Pendahuluan
Apakah Anda pernah mengalami kesulitan saat menjalankan program di terminal karena hanya bisa dijalankan dari folder tempat program tersebut berada? Masalah tersebut bisa diatasi dengan variabel PATH. Variabel ini berisi kumpulan daftar direktori yang diperiksa oleh sistem sebelum menjalankan sebuah perintah. Dengan memperbarui PATH, Anda dapat menjalankan program tanpa perlu mengetikkan lokasi lengkap program, baik itu untuk server atau website yang Anda kelola. . Ayo ikuti panduan cara mengatur PATH di Linux!
Apa Itu PATH di Linux
PATH adalah variabel lingkungan Linux yang berisikan daftar direktori yang digunakan sistem dalam mencari program atau perintah saat pengguna menjalankannya di terminal. Daftar tersebut dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan membantu sistem menemukan lokasi file yang diperlukan. Secara umum, variabel PATH mencakup direktori seperti /bin, /usr/bin, dan /usr/local/bin, yang berisi perintah dasar sistem.
Selain itu pengguna juga dapat menambahkan direktori baru ke PATH ini. Dengan begitu, Anda dapat menjalankan program atau skrip langsung dari terminal tanpa perlu mengetikkan lokasi lengkap file tersebut, meskipun Anda sedang berada di direktori lain. Misalnya, alih- alih menjalankan program Python dengan sintak berikut:
/usr/bin/python3
Karena direktori /usr/bin termasuk dalam variabel PATH, Anda dapat menjalankan perintah Python dengan sintak yang lebih mudah, yaitu:
python3
Cara Mengelola Variabel PATH di Linux
Cara Melihat Variabel PATH
Pertama, Anda dapat melihat variabel PATH dengan menjalankan perintah berikut di terminal:
echo $PATH
Output:

Dapat dilihat beberapa direktori disebutkan secara default, sistem akan memeriksa semua direktori tersebut dari kiri ke kanan ketika Anda menjalankan sebuah program. Ketika program command-line tidak terpasang pada salah satu direktori, Anda perlu menambahkan direktori program tersebut pada PATH.
Cara Menambahkan Direktori ke Variabel PATH
Selanjutnya, Anda dapat menambahkan direktori ke PATH yaitu:
1. Menambahkan Direktori pada Awal PATH
Pertama, Anda dapat menambahkan direktori misalnya /the/file/path pada awal PATH dengan menjalankan perintah dengan sintak dibawah ini:
export PATH=/the/file/path:$PATH
Output:

2. Menambahkan Direktori pada Akhir PATH
Selanjutnya, Anda juga bisa menambahkan direktori pada akhir PATH sehingga direktori tersebut akan diperiksa setelah direktori lain diperiksa, silakan jalankan sintak berikut:
export PATH=$PATH:/the/file/path
Output:

3. Menambahkan Direktori Sekaligus PATH
Terakhir Anda dapat menambahkan beberapa direktori ke PATH dengan menambahkan tanda titik dua (:) di antara direktori tersebut. Misal, Anda menambahkan direktori /the/file/path dan /the/file/path2, Silakan jalankan perintah dengan sintak di bawah ini:
export PATH=$PATH:/the/file/path:/the/file/path2
Output:

Cara Menambahkan Direktori Secara Permanen ke Variabel PATH
1. Membuka File Konfigurasi
Pertama silakan Anda buka file konfigurasi dengan menggunakan editor teks Anda, misalnya menggunakan nano dengan sintak berikut:
nano ~/.bashrc
2. Menambahkan Baris Perintah pada File
Selanjutnya, pada bagian bawah file tambahkan perintah dengan direktori baru Anda dan silakan sesuaikan perintah untuk direktori ditampilkan di awal atau akhir:
export PATH=$PATH:the/file/path
3. Simpan File
Terakhir, untuk menerapkan perubahan silakan menggunakan perintah source untuk menyimpan perubahan pada file jalankan perintah berikut:
source ~/.bashrc
Penutup
Dengan mengelola PATH di Linux membuat Anda bisa bekerja lebih efisien dan fleksibel di terminal. Untuk solusi server yang ramah pengguna dan andal, pilih Layanan Cloud VPS dari IDCloudHost. Nikmati keunggulan, mulai performa optimal, kontrol penuh atas server Anda dan kemudahan pengelolaan dengan dukungan pelanggan 24/7. Ayo bergabung sekarang juga dan dapatkan tawaran menarik lainnya!