Langkah dan Tantangan UMKM Go Digital yang Perlu Diketahui Oleh Pebisnis

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 1

Bisnis skala UMKM telah menjadi awam terutama di Indonesia dan global secara lebih besar lagi. UMKM sendiri adalah usaha perdagangan yang dikelola badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang Undang No 20 Tahun 2008. Selain arti UMKM, Anda juga perlu mengetahui perbedaan antara usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.

UMKM sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat saat ini, namun masih sedikit yang mengenal UMKM go online mengingat hanya sekitar 15 persen UMKM yang terdata mulai berjalan go online. Sangat disayangkan karena UMKM karena di era digital saat ini, hampir semua bisnis dunia telah beralih secara online karena dukungan yang jauh lebih mudah serta cara hidup masyarakat yang lebih memilih untuk berbelanja online.

Alangkah baiknya setiap pebisnis skala UMKM ini juga turut memanfaatkan momentum dan mulai beralih dengan membuat website dan berjualan secara online. Meski banyak pelaku UMKM masih kebingungan akan migrasi bisnis tradisional ke model canggih seperti digitalisasi, hal ini sebenarnya mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit karena pebisnis bisa menjangkau calon pelanggan lebih jauh dari biasanya. Anda tertarik untuk mengubah bisnis Anda menjadi online? Simak penjelasan singkatnya dibawah ini.

 

Pengertian dan Ciri-Ciri UMKM

Secara umum, UMKM dikenal sebagai akronim dari Usaha Mikro, Kecil, Menengah. Namun, jika diruntut dari definisi dan sudut pandang yang berbeda, UMKM memiliki pengertian yang jauh lebih luas. Bagi pelaku usaha, UMKM adalah bisnis atau usaha yang dijalankan oleh perseorangan, rumah tangga, maupun badan usaha kecil. Menurut ekonom senior, Prof. Ina Primiana, UMKM adalah kegiatan usaha berskala kecil yang mendorong pergerakan pembangunan dan perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, M. Kwartono Adi menjelaskan definisi UMKM secara lebih spesifik, yakni sebagai badan usaha yang memiliki profit atau keuntungan tidak lebih dari 200 juta berdasarkan perhitungan laba tahunan. Lalu apa yang membedakan usaha yang masuk di dalam kategori UMKM dengan jenis usaha yang besar? Ketahui hal tersebut melalui ciri-ciri UMKM :

  • Jenis komoditi/ barang yang ada pada usahanya tidak tetap, atau bisa berganti sewaktu-waktu
  • Tempat menjalankan usahanya bisa berpindah sewaktu-waktu
  • Usahanya belum menerapkan administrasi, bahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha masih disatukan
  • Sumber daya manusia (SDM) di dalamnya belum punya jiwa wirausaha yang mumpuni
  • Biasanya tingkat pendidikan SDM nya masih rendah
  • Biasanya pelaku UMKM belum memiliki akses perbankan, namun sebagian telah memiliki akses ke lembaga keuangan non bank
  • Pada umumnya belum punya surat ijin usaha atau legalitas, termasuk NPWP

 

Baca Juga  :     Cara Membuat Website untuk Pemula dan Bisnis Online (UMKM) di Indonesia

 

Kekurangan dan Kelebihan UMKM

Langkah dan Tantangan UMKM Go Digital yang Perlu Diketahui Oleh Pebisnis
 

Dengan ukurannya yang kecil dan tentunya fleksibilitas yang tinggi, usaha kecil menengah memiliki berbagai kelebihan, terutama dalam segi pembentukan dan operasional. UMKM memiliki kontribusi besar bagi bergulirnya roda ekonomi suatu negeri, bukan hanya karena ini adalah benih yang memampukan tumbuhnya bisnis besar, melainkan juga karena UMKM menyediakan layanan tertentu bagi masyarakat yang bagi bisnis besar dinilai kurang efisien secara biaya.

 

Kelebihan UKM

Jika bersanding dengan usaha skala besar, UKM dan UMKM mempunyai sejumlah kelebihan. Anda dapat memaksimalkan keuntungan yang cukup besar dengan menggeluti bisnis ini, antara lain :

  • Cepat Berinovasi , UMKM dan UKM punyai kesempatan dalam mengeksekusi ide yang baru serta unik. Hal ini tentu karena cara operasionalnya tak serumit seperti perusahaan besar.
  • Fokus pada Satu Bidang Usaha , kelebihan pada bidang usaha ini adalah bisa lebih fokus pada bidang yang sedang anda geluti. Misal anda sedang menjalankan bisnis kuliner, maka usaha anda tersebut akan lebih mudah diketahui orang. Sehingga anda akan mendapatkan pelanggan tetap dengan cukup mudah.
  • Mudah Untuk Memulai , dengan modal kecil adalah salah satu kelebihan dari usaha ini. Sehingga, dengan modal yang seadanya, cukup untuk membuka usaha yang menguntungkan.

