Tips Menjadi Reseller yang baik serta Contoh-contoh yang Menguntungkan

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Menjadi seorang yang memiliki bisnis tentu tak mudah, selain mewujudkan mimpi Anda pun tentu ingin bisnis kian maju dan berkembang. Salah satu cara cepat melebarkan sayap bisnis adalah dengan memiliki reseller. Terutama untuk Anda yang memiliki bisnis berbentuk produk atau barang. Tak sekedar mencari orang untuk menjual produk, tetapi Anda pun harus memiliki sistem reseller agar semuanya bisa lebih tertata dan teratur.

Membuka kesempatan bagi orang untuk ikut berjualan produk Anda memiliki banyak kelebihan. Hal yang paling terlihat, Anda tidak perlu memiliki banyak sales yang perlu Anda bayar. Selain itu, dampak kehadiran reseller adalah meningkatnya penjualan produk Anda tanpa perlu Anda melakukan banyak usaha. Hal yang perlu di ingat, Anda bisa memiliki reseller jika produk Anda memang sudah teruji secara kualitas dan memiliki market yang besar.

Untuk Anda yang ingin menjadi reseller sebuah produk tentunya hal tersebut sudah dipikirkan terlebih dahulu. Menjadi reseller tidaklah mudah, Anda harus menjual barang tersebut agar Anda mendapatkan keuntungan, serta dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Maka dari itu sebelum memulai menjadi reseller terdapat tips untuk menjadi reseller yang baik.

 

Alasan Tertarik Menjadi Reseller

 

Kebanyakan orang yang memiliki keinginan untuk memulai bisnis online, tetapi tidak mengerti harus mulai darimana. Mereka juga tidak memiliki kemampuan, sumber daya ataupun waktu untuk menciptakan produk sendiri. Dalam hal ini, memulai usaha dengan menjadi reseller adalah solusinya. Dengan menjadi reseller online, seorang pelaku usaha pemula bisa berkesempatan untuk belajar berbisnis, dilatih untuk tahu cara memilih distributor yang tepat, strategi untuk bernegosiasi, hingga manajemen inventori. Inilah beberapa alasan untuk orang tertarik menjadi reseller :

  • Dapat Memulai Bisnis Lebih Cepat

    Menjadi reseller memungkinkan Anda untuk mulai menjual pada hari yang sama saat Anda memulai. Setelah menambahkan beberapa produk jualan dan beberapa konten produk ke toko online, segera lakukan langkah-langkah untuk memasarkan produk tersebut. Anda bisa meluncurkan bisnis reseller hanya dalam waktu singkat tanpa perlu menunggu stok tiba, dan dapat mengatur untuk menjual pada waktu dan hari yang sama.

  • Produk Jualan yang Sangat Beragam.

    Dengan menjadi reseller, Anda bisa menjual berbagai produk. Jika Anda adalah reseller pakaian, seiring pertumbuhan bisnis, Anda dapat juga menjual berbagai produk fashion lainnya, termasuk sepatu, perhiasan, aksesoris, tas jam tangan, pakaian dalam, atau produk lainnya yang berkaitan. Semakin banyak jenis produk berkaitan yang Anda jual, Anda bisa punya peluang untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

  • Tidak Perlu Stok Banyak

    Anda bisa bergabung dalam berbagai marketplace untuk memulai online shop secara gratis, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan lainnya yang memungkinkan Anda untuk menjual kembali barang tanpa harus membeli persediaan produk yang banyak sebelumnya. Hal ini membuat usaha reseller menjadi pilihan yang tepat bagi pebisnis online pemula. Sekalipun Anda menjual produk khusus, seperti pakaian butik, produk merek model limited edition, Anda masih bisa mendapat untung tanpa memiliki stok produk jualan.

  • Mengatur Margin Sendiri

    Ketika menjadi reseller, Anda bebas untuk mengatur margin Anda sendiri dan memilih untuk menentukan harga produk sesuai keinginan Anda. Karena biaya yang rendah, maka Anda memberi harga yang tepat untuk memastikan bisnis ini menguntungkan. Semakin tinggi harga yang ditetapkan, semakin banyak yang dapat dapat dihasilkan. Pastikan Anda mempertimbangkan standar industri untuk penentuan harga produk.

Baca Juga:   Contoh Reseller yang Menguntungkan dan Mudah untuk Dilakukan

 

Tips Menjadi Reseller yang Baik

 

Ketika Anda lebih memilih menjadi seorang reseller, Anda tidak perlu menghabiskan banyak modal untuk memproduksi sekaligus mempromosikan barang. Anda hanya perlu bekerjasama dengan perusahaan yang tepat untuk menjadi reseller yang dipercaya konsumen. Berikut adalah beberapa tips menjadi reseller yang baik.

  1. Menentukan Produk

    Langkah awal agar bisa berjualan sebagai reseller tentunya memilih dan menentukan jenis produk yang ingin dijual. Banyak yang perlu dipertimbangkan dalam memilih produk. Selain karena produk tersebut memang populer dan banyak dibutuhkan konsumen juga karena Anda paham mengenai produk tersebut. Sebelum menjalankan bisnis sebagai reseller, sebaiknya Anda mengetahui kualitas produk yang akan dijual, yaitu dengan mencobanya sendiri.
     
    Pengenalan ini penting agar kita lebih bisa meyakinkan konsumen. Banyak reseller yang langsung saja menjual produk tanpa melakukan riset maupun pengenalan terhadap produk. Ini merupakan kesalahan yang umum dilakukan penjual yang justru membuat dagangannya sepi pembeli.

