Twitter Mengalami Crash dan Diretas Oleh Hacker

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Juma’at 7 Februari 2020 kemarin pihak Twitter menyatakan bahwa akun resmi mereka telah di retas. Para pengguna tidak dapat melakukan tweet dan pada DownDetector layanan menunjukkan lonjakan masalah sekitar satu jam terakhir. Semua Tweet yang dikirim memantul kembali dan fotur retweet menjadi terbatas.

Platform yang dimiliki oleh Facebook dan Messenger ini diretas melalui platform pihak ketiga. Facebook juga menyampaikan bahwa beberapa akun media social milik mereka lainnya juga turut di retas pada hari yang sama.

Twitter juga mengungkapkan begitu mereka mengetahui peretasan ini, Twitter langsung mengunci akun- akun yang berhasil disusupi dan sedang berusaha memulihkannya. “Kamu melakukan perubahan dab beberapa kesalahan ada dalam kode. Untuk memperbaikinya, kami membatalkan perubaha”, ungkap pihak Twitter kepada The Verge.

Kelompok peretas ini menamakan diri mereka OurMine yang mengunggah postingan pada akun- akun yang mereka bobol dan mengatakan bahwa keamanan Twitter lebih lemah dari kemanan Facebook. Sebelumnya kelompok yang sama telah meretas akun CEO Google dan akun dari CEO Twitter sendiri yaitu Jack Dorsey sempat diretas pada bulan Agustus tahun lalu. Peretas mengunggah twit yang mengundang kecaman, penghinaan secara rasial dan kata- kata hujatan.

Baca Juga :  Panduan Digital Marketing untuk Pemula | IDCloudHost

 

Twitter Akhirnya Melakukan Seleksi Terhadapa Foto dan Video Palsu

 

Setelah ditekan dan didesak oleh para penggunanya, Twitter memutuskan untuk lebih agresif dalam meneliliti dan menyunting foto serta video palsu yang diubah. Mulai bulan Maret tahun ini pihak Twitter akan menambah label atau menghapus tweer bergambar dan video yang dimanipulasi. Meski langkah ini dilarang keras diumumkan mengikuti lagkah YouTube yang juga berencana mengahpus konten menyesatkan di situsnya.

Kebijakan baru Twitter ini berusaha untuk lebih ketat dalam mengawasi konten yang beredar di platform mereka. Untuk menentukan apakah sebuah tweet harus dihapus atau dilabeli, Twitter akan menerapkan beberapa tes seperti : Apakah media yang disertakann bersamaan dengan twwt secara signifikan diubah atau dibuat untuk menyesatkan? Apakah dibagikan secara atuau untuk menipu? Pada kasus seperti ini, tweet jenis ini mungkin akan mendapatkan label.

Tetapi jika tweet cenderung berdampak pada keselamatan public atau menyebabkan kerusakan serius, tentu akan segera dihapus. Twitter juga akan menunjukkan dan memberi peringatan kepada penggunanya sebelum mereka terlibat dengan tweet yang berkemungkinan berbahaya, dimanipulasi dan membatasi jangkauan tweet semacam itu berikutnnya.

Related Post :

popup image