Pendahuluan
Mentransfer file melalui koneksi SSH dengan menggunakan SFTP atau SOP merupakan metode yang cukup populer untuk memindahkan sejumlah kecil data antar server. Namun, dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu melakukan transfer file antara dua lingkungan yang jauh. Sebagai alternatif, anda bisa memasang SSHFS untuk memasang direktori jarak jauh hanya dengan SSH saja. Dalam panduan ini kita akan membahas tentang cara menggunakan SSHFS untuk transfer file jarak jauh (Remote Filesystem) melalui SSH.
Pengertian SSHFS
SSHFS (SSH File System) adalah sistem file jaringan yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola file yang ada di server jarak jauh melalui protokol SSH (Secure Shell). Dengan menggunakan SSHFS, pengguna dapat melakukan mount direktori dari server yang jauh ke dalam sistem lokal mereka. Sehingga, file di server dapat diakses dan digunakan seolah-olah berada di komputer lokal, tanpa perlu mentransfer data secara manual.
Keuntungan utama dari SSHFS adalah kemudahan dan keamanannya, karena menggunakan SSH untuk enkripsi dan autentikasi. Hal ini membuat sistem ini menjadi pilihan yang populer untuk mengakses file di server atau remote host dengan aman melalui jaringan. SSHFS juga mendukung operasi file standar seperti membaca, menulis, dan menghapus file, meskipun file tersebut berada di lokasi yang jauh.
Cara Menggunakan SSHFS di SSH untuk Mounting Remote Filesystem
Berikut adalah cara menggunakan SSHFS untuk transfer file jarak jauh melalui SSH. Sebelum Anda mengikuti panduan ini, pastikan terlebih dahulu kedua server Linux yang dikonfigurasi sudah bisa mengakses SSH di keduanya. Salah satunya dapat berupa mesin lokal, bukan server cloud.
1. Instal SSHFS
Langkah pertama untuk menggunakan SSHFS adalah dengan menginstalnya terlebih dahulu. Anda dapat menginstalnya dengan menggunakan apt. Gunakan perintah apt update untuk menyegarkan sumber paket Anda.
sudo apt update
Kemudian, gunakan perintah apt install untuk menginstal paket SSHFS
sudo apt install sshfs
SSHFS bisa diinstal pada Mac maupun Windows melalui penggunaan pustaka sistem berkas yang disebut FUSE. berkas ini menyediakan interoperabilitas dengan lingkungan Linux.
2. Memasang Remote Filesystem
Setiap kali Anda akan memasang Remote Filesystem pada lingkungan Linux, Anda memerlukan direktori kosong terlebih dahulu. Sebagian besar lingkungan Linux menyertakan direktori yang disebut /mnt yang didalamnya bisa membuat subdirektori.
Buat subdirektori di dalam /mnt yang dipanggil droplet menggunakan perintah berikut
sudo mkdir /mnt/droplet
Setelah Anda memasukkan perintah diatas, sekarang Anda bisa memasang remote filesytem menggunakan sshfs.
sudo sshfs -o allow_other,default_permissions rezalfis@perangkat_Anda_lainnya:~/ /mnt/droplet
Apabila Anda menerima pesan ‘connection reset by peer’, maka pastikan Anda telah menyalin SSH key ke sistem jarak jauh. Hal ini dikarenakan perintah sshfs menggunakan koneksi SSH biasa di latar belakang. Jika ini pertama kalinya Anda terhubung ke sistem jarak jauh melalui SSH, Anda mungkin akan diminta untuk menerima key fingerprint.
Kemudian, Anda bisa menggunakan perintah ls untuk membuat daftar file direktori yang di-mount. Ini berfungsi untuk melihat apakah file tersebut cocok dengan konten direktori jarak jauh atau tidak.
ls /mnt/droplet
Sekarang, Anda sudah bisa bekerja dengan file di server jarak jauh seolah-olah itu adalah perangkat fisik yang terpasang pada komputer lokal Anda.
Penutup
Demikianlah cara menggunakan SSHFS untuk transfer file jarak jauh (Remote Filesystem) melalui SSH. penting untuk diingat bahwa perintah mount (mnt) di atas hanya memasang disk jarak jauh untuk sesi anda saat ini. Artinya, jika server virtual atau mesin lokal dimatikan atau di-restart, maka Anda perlu memasangnya kembali.
Apabila Anda sedang membutuhkan layanan server dengan kapasitas luas untuk kebutuhan website dan aplikasi, gunakan layanan Server VPS dari IDCloudHost. Layanan ini memiliki beragam keunggulan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, coba sekarang!