Content Strategy: Pengertian dan Cara Membuatnya

Content Marketing / 0 | | 1

Saat ini, kebutuhan akan pemasaran digital semakin tinggi. Ada sangat banyak bisnis yang memanfaatkan berbagai channel digital untuk menjangkau calon konsumen mereka dan meningkatkan penjualan. Karena itu, content strategy adalah hal penting untuk Anda ketahui. 

Dalam digital marketing, konten yang baik dan relevan adalah kunci. Tanpanya, channel yang Anda pilih tidak akan bisa update dengan konsisten dan mencapai tujuan marketing tersebut. Tak hanya itu, strategi yang baik akan memudahkan Anda saat merancang content plan nantinya. 

Untuk membuat konten yang baik, Anda tentunya butuh perencanaan dan strategi awal. Content strategy akan membantu Anda untuk mendapat hasil optimal dari content marketing yang Anda jalankan.

Karena itu, Anda harus mengetahui kiat-kiat membuatnya terlebih dahulu. Bagi Anda yang pemula, mungkin bingung harus memulai dari mana jika ingin menyusun content strategy. Dalam artikel ini, Anda akan memahami content strategy secara lebih mendalam. Mulai dari pengertian hingga cara membuatnya. Simak informasi selengkapnya, ya!

Baca Juga: Apa Itu Content Plan? Berikut 6 Langkah Mudah Membuatnya

Apa Itu Content Strategy? 

Content strategy adalah menyusun strategi konten sesuai dengan sasaran dan tujuan dari bisnis Anda. Konten adalah inti dari strategi yang Anda susun ini, lengkap dengan konten seperti apa yang Anda inginkan, ke mana saja distribusinya, berapa biayanya, serta bagaimana Anda mengukur keberhasilan dari konten tersebut. 

Namun, content strategy sebenarnya tidak khusus untuk konten pemasaran saja, lho. Anda harus merencanakan keseluruhan konten dengan detail, mulai dari konten pemasaran, CSR, dan lain-lain. Nantinya, dari content strategy ini Anda bisa membuat content plan berisi kategori-kategori dan detail konten yang akan Anda buat dalam jangka bulanan atau mingguan. 

Kenapa Content Strategy Penting untuk Bisnis? 

content strategy

Content strategy yang baik akan memudahkan Anda dalam menentukan arah aktivitas content marketing untuk bisnis Anda. Dengan adanya strategi yang tepat,maka kemungkinan Anda untuk mencapai tujuan juga semakin besar.

Strategi ini akan sangat membatu Anda dalam eksekusi konten ke depannya. Bayangkan jika Anda harus membuat konten setiap hari tanpa adanya perencanaan yang matang. Apa yang akan Anda lakukan?Anda akan kebingungan ingin mulai dari mana, dan akhirnya membuat konten dengan terburu-buru.

Tujuan konten juga tidak jelas, akibatnya feeds media sosial atau blog Anda menjadi berantakan. Menyusun content strategy akan membuat Anda mampu menjangkau pelanggan yang tepat sesuai dengan target market. Selain itu, eksekusi konten jauh lebih efektif dan efisien setiap harinya.

Tanpa content strategy, Anda akan sulit mengevaluasi aktivitas content marketing bisnis Anda. Padahal, evaluasi ini sangat penting agar Anda mengetahui mana konten yang berhasil dan mana yang tidak. Sehingga, Anda bisa bereksperimen dan memprioritaskan konten yang tepat. 

Baca Juga: Alasan CMS (Content Management System) Harus Ramah SEO

Cara Membuat Content Strategy 

cara membuat content strategy

Content strategy yang baik adalah yang mampu menghasilkan konten tepat sasaran dan mencapai tujuan marketing yang telah ditetapkan. Bagi Anda yang saat ini ingin terus mengembangkan bisnis, wajib mengetahui langkah-langkah membuat content strategy berikut ini: 

  1. Menentukan Tujuan

Dalam merancang sebuah strategi, tentunya Anda harus mengetahui apa tujuan yang ingin Anda capai. Mempertimbangkan tujuan sangat penting agar Anda bisa menentukan ke mana arah strategi tersebut akan dibuat. 

