan konten untuk mereka. Tanpa mengenali calon konsumen, konten menjadi kurang relevan dan bisa mengakibatkan rendahnya engagement rate. 

  1. Buat Kategori

Setelah memahami tujuan apa yang ingin dicapai dalam pembuatan konten, serta mengenali siapa target konsumen Anda maka tahap selanjutnya adalah pengkategorian.

Maksudnya adalah, menentukan fokus utama dari konten-konten yang ingin Anda buat. Dalam membagi kategori untuk konten, yang harus Anda pertimbangkan adalah brand yang Anda wakilkan dan citranya. 

Misalnya, sebuah perusahaan teknologi ingin menargetkan para pelaku UMKM sebagai calon konsumen mereka. Mungkin mereka dapat merencanakan konten-konten edukasi tentang produk mereka, serta tips-tips yang akan berguna bagi pelaku UMKM.

Selain itu, mereka sesekali dapat menyelipkan konten hiburan yang sesuai tren dan relevan dengan calon konsumen mereka. Dengan mengetahui kategori-kategori ini Anda akan dapat membuat konten yang lebih teratur dan sesuai dengan brand image dari bisnis Anda.

Karena itu, membuat kategori yang jelas tentang jenis-jenis konten akan sangat membantu Anda dalam merencanakan konten dan mencapai tujuan marketing yang sebelumnya sudah Anda tentukan. 

Baca Juga: 5 Jenis Content Marketing yang Efektif Untuk Pemasaran

  1. Pilih Platform yang Ingin Digunakan

Memahami tujuan, target konsumen, serta kategori konten sangat membantu Anda untuk menentukan platform apa yang ingin Anda gunakan. Anda harus mempertimbangkan platform mana yang didominasi oleh calon konsumen Anda. Kemudian, sesuaikanlah pembuatan konten dengan platform tersebut. 

Misalnya, Anda memiliki bisnis fashion dengan target konsumen remaja dan dewasa muda. Maka, Anda bisa mencoba TikTok sebagai platform tempat Anda rutin membuat konten. Hal ini karena TikTok adalah media sosial yang populer digunakan oleh kalangan remaja dan dewasa muda yang menjadi target Anda. 

Setelah mengetahui platform mana yang cocok, maka Anda harus menyesuaikan konten yang Anda unggah dengan platform tersebut. Jika menggunakan TikTok, maka Anda harus fokus membuat konten-konten video dengan durasi singkat dan menggunakan lagu-lagu yang sedang tren. 

  1. Riset Topik yang Akan Dibahas

Riset adalah kunci penting dari konten yang relevan dan bermanfaat bagi pembaca. Untuk dapat membuat konten yang disukai orang, tentunya Anda harus benar-benar memahami topik yang Anda bahas dalam konten tersebut, bukan?

Tanpa riset yang baik, Anda akan sulit membuat isi konten yang bermutu. Padahal, kualitas konten sangat penting untuk meningkatkan engagement rate, lho. Jika sudah mendapatkan engagement rate yang tinggi, kemungkinan bisnismu mengalami peningkatan penjualan juga semakin tinggi. 

Anda bisa melakukan riset dengan banyak cara. Mulai dari menggunakan Google Trends, membaca artikel atau menonton video yang berhubungan dengan topik tersebut, hingga melihat akun media sosial atau website bisnis kompetitor Anda. 

  1. Seimbangkan dengan Elemen Visual

Perlu diingat bahwa konten yang menarik tidak hanya terdiri dari teks saja, lho. Anda juga harus menyeimbangkannya dengan elemen visual yang ciamik sehingga para pembaca tidak akan bosan menyimak konten Anda. 

Terutama dalam content planning untuk media sosial, Anda juga harus mempertimbangkan ilustrasi dan warna yang ingin Anda gunakan untuk grafisnya. 

Atau mungkin Anda bisa menambahkan diagram dan infografis jika konten tersebut dibuat untuk blog? Agar mendapatkan hasil yang baik, Anda mungkin dapat bekerjasama dengan seorang desainer grafis untuk membantu Anda. 

  1. Jadwalkan dengan Kalender Editorial yang Rapi 

Setelah semuanya lengkap dan terencana, sekarang saatnya Anda mengatur jadwal konten dengan rapi. Buatlah kalender editorial yang detail berisi perencanaan konten Anda, lengkap dengan data-data yang dibutuhkan untuk membuatnya. 

Anda dapat menyusunnya dengan spreadsheet, memanfaatkan aplikasi Microsoft Excel atau Google Sheets. Bagi Anda yang bekerja secara tim, kami menyarankan Anda menggunakan Google Sheets agar lebih mudah untuk berkolaborasi dengan anggota tim yag lain. 

Dalam kalender ini, Anda bisa mengisi kategori konten, tanggal publikasi, platform, prioritas konten, status, dan deadlinenya. Anda dapat menambahkan detail lain untuk kalender editorial ini, tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. 

Baca Juga: 5 Customer Engagement Metrics yang Mendukung Sukses Digital Marketing 2022

Penutup

Content is king. Pernahkah Anda mendengar kalimat tersebut? Benar sekali, konten adalah hal penting dalam strategi digital marketing. Tanpa adanya konten yang menarik dan tepat sasaran, teknik lain yang diterapkan jadi tak berarti. 

Karena itulah, content plan merupakan sesuatu yang tak boleh Anda lewatkan. Tanpa conten planning yang baik, Anda akan kesulitan konsisten dalam membuat konten. Membuat konten tanpa perencanaan yang matang tentunya juga akan mengorbankan kualitas konten tersebut karena Anda jadi mengerjakannya terburu-buru. 

Selain membuat content plan, Anda tentunya juga membutuhkan website dengan performa yang handal. Layanan hosting yang tepat adalah solusinya. Yuk, coba layanan Cloud VPS IDCloudHost yang powerful dengan sistem pembayaran fleksibel dan technical support tersedia 24/7 untuk membantu Anda. 

 

Related Post :