 

Kekurangan UKM

Setiap usaha yang memiliki kelebihan, tentu juga memiliki kekurangan. Kekurangan atau sebut saja kelemahan dari usaha kecil menengah adalah sebagai berikut:

  • Biaya Operasional Terbatas, modal awal yang kecil akan mempengaruhi biaya operasional usaha. Apabila tak pandai mengatur dan mengelolanya, maka anda dapat gagal dalam mengembangkan bisnis ini.
  • Tenaga Ahli yang Minim , usaha yang anda jalankan jenis UKM ini adalah minim tenaga ahli yang profesional. Namun, karena UKM hanya mempunyai modal yang kecil, biasanya pelaku UKM tak memerlukan poin ini. Sehingga, biasanya usaha sulit untuk berkembang dengan baik.
  • Kapasitas Produk Sedikit , tenaga produksi dan modal yang terbatas akan menjadikan produksi juga terbatas. Sehingga, pelaku usaha tidak terlalu berani mengambil pesanan dalam skala besar.

 

Baca Juga  :   Cara Membuat Laporan Keuangan Untuk UMKM, Perusahaan dan Usaha

 

Jenis-Jenis Bisnis UMKM

Jika ditilik, pengertian UMKM yang tertuang dalam Keppres RI No. 19 Tahun 1998 adalah sebagai kegiatan ekonomi rakyat pada skala kecil yang perlu dilindungi dan dicegah dari persaingan yang tidak sehat. Pada dekade terakhir ini mulai marak bermunculan bisnis UKM mulai dari skala rumahan hingga skala yang lebih besar. Berikut ada 3 jenis usaha yang termasuk UMKM :

  • Usaha Kuliner

    Salah satu bisnis UKM yang paling banyak digandrungi bahkan hingga kalangan muda sekalipun. Berbekal inovasi dalam bidang makanan dan modal yang tidak terlalu besar, bisnis ini terbilang cukup menjanjikan mengingat setiap hari semua orang membutuhkan makanan.

  • Usaha Fashion

    Selain makanan, UMKM di bidang fashion ini juga sedang diminati. Setiap tahun mode tren fashion baru selalu hadir yang tentunya meningkatkan pendapatan pelaku bisnis fashion.

  • Usaha Agribisnis

    Siapa bilang usaha agribisnis di bidang pertanian harus bermodalkan tanah yang luas. Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah yang disulap menjadi lahan agribisnis sebagai langkah pertama Anda untuk memulai bisnis ini.

 

Baca Juga  :   Rekomendasi Aplikasi Invoice untuk UMKM Terbaik dan Gratis di Indonesia

 

Tantangan yang Dihadapi UMKM

Berdasarkan  data yang dikeluarkan U.S. Bureau of Labor Statistics, sekitar 20% dari usaha kecil gagal dalam tahun pertama. Pada akhir tahun kelima, 50% menurun, dan setelah 10 tahun, jumlahnya meningkat hingga 80%. Anda akan memahami 6 tantangan yang pasti dihadapi oleh small medium business atau UMKM :

  • Merekrut Karyawan Bertalenta

    Bagi bisnis UMKM hal ini merupakan tantangan besar. Anda akan merasa kekurangan sumber daya, namun mempekerjakan karyawan baru juga bisa menimbulkan masalah lain, seperti proses yang rumit dan juga butuh biaya yang cukup besar. Namun, bagi sebuah bisnis UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya tentu harus memiliki sumber daya yang ahli. Selain membantu menjalankan bisnis, sumber daya yang bertalenta juga dapat memudahkan Anda untuk mengembangkan bisnis dan memperluas relasi bisnis

  • Modal Bisnis

    Banyak pebisnis yang pernah mengalami kekurangan modal, namun sulit untuk mendapatkan pinjaman. Akibatnya, bisnis UMKM akan sulit mengembangkan bisnisnya dan sulit untuk bersaing dengan bisnis lain.

  • Pelanggan

    Bagi pebisnis UMKM, mendapatkan pelanggan menjadi salah satu tantangan tersulit yang akan dihadapi. Tapi perlu diketahui bahwa, bukan hanya bisnis UMKM yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelanggan.