Untuk menentukan tujuan tersebut, pikirkanlah visi dan misi dari brand, target konsumen, serta kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda bekerja di divisi marketing sebuah perusahaan, tak ada salahnya berdiskusi dan meminta pendapat dari atasan serta stakeholder dalam hal ini. 

Biasanya, suatu aktivitas marketing bisa memiliki beberapa tujuan, mulai dari meningkatkan brand awareness, membangun hubungan baik dengan pelanggan, mencari leads, meningkatkan penjualan, hingga menciptakan loyalitas konsumen. 

Tidak perlu mengkhawatirkan jangka yang terlalu panjang. Seiring perkembangan bisnis, kebutuhannya pasti akan berbeda pula. Nantinya, mungkin Anda dapat memperbarui content strategy Anda jika ada tujuan lain yang ingin dicapai. 

  1. Mengenali Buyer Persona

Target utama dari sebuah bisnis adalah para konsumen. Begitu juga dengan strategi konten Anda, konten-konten yang Anda buat pasti ditujukan untuk konsumen, bukan? Karena itulah, Anda harus mengenali calon konsumen Anda. 

Selain melakukan riset, salah satu caranya adalah dengan membuat buyer persona. Buyer persona adalah individu fiktif yang diciptakan untuk lebih mengenali konsumen Anda. Dengan membayangkan mereka sebagai seseorang yang benar-benar ada, lebih mudah pula bagi Anda untuk mengenali keinginan mereka. 

Anda bisa mulai membuat buyer persona dengan memberinya nama, pekerjaan, tempat tinggal, pendapatan per bulan, hobi, dan lain-lain. Semakin spesifik persona tersebut, maka semakin baik. Karena konten Anda pun akan semakin terarah. 

  1. Riset pasar dan kompetitor

Kompetitor bukanlah sesuatu yang harus Anda abaikan. Justru Anda harus memperhatikan kegiatan marketing mereka dan berinovasi dengan bisnis Anda sendiri. Dengan memahami kompetitor, Anda bisa membandingkannya dengan bisnis Anda dan berusaha untuk membuat strategi konten yang lebih baik. 

Dalam membuat konten, melakukan riset kompetitor tidak berarti membuat konten yang sama persis dengan mereka, lho. Anda dapat mengembangkan ide sendiri, sesuai dengan brand yang Anda wakili. Walaupun topik pembahasan dari konten tersebut sama, menjiplak konten mereka tetap tak boleh Anda lakukan. 

  1. Rancang Estimasi Biaya

Menjalankan aktivitas content marketing tentunya butuh biaya. Mulai dari beriklan, berlangganan tools yang mendukung, hingga membayar tenaga kerja. Dalam content strategy tersebut, Anda harus menjabarkan perkiraan biaya yang akan dihabiskan untuk menerapkan strategi yang sudah Anda buat. Hal ini berguna untuk memperkirakan berapa target yang harus Anda capai agar biaya yang sudah Anda keluarkan bisa membawa keuntungan. 

  1. Tentukan Metriks untuk Evaluasi

Menentukan metriks dibutuhkan untuk mengukur kinerja konten Anda. Dengan adanya metriks, Anda bisa memegang kendali terhadap semua proses dan pencapaiannya. Unsur-unsur yang ada dalam metriks bisa beragam tergantung channel apa yang Anda gunakan untuk menjalankan content marketing. 

Misalnya, jika menggunakan media sosial maka Anda bisa melihat engagement rate. Sementara itu, untuk konten di website Anda bisa melihat pageview, sessions, user, dan lain-lain. Dengan memahami metriks, mengevaluasi kinerja marketing Anda bukanlah hal sulit.

Baca Juga: Kelebihan dan 6 Tipe Remarketing yang Umum Digunakan Dalam Bisnis

Penutup

Menyusun content strategy sejak awal menjadi sesuatu yang wajib Anda lakukan jika ingin mulai menerapkan pemasaran digital. Hal ini karena konten yang relevan akan mendatangkan traffic audiens yang tepat dengan target konsumen Anda. 

Selain menyusun content strategy, Anda juga harus mengoptimasi semua channel yang Anda gunakan untuk digital marketing. Salah satu channel tersebut adalah website. Untuk menikmati performa website yang cepat, Anda dapat menggunakan layanan Cloud VPS IDCloudHost. Coba sekarang dan dapatkan free credit Rp 50.000,-!

Related Post :