  2. Memperhitungkan dan Mengenali Kompetitor

    Semakin sedikit kompetitor Anda dalam menjalankan bisnis reseller, maka hal ini akan menguntungkan bagi Anda. Sering kali, suppliers tidak akan membiarkan terlalu banyak reseller menjual produknya di daerah yang sama. Hal ini dikarenakan, dapat memulai ‘perang harga’ dan hal ini dapat menjadi bom bunuh diri yang mempertaruhkan nama baik merek dari suppliers.
     
    Untuk itu, Anda harus mengetahui seberapa banyak kompetitor Anda? Berapa besar kompetitor Anda memasang harga? Selain masalah tersebut, bagaimana cara Anda membedakan bisnis reseller Anda dengan kompetitor Anda? Misalnya, dengan cara menawarkan produk tambahan dan layanan. Atau, apakah Anda benar-benar hanya bersaing melalui harga?

  3. Bekerjasama dengan supplier profesional

    Ketika Anda ingin mendapatkan pelanggan yang senang dengan kualitas barang yang Anda jual, pastikan Anda bekerjasama dengan supplier yang profesional. Umumnya karakter supplier yang profesional antara lain:

    • Memiliki katalog produk yang jelas dan tahu kebutuhan konsumen
    • Memiliki unit pengantaran dan customer service yang profesional agar para reseller bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
    • Lokasi kantor yang tetap dan pasti, sehingga saat ada komplain produk atau masalah apapun, reseller bisa mendapat bantuan dari kantor supplier.
    • Memiliki sistem kerjasama yang pasti dan tidak merugikan reseller.
    • Memiliki varian produk yang berkualitas tinggi.
  4. Pintar memilih varian produk

    Sebagai seorang reseller, pintar-pintarlah memilih varian produk yang dijual, baik desain model, ukuran, jenis, rasa, maupun kriteria lainnya. Dengan memilih varian yang banyak disukai konsumen, barang yang Anda tawarkan akan lebih laku di pasaran dan Anda tidak perlu khawatir akan kerugian yang mungkin ditanggung dikemudian hari.

  5. Memulai Langkah Awal dengan Membuat Website

    Untuk memulai langkah awal menjadi reseller online, berarti Anda harus memerlukan domain dan website. Untuk itu, Anda bisa mendaftarkan diri untuk membuat domain yang dilakukan secara cepat melalui online, dan pilih web hosting yang mudah dan murah. Atau, jika Anda tidak ingin mengeluarkan biaya untuk pembuatan web hosting, Anda dapat memilih web hosting yang menyediakan website secara gratis.

  6. Rajin Promosi

    Promosi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis. Namun dalam menjalankan bisnis reseller, Anda tak perlu mengeluarkan uang untuk berpromosi, sebab hal ini bisa dilakukan dengan rajin melakukan posting produk. Banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan dan memposting produk jualan, seperti Facebook, Instagram, ataupun menawarkan melalui status dan grup Whatsapp.
     
    Anda juga perlu bergabung dengan grup jualan di Facebook yang banyak anggotanya. Secara umum, iklan Facebook cenderung menjadi pilihan paling populer untuk reseller, terbukti dengan banyaknya produk yang ditawarkan oleh reseller melalui media ini. Kelebihan iklan Facebook juga cenderung lebih baik daripada jasa iklan lainnya, karena calon pelanggan tidak melihat produk pesaing lainnya dalam iklan Anda.
     
    Dengan iklan Facebook, pelanggan hanya melihat iklan produk Anda saat mereka menelusuri feed dari history pencariannya. Anda harus bereksperimen dengan berbagai produk untuk membuat iklan agar mendatangkan pelanggan dan menghasilkan uang dari sana.
     
    Beriklan di Google Ads dan Google AdWords juga bisa menjadi langkah promosi yang tepat, karena dapat tampil di semua pencarian pelanggan yang menggunakan Google sebagai search engine. Anda hanya membutuhkan optimasi dengan membidik kata kunci tertentu sesuai produk yang Anda promosikan. Dalam iklan Google Adwords atau Google Ads, terdapat fitur bid yang dapat digunakan untuk mengatur berapa nilai anggaran harian dan klik dari iklan produk Anda.

  7. Disiplin dan konsisten

    Jika Anda ingin berperan sebagai reseller yang sukses, pastikan Anda selalu disiplin dan konsisten. Dengan menjadi seseorang yang disiplin serta konsisten, kepercayaan konsumen pada Anda akan semakin meningkat. Sebagai contoh, Anda bergabung sebagai supplier produk kecantikan, Anda sudah menjanjikan produk akan sampai ke konsumen Senin pagi setelah dikirim Jumat siang. Oleh karena itu, waktu pengiriman harus benar-benar ditepati apabila Anda tidak ingin konsumen berpindah ke reseller lain.

 

Baca Juga :   Perbedaan Antara Reseller dan DropShipper untuk Bisnis Anda

 

Kesimpulan dan Penutup

Bisnis ini memang sudah banyak dilakukan oleh orang-orang dan kebanyakan dari mereka ada yang gagal dan ada yang mendulang kesuksesan. Jangan takut untuk mencoba suatu hal yang baru. Tips diatas dapat Anda gunakan sebagai dasar untuk memulai bisnis reseller. Paling penting adalah tentukan produk apa yang akan Anda jual lalu pilihlah supplier yang benar-benar profesional dan lebih baik jika Anda menelusuri terlebih dahulu seluk beluk supplier tersebut.

Dikarenakan banyaknya orang yang sudah membuka bisnis reseller ini, Anda tidak boleh takut untuk bersaing dengan kompetitor. Jadikanlah kompetitor tersebut sebagai salah satu pemicu untuk membuat reseller semangat berjualan dengan mengadakan kompetisi jualan dengan menyediakan hadiah menarik. Dengan begitu, Anda akan terpacu untuk terus melakukan penjualan sebanyak-banyaknya atau sesuai dengan target yang ditentukan.

Related Post :