 

Baca Juga  :   Cara Membuat Bisnis Plan (Business Plan) yang Baik dan Benar untuk Bisnis dan UMKM

 

Langkah-Langkah UMKM Go Digital

Langkah dan Tantangan UMKM Go Digital yang Perlu Diketahui Oleh Pebisnis
 

Meski migrasi bisnis UMKM digital belum banyak di Indonesia, namun progresnya masih tetap berlanjut dan semakin banyak pelaku UMKM yang menyadari betapa pentingnya beralih dan mengikuti arus digitalisasi abad ini. Maka Anda mendapat pemahaman dan informasi dari artikel diatas anda sudah siap untuk mengikuti langkah-langkah menuju UMKM go online, berikut langkah-langkahnya :

 

  • Mendaftarkan Alamat Bisnis di Google Map

    Google Maps telah menjadi rujukan utama orang-orang untuk mencari dan menemukan lokasi atau alamat sebuah tempat. Dengan cara mendaftarkan alamat usaha di Google Maps adalah sebuah langkah awal paling pokok yang harus Anda lakukan.Ketika alamat usaha Anda sudah terdaftar di Google Maps, memungkinkan seorang wisatawan dari luar negeri menemukan tempat usaha Anda, dan lalu menjadi pelanggan Anda dan bahkan bisa menjadi pelanggan tetap Anda.

  • Membuat Akun Media Sosial

    Media sosial adalah wadah yang dapat mempertemukan orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang bisa berperan sebagai semacam curriculum vitae yang bisa memperkenalkan profil usaha anda secara global. Antara lain contohnya seperti :Facebook, Instagram dan Twitter adalah media sosial terbesar dan paling strategis untuk menampung profil usaha Anda.

  • Berjualan di Marketplace

    Marketplace adalah perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Situs marketplace bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran. Bisa dikatakan marketplace adalah deparment store online.Setelah melihat profil usaha Anda di media sosial, para pembeli potensial bisa memesan dan membeli produk Anda melalui marketplace.Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan Blibli saat ini menjadi marketplace paling populer di Indonesia. Luangkanlah waktu untuk membuat akun di marketplace, dan jual produk Anda.

  • Membuat Website

    Website adalah media paling utama yang akan dan bisa mengerek citra bisnis Anda ke level profesional. Melalui Google Maps, Media Sosial, Domain, dan Email, Anda bisa menjangkau banyak calon pelanggan.Ketika Anda membuat website, Anda sedang membangun rumah atau kantor digital yang akan mengangkat derajat brand bisnis Anda secara signifikan. Orang tidak lagi memandang Anda sebagai pebisnis rumahan, tetapi akan mengenali Anda sebagai seorang profesional yang berbisnis dengan visi yang luas, holistik, dan berorientasi masa depan.

  • Mendaftarkan Nama Domain

    Nama domain adalah sebuah alamat unik yang bisa mengantarkan orang ke halaman tertentu di internet. Hanya dengan mengetikkan alamat berupa kata, frasa atau susunan huruf yang mewakili brand bisnis Anda, orang akan diantarkan ke halaman tertentu yang berisi informasi lengkap tentang bisnis Anda.Mendaftarkan nama domain adalah the next level yang akan meningkatkan branding dan positioning bisnis Anda.

  • Email Dengan Nama Domain Sendiri

    Meskipun Whatsapp telah menjadi media komunikasi massal paling utama yang menggantikan fungsi SMS, Email tetap memiliki fungsi penting dalam komunikasi, khususnya dalam dunia bisnis.Melalui email, Anda bisa mengirimkan dokumen-dokumen penawaran, kerjasama, tagihan, dan seterusnya, dalam jumlah yang besar dan dengan kualitas redaksional yang baik.

 

Kesimpulan dan Penutup

Digitalisasi dunia bisnis adalah sebuah trend yang tidak bisa lagi dihindari terlebih lagi di zaman dan abda baru ini. Orang-orang zaman sekarang lebih suka berdiam diri di rumah, membuka gadget, lalu membeli produk secara online. Sebagai pemain terbesar dalam roda perekonomian nasional, UMKM  Go Digital  harus menjadi salah satu penggerak bisnis yang canggih bersama pesatnya kemajuan zaman.

Selain anda mempersiapkan usaha Anda menjadi UMKM go online yang sudah Anda ikuti, Anda juga harus tahu betul proses yang akan dijalankan nantinya. Walau setiap UMKM akan menghadapi berbagai tantangan sama dengan bisnis lainnya tanpa terkecuali. Semoga artikel ini bisa memberi Anda wawasan khususnya tentang bagaimana UMKM harus mengikuti arus kemajuan zaman dengan menjadi UMKM Go Digital.

Related Post :

popup image